BREBES, GarudaXpose. com//-Suasana Pendopo Kabupaten Brebes terasa lebih hangat pada Jumat (13/3/2026). Sebanyak 72 penyandang disabilitas dari berbagai kecamatan menerima paket sembako dan alat bantu kesehatan yang diserahkan langsung oleh Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M. Penyaluran ini menjadi penanda komitmen pemerintah daerah dalam membuka ruang gerak yang lebih luas bagi kelompok difabel.
“Pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan seluruh warga, termasuk difabel, mendapat perhatian, pelayanan, dan kesempatan yang sama untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” tegas Paramitha di hadapan penerima manfaat, pendamping, dan perwakilan lembaga mitra.
Bagi Paramitha, bantuan tidak sekadar meringankan beban harian. Alat bantu seperti kursi roda hingga alat bantu dengar diharapkan menjadi “kunci” mobilitas: memudahkan penerima beraktivitas, berinteraksi dengan lingkungan, dan tetap produktif sesuai kemampuan. Selain itu, Pemkab menambahkan paket sembako dan nutrisi tambahan untuk menopang kebutuhan dasar keluarga. “Kami ingin penerima lebih mandiri, bukan hanya terbantu sesaat,” ujarnya, seraya mengapresiasi sinergi lintas lembaga agar intervensi lebih tepat sasaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Imam Baehaqi menjelaskan, kegiatan ini lahir dari kolaborasi Dinsos Brebes, Puskesmas Klikiran, dan Kementerian Sosial RI melalui Sentra Satria Baturaden. Menurutnya, kemitraan tersebut bukan baru kali ini saja. Sepanjang 2025, kerja bersama mereka telah menjangkau 1.030 penerima manfaat mulai dari respons kasus anak di LKSA, pendampingan penyintas TBC dan TPPO, bantuan bagi korban bencana di Desa Menggala, hingga dukungan bagi penderita thalassemia, HIV/AIDS, lansia, serta penyandang disabilitas.
“Untuk hari ini, ada 72 penyandang disabilitas yang menerima bantuan, dengan komposisi 28 orang disabilitas fisik, satu disabilitas ganda, dua disabilitas intelektual, satu disabilitas sensorik, dan 40 disabilitas mental,” papar Imam.
Adapun rincian bantuan yang disalurkan meliputi satu unit alat bantu dengar, satu kursi roda 2-in-1, tujuh kursi roda adaptif, dua kursi roda anak, 12 kursi roda standar, satu walker khusus anak dengan cerebral palsy, satu sepatu AFO, satu paket diapers, serta 72 paket sembako. Tidak hanya itu, setiap penerima juga memperoleh uang transport dari Baznas Kabupaten Brebes untuk meringankan biaya perjalanan.
Untuk kelompok disabilitas mental, Dinsos Brebes menggandeng Puskesmas Klikiran lewat program Pelita Jiwa. Program ini mencakup layanan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif, dan sejauh ini telah menyentuh 176 orang dengan gangguan jiwa di wilayah Brebes.
Apresiasi datang dari keluarga penerima. Faturahman, warga Desa Kaligangsa, Kecamatan Brebes, yang diwakili ayahnya Haryono, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah. “Semoga program ini terus ditingkatkan agar semakin banyak anak difabel yang terbantu,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Paramitha kembali menekankan bahwa penguatan kemandirian difabel membutuhkan langkah berkelanjutan, bukan seremoni sesaat. Ia mengajak perangkat daerah, dunia usaha, dan komunitas untuk memperluas akses pelatihan keterampilan serta membuka peluang kerja yang inklusif. “Jika ruang dan kesempatan dibuka, difabel mampu berkontribusi. Tugas kita memastikan pintu itu tidak pernah tertutup,” pungkasnya.red
(Agus)


“Pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan seluruh warga, termasuk difabel, mendapat perhatian, pelayanan, dan kesempatan yang sama untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” tegas Paramitha di hadapan penerima manfaat, pendamping, dan perwakilan lembaga mitra.









