Garudaxpose.com | Palembang – SMA Negeri Sumatera Selatan menggelar rangkaian kegiatan Pondok Ramadan selama dua pekan penuh dengan berbagai agenda religius, edukatif, dan sosial bagi para siswa.
Wakil Kepala Kesiswaan Eko Valery menjelaskan bahwa kegiatan Ramadan di sekolah tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dirancang sebagai program pembinaan karakter dan penguatan literasi Islami bagi peserta didik.
“Hari ini ada kegiatan Lomba Literasi Pelajar Top SMA Negeri Sumatera Selatan dari Student Council. Konsepnya seperti cerdas cermat, tetapi pertanyaannya seputar pengetahuan Islam,” ujar Eko.
Lomba yang dikenal dengan sebutan “Lolipops” tersebut diketuai oleh Ade Nawang Sari. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan keislaman siswa melalui kompetisi yang edukatif sekaligus kompetitif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini cerdas cermat Islami. Kami ingin membangun semangat literasi sekaligus memperdalam pemahaman agama dengan cara yang menyenangkan,” katanya.
Sebelumnya, dalam rangka memperingati Nuzulul Quran, sekolah juga menampilkan pertunjukan hadroh dan lagu-lagu Islami yang dibawakan oleh para siswa. Kegiatan tersebut turut diisi tausiah oleh Ustaz Yayan, pengasuh Pondok Pesantren Kyai Marogan Kertapati, yang menyampaikan pesan tentang makna dan keutamaan Ramadan sebagai bulan penuh berkah.
Pada akhir pekan sebelumnya, para siswa juga mengikuti program 24 Jam Bersama Al-Qur’an di asrama. Dalam kegiatan ini, mereka bermalam di masjid sekolah untuk membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an secara intensif.
Tak hanya siswa, para guru dan tenaga kependidikan turut berpartisipasi melalui program “One Day with Quran” yang diawali dengan salat Dhuha berjamaah pukul 07.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan membaca Al-Qur’an bersama di masjid sekolah.
Sebelum memasuki bulan Ramadan, sekolah juga lebih dahulu menggelar kegiatan Tauhid Ramadan yang diisi tausiah sebagai bekal spiritual bagi siswa dalam menyambut bulan suci.
Puncak kegiatan pondok Ramadan akan dilaksanakan pada Jumat pagi melalui munaqosah. Siswa yang dinyatakan lulus akan mengikuti prosesi wisuda pada sore hari, yang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan salat tarawih berjamaah. Setelah rangkaian kegiatan tersebut, siswa akan memasuki masa libur Idul Fitri.
Eko menambahkan bahwa setiap tahun sekolah memberikan perhatian khusus terhadap pembinaan ibadah siswa selama Ramadan. Para siswa didorong untuk memperbanyak amalan, termasuk membaca Al-Qur’an setiap hari.
Bahkan, menurutnya, beberapa siswa mampu mengkhatamkan Al-Qur’an hingga dua sampai tiga kali selama bulan Ramadan. Sebagai bentuk apresiasi, sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa yang berhasil menuntaskan khataman Al-Qur’an.
“Kami berharap Ramadan ini membuat kita kembali fitrah saat Idul Fitri. Namun yang lebih penting, semoga kebiasaan baik ini tetap konsisten dijalankan meski Ramadan telah berlalu,” ujarnya.
Selain kegiatan internal, siswa SMA Negeri Sumsel juga menunjukkan kepedulian sosial dengan membagikan takjil kepada masyarakat di Pasar Induk Palembang. Kegiatan ini diwakili oleh pengurus OSIS dan NPK sebagai representasi seluruh siswa.
Melalui rangkaian kegiatan religius, edukatif, dan sosial tersebut, SMA Negeri Sumsel menjadikan Ramadan sebagai momentum pembentukan karakter, penguatan literasi Islami, serta pembiasaan ibadah yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.*














