Masyarakat Kampung Cikumpul, Desa Citeras Keluhkan Dua Perusahaan yang Diduga Sebabkan Banjir dan Pencemaran Lingkungan

- Penulis

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Lebak – Warga Kampung Cikumpul, Desa Citeras, Kabupaten Lebak, mengeluhkan dampak negatif yang mereka alami akibat aktivitas dua perusahaan, yaitu PT Aplus Pasivic dan PT Dulil yang berlokasi di Desa Nameng. Warga menduga bahwa buruknya pengelolaan lingkungan oleh kedua perusahaan ini menyebabkan banjir serta polusi udara dan suara yang mengganggu kehidupan sehari-hari mereka. Rabu (15/10/25)

Banjir Akibat Saluran Drainase Tidak Memadai

Puncak kekesalan warga terjadi setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut pada tanggal 13 September 2025. Diduga kuat, banjir tersebut diakibatkan oleh saluran got milik (PT Aplus pasivic) dan (PT Dulil ) yang terlalu kecil dan tidak mampu menampung debit air hujan tinggi. Hal ini menyebabkan air meluap ke permukiman warga, merendam lahan pertanian dan rumah-rumah warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu korban, Ibu Arnah, menyampaikan bahwa sawah miliknya terendam air dan mengalami kerugian hingga Rp1.500.000. “Tanaman saya rusak semua, padahal sebelumnya kami sudah beberapa kali meminta agar got diperlebar, tapi tidak direspons,” keluhnya.

Polusi Udara dan Kebisingan dari Mesin Produksi

Tak hanya soal banjir, warga juga mengeluhkan aktivitas produksi PT Aplus Pasivic yang menimbulkan kebisingan berat dari mesin-mesin pabrik, baik siang maupun malam. Suara bising tersebut mengganggu waktu istirahat warga setiap hari.

Selain itu, aktivitas industri ini juga diduga menimbulkan polusi udara. Warga mencium bau tak sedap setiap hari, yang menyebabkan sesak napas dan pusing. Debu hasil limbah produksi juga beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga. “Setiap hari saya harus menyapu sampai lima atau enam kali karena debu terus masuk ke teras rumah,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Belum Ada Tanggung Jawab dari Pihak Perusahaan

Yang paling disesalkan masyarakat adalah tidak adanya tanggapan maupun pertanggungjawaban dari kedua perusahaan atas kejadian ini. Padahal, warga sudah berkali-kali menyampaikan keluhan secara langsung maupun melalui aparatur desa.

Harapan Masyarakat dan Seruan kepada Pemerintah

Sebagai media dan kontrol sosial, kami menyerukan kepada pihak terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Lebak, serta aparat pemerintah daerah, untuk segera turun tangan menindaklanjuti laporan warga ini.

Kejadian ini mencerminkan pentingnya pengawasan dan ketegasan dalam penegakan aturan lingkungan hidup, agar masyarakat tidak terus dirugikan dan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Sampai berita ini diterbitkan, baik (PT Aplus Pasivic) maupun (PT Dulil) yang berlokasi di Desa Nameng, belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan warga.

 

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum LSM GNR Indoensia Soroti Proyek Paving Block ‘Amburadul’ di Tegalsari, Diduga Tabrak Aturan Transparansi
Ketua DPRD Lumajang Ikuti Retreat KPPD untuk Penguatan Kapasitas Pimpinan Daerah
Bukan Luka Kecelakaan, Pelajar di Jember Diduga Dianiaya Usai Tabrakan
Lilin Penerangan Proyek Diduga Picu Kebakaran, Warung Warga di Balaraja Hangus
Jagat Maya Heboh! Video Penolakan Cafe JDEYO di Cisoka Banjir Dukungan, Warga Soroti Legalitas dan Dampak Lingkungan
Bupati Hadiri Pemusnahan BB Perkara Tindak Pidana Umum yang Digelar Kejaksaan Negeri Lumajang
*Kontroversi Lahan Bengkok & Kawasan Pangan di Jepara Dialihfungsikan Jadi Gardu Induk PLN, Warga Tolak Keras*
Kobaran Api Lahap Kapal Ikan di Pelabuhan Mayangan Probolinggo

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 04:10 WIB

Ketum LSM GNR Indoensia Soroti Proyek Paving Block ‘Amburadul’ di Tegalsari, Diduga Tabrak Aturan Transparansi

Jumat, 24 April 2026 - 01:36 WIB

Ketua DPRD Lumajang Ikuti Retreat KPPD untuk Penguatan Kapasitas Pimpinan Daerah

Kamis, 23 April 2026 - 12:34 WIB

Bukan Luka Kecelakaan, Pelajar di Jember Diduga Dianiaya Usai Tabrakan

Kamis, 23 April 2026 - 02:13 WIB

Lilin Penerangan Proyek Diduga Picu Kebakaran, Warung Warga di Balaraja Hangus

Rabu, 22 April 2026 - 16:18 WIB

Jagat Maya Heboh! Video Penolakan Cafe JDEYO di Cisoka Banjir Dukungan, Warga Soroti Legalitas dan Dampak Lingkungan

Berita Terbaru