Skandal Makanan Roti Berjamur di MI Cipelem: Program Gizi Berkedok Mengancam Generasi Emas

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com-Desa Cipelem, Kecamatan Bulakamba- Sebuah ironi pahit sekaligus ancaman nyata terhadap masa depan generasi bangsa terkuak di Madrasah Ibtidaiyah (MI) setempat. Pada Jumat kelabu, 27 Februari 2026, janji manis Program Makanan Bergizi (MBG) dapur SPPG Mandiri Rancawuluh berubah menjadi mimpi buruk yang berpotensi, para siswa. Ini bukan sekadar kelalaian, melainkan skandal pangan yang mengoyak hati nurani dan menuntut pertanggungjawaban mutlak.

Aroma busuk kebobrokan program gizi tercium menyengat! polos perkataan seorang anak. Bermula dari kepulangan salah satu siswa MI Cipelem,”Om, om! Rotinya berjamur! Telurnya bau busuk!” ratap sang bocah kepada ibunya yang kebetulan ponakan seorang awak media. Pengakuan tanpa dosa ini laksana guntur di siang bolong, membongkar tirai kemunafikan di balik label “makanan bergizi.”

Roti, yang seharusnya menjadi sumber energi vital, justru dihiasi jamur, menjijikkan untuk dikonsumsi. Telur, yang diklaim sebagai protein pembangun tubuh, mengeluarkan bau busuk yang bukan hanya menusuk hidung, melainkan juga mengikis kepercayaan publik. Ini bukan lagi soal kesalahan teknis, melainkan indikasi kuat adanya sistem yang rapuh, pengawasan yang buta, atau bahkan konspirasi kotor yang disengaja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertanyaan krusial kini menggantung tajam di benak setiap orang tua dan warga peduli: Di mana standar higienitas yang dijunjung? Ke mana larinya dana pengadaan yang semestinya menjamin kualitas pangan terbaik bagi anak-anak? Siapa yang berani-beraninya menjadikan siswa sebagai ladang eksperimen produk gagal atau bahkan kadaluarsa? Dan paling krusial, apa peran ahli gizi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan asupan yang layak, atau jangan-jangan mereka hanya menjadi stempel legitimasi bagi praktik culas ini?

Dampak dari “makanan” yang meragukan ini jauh melampaui rasa mual sesaat. Konsumsi pangan berjamur dan busuk berpotensi memicu keracunan, gangguan pencernaan kronis, hingga masalah kesehatan jangka panjang yang dapat menghambat tumbuh kembang anak. Masa depan akademis dan kesehatan mental mereka terancam hancur oleh ulah pihak tak bertanggung jawab. Ini adalah penodaan terhadap hak dasar anak untuk mendapatkan gizi yang layak, sebuah pelanggaran etika yang tak termaafkan di institusi pendidikan. Bagaimana mungkin kita mengharapkan generasi cerdas dan sehat jika fondasi gizi mereka diracuni sejak dini?

Skandal di MI Cipelem ini bukan hanya cerminan kasus lokal, melainkan puncak gunung es dari persoalan tata kelola pangan di berbagai institusi pendidikan. Kejadian ini harus menjadi momentum bagi audit menyeluruh terhadap semua program gizi serupa, penegakan hukum yang tak pandang bulu, serta reformasi sistem pengawasan yang transparan dan akuntabel. Kita tidak bisa lagi membiarkan celah bagi oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk memperkaya diri di atas penderitaan anak-anak.

Masyarakat Cipelem dan seluruh elemen bangsa menuntut kejelasan dan tindakan secepat kilat. Skandal ini harus diusut hingga ke akar-akarnya, menyeret semua pihak yang terlibat-mulai dari pemasok, pengelola program, hingga yang lalai-ke meja hijau. Jangan biarkan insiden memilukan ini hanya berakhir di tingkat teguran. Kriminalisasi gizi terhadap generasi emas adalah kejahatan serius yang tidak boleh dibiarkan tanpa hukuman setimpal. Kita tidak akan membiarkan anak-anak kita menjadi korban dari ketamakan dan kebobrokan sistem! Negara wajib hadir, menegakkan keadilan, dan memastikan peristiwa serupa tak terulang demi martabat dan masa depan bangsa! Kegagalan dalam melindungi hak dasar anak adalah kegagalan kita semua sebagai sebuah peradaban. Hentikan praktik kotor ini sekarang juga!(red)

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Klarifikasi dan Penegasan Hukum atas Pemberitaan dan Tuduhan terhadap Program MBG TV
Babi dan Korupsi: Sama-Sama Haram, Mengapa Beda Perlakuan
Gabungan Aktivis Pejuang Penegakan Hukum Berkeadilan Minta Kejagung RI Copot Oknum Kasi Pidsus Kejari Banyuasin Diduga Langgar Etik Kejaksaan
Kejari Banyuasin Bantah Isu Skenario OTT: Video Viral Hanya Salah Paham
Api Sempat Muncul, Pertamina Pastikan Lokasi Aman dari Gas Berbahaya
Jalan Provinsi di Batang Natal Rusak Parah, Warga Suarakan “Gerakan Pemprov Sumut”, H. Syahrir Nasution: Ini Soal Tanggung Jawab Moril
Widia Ningsih SH MH Wakil Bupati Lahat Tegaskan PT BCKA Subcon PT PAMA site MTBU Tanjung Enim Mempekerjakan 34 Karyawan Yang Di PHK
Lembaga Institute Anti Corruption Indonesia Akan Melaporkan Dugaan Indikasi KKN Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palembang ke Kejaksaan Agung RI

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:26 WIB

Klarifikasi dan Penegasan Hukum atas Pemberitaan dan Tuduhan terhadap Program MBG TV

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:57 WIB

Skandal Makanan Roti Berjamur di MI Cipelem: Program Gizi Berkedok Mengancam Generasi Emas

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:41 WIB

Babi dan Korupsi: Sama-Sama Haram, Mengapa Beda Perlakuan

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:45 WIB

Gabungan Aktivis Pejuang Penegakan Hukum Berkeadilan Minta Kejagung RI Copot Oknum Kasi Pidsus Kejari Banyuasin Diduga Langgar Etik Kejaksaan

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:01 WIB

Kejari Banyuasin Bantah Isu Skenario OTT: Video Viral Hanya Salah Paham

Berita Terbaru