GRANSI Kepung Kejati Sumsel 2 Maret, Desak Pencopotan Kasi Pidsus Kejari Banyuasin

- Penulis

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Palembang – Polemik insiden di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya video yang memperlihatkan suasana keributan di ruang Sekretaris Dinas. Dalam rekaman tersebut, oknum yang terlibat membantah adanya permintaan sejumlah uang kepada kepala sekolah, dan hingga kini disebut belum terdapat bukti yang dapat membenarkan tudingan bahwa oknum LSM melakukan pemerasan.

Peristiwa itu melibatkan beberapa oknum dari Kejaksaan Negeri Banyuasin, termasuk Kasi Pidsus atas nama Giovanni. Narasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang sempat mencuat dalam kejadian tersebut pun menuai perdebatan di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPD LSM GRANSI, Supriyadi, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti konkret yang menunjukkan telah terjadi pemerasan sebagaimana dituduhkan.

“Dalam video yang beredar, tudingan permintaan uang itu dibantah. Sampai sekarang juga tidak ada bukti yang bisa membuktikan adanya pemerasan. Kalau memang ada, silakan dibuka secara terang dan profesional,” ujar Supriyadi.

Ia menambahkan, peristiwa ini juga menjadi perhatian serius karena disebut berawal dari persoalan yang melibatkan keluarga salah satu kepala sekolah dasar negeri di Banyuasin, di mana anak dari oknum kepala sekolah tersebut diketahui merupakan seorang ASN yang bertugas di lingkungan Kejaksaan Negeri Banyuasin. Menurutnya,(26/02/2026)

kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait potensi konflik kepentingan yang harus dijawab secara terbuka dan objektif.

“Apa pun latar belakangnya, penegakan hukum harus berdiri di atas profesionalitas dan integritas. Jangan sampai ada kesan kewenangan digunakan karena kedekatan atau hubungan tertentu,” tegasnya.

Meski kedua belah pihak disebut telah sepakat berdamai, GRANSI memandang persoalan ini tidak bisa berhenti sampai di situ. Supriyadi menilai yang dipertaruhkan bukan sekadar hubungan personal, melainkan marwah gerakan sosial kontrol di Sumatera Selatan.

“Perdamaian itu hak masing-masing pihak. Namun marwah kontrol sosial harus tetap dijaga. Jangan sampai muncul kesan bahwa Media dan LSM mudah dikriminalisasi ketika menjalankan fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran publik,” katanya.

GRANSI secara tegas mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah tegas, termasuk mencopot Giovanni dari jabatan Kasi Pidsus Kejari Banyuasin apabila terbukti terjadi penyalahgunaan wewenang maupun pelanggaran etika sebagai aparat penegak hukum.

“Kami mendesak Kejati Sumsel segera bertindak demi menjaga integritas institusi. Penegakan hukum harus bersih dari dugaan konflik kepentingan dan penyalahgunaan jabatan,” tutup Supriyadi.

Sebagai bentuk keseriusan sikap, GRANSI tetap akan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin, 2 Maret 2026 pukul 10.00 WIB di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.
Adapun susunan aksi sebagai berikut:

Koordinator Aksi:
Supriyadi
M. Isa
Koordinator Lapangan:
Supeno
Suryadi

Sekitar 200 massa diperkirakan akan hadir dalam aksi tersebut. Surat pemberitahuan telah disampaikan kepada Polresta Palembang sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kejati Sumsel maupun Giovanni terkait tuntutan tersebut.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Dentim Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan, Yang Mengakibatkan Mahasiswa Meninggal Dunia
Dua WNA Arab Saudi Diamankan Terkait Kasus Penusukan Di Pecatu
Rembug Warga Di Sukawati, Kapolres Gianyar Ajak Masyarakat Aktif Cegah Kriminalitas
Operasi Patuh Agung-2026 Polresta Denpasar, Lima WNA Ditindak Karena Tak Pakai Helm
Dalam Dua Pekan, Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 12 WNA, 7 Diantaranya Terlibat Pemasaran Vila Ilegal Di Bali
Beranda Imigrasi, Nama Tunggal Baru Untuk 254 Unit Pelayanan Keimigrasian Selain Kantor Imigrasi
Ormas Peduli NKRI Sumsel: Kami Dukung Penuh 2 Tahun Prabowo-Gibran
Imigrasi Gerebek Dua Rumah Di Kuta, Amankan 21 WNA Sindikat Judol Dan Puluhan Unit Perangkat Elektronik

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Polsek Dentim Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan, Yang Mengakibatkan Mahasiswa Meninggal Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Dua WNA Arab Saudi Diamankan Terkait Kasus Penusukan Di Pecatu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Operasi Patuh Agung-2026 Polresta Denpasar, Lima WNA Ditindak Karena Tak Pakai Helm

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:14 WIB

Dalam Dua Pekan, Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 12 WNA, 7 Diantaranya Terlibat Pemasaran Vila Ilegal Di Bali

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Beranda Imigrasi, Nama Tunggal Baru Untuk 254 Unit Pelayanan Keimigrasian Selain Kantor Imigrasi

Berita Terbaru

Uncategorized

Dua WNA Arab Saudi Diamankan Terkait Kasus Penusukan Di Pecatu

Jumat, 30 Okt 2026 - 07:19 WIB