Bupati Kembang: “Jangan Main-main Pajak, Tutup Rapat Celah Kebocoran!”

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAD Jembrana Melesat 32,5% ditahun pertama menjabat,

Garudaxpose.com l Jembrana Bali –Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jembrana mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 32,5% dalam satu tahun kepemimpinan Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik angka impresif tersebut, Bupati Kembang mengeluarkan instruksi keras kepada seluruh jajaran dan pihak terkait untuk menjaga integritas dan tidak melakukan praktik “main mata” yang dapat memicu kebocoran pajak daerah.

Bupati Kembang Hartawan saat dihubungi Minggu (22/2) menegaskan bahwa kenaikan ini adalah hasil dari “bersih-bersih” sistem. Optimalisasi pendapatan daerah , cermat dan efisien dalam belanja serta mencegah kebocoran pendapatan.

Ia menyoroti pentingnya menutup setiap celah kebocoran pendapatan yang selama ini dapat menghambat pertumbuhan PAD.

” Saya instruksikan kepada seluruh jajaran, jangan main-main dengan pajak rakyat! Tidak boleh ada ruang untuk pungutan liar atau kebocoran sistem. Kita fokus pada digitalisasi bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk transparansi dan akuntabilitas. Dengan sistem yang bersih, PAD meningkat tajam , serta belanja daerah secermat mungkin agar efektif dan efisien ,” tegas Bupati Kembang.

Berdasarkan data resmi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jembrana, realisasi PAD tahun 2024 yang semula Rp184,5 miliar melonjak drastis menjadi Rp244.572.715.955,30 pada tahun 2025. Pertumbuhan sebesar Rp59,9 miliar ini membawa realisasi PAD menyentuh angka 105,96% dari target yang ditetapkan, atau mengalami surplus sebesar Rp13,7 miliar dari target.


Kepala BPKAD Jembrana I Gede Gusdiendi, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif pimpinan dalam melakukan konsolidasi dan koordinasi rutin. Bupati dan Wakil Bupati secara langsung memimpin Tim Optimalisasi Penerimaan PAD yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu PAD dan pemangku kepentingan terkait.

“Pimpinan secara rutin mengevaluasi langsung capaian realisasi di lapangan. Dengan keterlibatan aktif pimpinan, permasalahan yang dihadapi dapat terurai dan segera mendapatkan solusi,” ujar Gusdiendi , minggu ( 22/2).

Ia menambahkan, Bupati memberikan arahan tegas pada tiga poin utama. Pertama soal Integritas:, Menekankan kejujuran dalam pengelolaan dan pemungutan PAD.

Kedua Akselerasi Digital dengan memperluas sistem pembayaran elektronik (e-retribusi) untuk transparansi.

Terakhir , soal pemutahiran Data. Melakukan validasi data potensi riil untuk mempermudah proses penagihan yang lebih akurat.

Peningkatan PAD ini diharapkan menjadi modal kuat bagi Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk mempercepat visi misi serta mendukung program-program yang langsung menyentuh kepentingan rakyat kecil. ( Gustra )


Bupati Kembang: Tanamkan Adat dan Budaya Dresta Bali Sejak Dini 

Garudaxpose.com l Jembrana Bali –Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, didampingi Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, serta Bunda PAUD Jembrana, Ny. drg. Ani Setiawarini Kembang Hartawan meresmikan Pratama Widyalaya (PW) Paramartha Widya Kumara yang berlokasi di Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, pada Sabtu (21/2).

Pratama Widyalaya (PW) merupakan satuan pendidikan formal setingkat Pendidikan Anak Usia Dini PAUD atau TK yang berciri khas agama Hindu di bawah naungan Kementerian Agama yang merupakan bagian dari sistem pendidikan Widyalaya dengan memadukan kurikulum umum dan pendidikan agama Hindu secara berjenjang.

Bupati Kembang Hartawan menekankan bahwa pembangunan fisik sekolah hanyalah sarana. Fokus utamanya adalah investasi jangka panjang pada sumber daya manusia.

“Jadi kita belajar tidak hanya membaca dan menghitung, tetapi juga belajar bagaimana menanamkan karakter jati diri pada anak-anak kita. Dan kita mulai dari taman kanak-kanak,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas semangat gotong royong masyarakat Desa Yeh Sumbul dan Yayasan Dwi Jnana Paramartha yang bergerak cepat dalam mewujudkan fasilitas pendidikan ini.

“Mudah-mudahan apa yang kita canangkan, pendidikan di Jembrana ini ke depan jauh lebih baik. Tentu kita ingin punya generasi emas, generasi masa depan, generasi pemimpin yang punya budi pekerti yang baik, punya karakter yang baik, juga untuk bisa mempertahankan adat, tradisi, budaya, agama Dresta Bali,” harap Bupati Kembang.

Sementara itu, Ketua Yayasan Dwi Jnana Paramartha, Ni Sayu Putu Eni Ernawati, mengungkapkan bahwa berdirinya TK ini berawal dari semangat ngayah dan aspirasi krama Desa Adat Yeh Sumbul akan pentingnya pendidikan usia dini berbasis agama Hindu.

“Harapan kami, pilar pendidikan agama Hindu dapat berkolaborasi dengan perkembangan teknologi. Ini adalah upaya menyiasati gempuran zaman dengan menanamkan nilai-nilai positif berdasarkan Dharma sejak dini,” jelas Eni Ernawati.

Kehadiran Pratama Widyalaya Paramartha Widya Kumara mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat setempat. Hal ini terbukti dari jumlah pendaftar yang melampaui prediksi awal.

“Awalnya kita sediakan hanya 32 kursi, tapi ternyata pendaftar mencapai 45 anak. Untuk memfasilitasi semua anak, kita gunakan ruang guru sebagai ruang kelas,” tutupnya. (Gustra)


Bupati Pastikan Pemkab Jembrana Siap Berkolaborasi Pembangunan RSU Adhyaksa Pekutatan

Garudaxpose.com l Jembrana Bali –Pemerintah Kabupaten Jembrana menegaskan komitmennya untuk terus mendukung setiap tahapan pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Adhyaksa Bali di Kecamatan Pekutatan.

Dalam berbagai kesempatan saat kordinasi via zoom meeting hingga pertemuan tindaklanjut, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyatakan sikap sangat terbuka dan menyambut hangat realisasi pembangunan Rumah Sakit Adhyaksa di Kecamatan Pekutatan.

Menurutnya, pemilihan lokasi di Pekutatan sangat strategis dan tepat sasaran mengingat kawasan tersebut diproyeksikan sebagai pusat pengembangan pariwisata masa depan di Jembrana.

” Saya meyakini RSU Adhyaksa akan menjadi pilar kesehatan penting yang tidak hanya melayani warga Jembrana, tetapi juga menjangkau saudara-saudara kita di penyangga kabupaten lain, seperti Tabanan Barat hingga Buleleng bagian Selatan.

Ini juga penting demi terwujudnya pemerataan akses kesehatan yang nyata di Bali Barat,” ujar Bupati I Made Kembang Hartawan dihubungi sabtu (21/2)

Dalam proses perencanaannya, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan secara aktif memberikan masukan strategis guna memastikan pembangunan RSU Adhyaksa Bali memenuhi standar pelayanan publik yang tinggi.

Bupati Kembang memberikan penekanan khusus pada aspek kenyamanan pasien serta pengaturan tata ruang yang fungsional, termasuk ketersediaan kantong parkir yang memadai. Hal ini dianggap krusial mengingat lokasi rumah sakit berada tepat di sisi jalan nasional Denpasar-Gilimanuk .

” jalur ini cukup ramai sebagai jalur utama logistik dan transportasi padat. Sehingga perencanaan akses keluar-masuk yang matang perlu diperhitungkan demi keamanan bersama, ” ucap Kembang Hartawan.

Lebih lanjut, Kembang Hartawan menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit ini merupakan motor penggerak ekonomi yang akan memberikan daya dukung besar bagi penyerapan tenaga kerja lokal. Ia berharap RSU Adhyaksa menjadi motor penggerak penyerapan tenaga kerja bagi putra-putri Jembrana, baik di bidang medis maupun administratif.

” Kami mendorong percepatan pembangunan agar rumah sakit ini segera beroperasi dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta penguatan infrastruktur penunjang pariwisata daerah, ” terangnya .

Dengan luas bangunan mencapai 16.945,7 m² yang terdiri dari 5 lantai dan 1 lantai semi-basement, RSU Adhyaksa akan menjadi pusat layanan medis lengkap sekaligus Penyangga Kesehatan di wilayah Timur Jembrana. Fasilitas ini mencakup layanan IGD, Rawat Jalan, Rawat Inap, serta penunjang seperti Laboratorium dan Radiologi.

“Kedepan rumah sakit ini menjadi ‘oase’ kesehatan bagi warga Pekutatan dan Mendoyo. Kami akan terus mendampingi agar standar pelayanannya nanti selaras dengan visi Jembrana dalam meningkatkan derajat kesehatan dan pelayanan bagi masyarakat,” pungkas Kembang Hartawan . ( Gustra)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabar Duka, Tokoh Masyarakat Desa Sumur Bandung H. Johari bin H. Rebo Tutup Usia: Warga Sumur Bandung Berduka dan Antarkan dengan Doa
Gubernur Koster Inginkan Kolaborasi Riset Perguruan Tinggi se-Bali
Walikota Denpasar Tetapkan Sanur Bali Sebagai Kawasan Rendah Emisi
DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Dinilai “Cuci Tangan” dan Lempar Tanggung Jawab ke Pemkab
Luka di Era Modern: Pengeroyokan di Situ Cikedal Menguji Ketegasan Aparat dan Komitmen Kantor Hukum PKBB & Partner Dampingi Korban
Diduga Ratusan Tiang internet Sudah Diturunkan Tanpa Izin Lingkungan
Babinsa Taro Hadiri Bulan Bahasa Bali VIII, Perkuat Pelestarian Aksara Dan Sastra Bali
Kadisnaker Lumajang: Perusahaan Telat atau Tak Bayar THR Terancam Denda 5 Persen dan Sanksi Administratif

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 12:58 WIB

Kabar Duka, Tokoh Masyarakat Desa Sumur Bandung H. Johari bin H. Rebo Tutup Usia: Warga Sumur Bandung Berduka dan Antarkan dengan Doa

Minggu, 22 Februari 2026 - 09:59 WIB

Bupati Kembang: “Jangan Main-main Pajak, Tutup Rapat Celah Kebocoran!”

Minggu, 22 Februari 2026 - 08:37 WIB

Walikota Denpasar Tetapkan Sanur Bali Sebagai Kawasan Rendah Emisi

Minggu, 22 Februari 2026 - 06:26 WIB

DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Dinilai “Cuci Tangan” dan Lempar Tanggung Jawab ke Pemkab

Minggu, 22 Februari 2026 - 04:32 WIB

Luka di Era Modern: Pengeroyokan di Situ Cikedal Menguji Ketegasan Aparat dan Komitmen Kantor Hukum PKBB & Partner Dampingi Korban

Berita Terbaru