Wujudkan Transportasi Ramah Lingkungan, Dukung Pariwisata Berkelanjutan.
Garudaxpose.com | Denpasar – Bali – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara secara resmi menetapkan Sanur, Denpasar sebagai Kawasan Rendah Emisi (KRE). Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Walikota Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penyepenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan di Kawasan Rendah Emisi Sanur. Pencanangan zona pariwisata rendah emisi yang mewilayahi Desa Sanur Kaja, Desa Sanur Kauh, Desa Adat Sanur dan Desa Adat Intaran ini dilaksanakan dengan pelepasan Burung Dara serta pemotongan pita di Sanur Seaside Denpasar, Sabtu (21/2).
Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat mencanangkan Sanur, Denpasar sebagai Kawasan Rendah Emisi (KRE) dengan pelepasan Burung Dara serta pemotongan pita di Sanur Seaside Denpasar, Sabtu (21/2).
Dalam kesempatan yang sama, turut dilaksanakan penandatanganan serah terima pengelolaan Shuttle Listrik dan Kesepakatan Bersama antara World Resources Institute (WRI) Indonesia dengan Pemerintah Kota Denpasar. Turut hadir Perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Forkopimda Kota Denpasar, serta pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut menjelaskan, Kawasan Sanur merupakan jantung pariwisata Kota Denpasar. Karenannya, keberadaanya harus terus dijaga guna menjaga kualitas dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan. “Sanur adalah wajah pariwisata Denpasar. Penataan transportasi dan pengendalian emisi menjadi prioritas agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas lingkungan dan kenyamanan warga,” ujar Jaya Negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikatakannya, keberlanjutan pariwisata di Sanur merupakan tanggung jawab bersama. Sehingga, pencanangan Sanur sebagai kawasan rendah emisi menjadi penting untuk dilaksanakan. Mengingat, dengan adanya aturan rendah emisi ini, maka secara otonatis lalu lintas, angkutan dan lainya akan menjadi lebih tertata rapi.
“Kami bersyukur, masyarakat lokal memberikan dukungan penuh, pertama kita sudah tata Jogging Track, dilanjutkan dengan drainase dan trotoarisasi, shuttle listrik dan kini adalah tata kelola yang rendah emisi, semoga kedepan Sanur terus tumbuh dan berkembang, serta terus menjaga kualitas dengan berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal masyarakat,” ujar Jaya Negara.
Bendesa Adat Intaran Sanur, I Gusti Agung Alit Kencana, menilai penataan Kawasan Rendah Emisi mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Dimana, dalam proses perencanaan teknis, Pemerintah Kota Denpasar, Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Desa Adat dan BUPDA Intaran didukung oleh World Resources Institute (WRI) Indonesia. “Kawasan sekarang lebih tertib dan nyaman. Dengan adanya 12 unit shuttle listrik seperti Shuttle Intaran, kepadatan kendaraan pribadi berkurang. Trotoar yang diperbaiki dan lampu penerangan yang lebih baik juga membuat masyarakat dan wisatawan lebih leluasa berjalan kaki,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan aktivitas pejalan kaki turut berdampak positif bagi pelaku usaha lokal. Terutama kawasan yang semakin rapi, tertata dan menciptakan ekosistem ekonomi dan pariwisata berkelanjutan. “Pedagang dan artshop di pinggir jalan merasakan kawasan jadi lebih hidup. Karena orang lebih banyak berjalan kaki, mereka lebih nyaman untuk berhenti, melihat-lihat, dan berbelanja. Ini menunjukkan penataan kawasan rendah emisi juga mendukung perputaran ekonomi lokal,” ungkapnya.
Country Director WRI Indonesia, Nirarta Samadhi, menyampaikan bahwa KRE perlu dirancang dengan prinsip keadilan akses. “Kawasan Rendah Emisi harus memastikan semua orang tetap dapat bermobilitas secara adil dan terjangkau, termasuk warga lokal, pelaku usaha kecil, dan pekerja sektor pariwisata. Karena itu, desain kebijakan harus inklusif dan memberi ruang partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya skema pembiayaan yang inovatif agar kebijakan ini dapat dilakukan dalam jangka panjang. “Keberlanjutan kawasan rendah emisi membutuhkan pembiayaan kreatif, baik melalui kemitraan dengan sektor swasta maupun penguatan model bisnis angkutan umum ramah lingkungan.” kata Nirarta.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, menjelaskan bahwa setelah Perwali ini ditetapkan, Dinas Perhubungan Kota Denpasar akan menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) sebagai turunan operasional kebijakan. RAD tersebut akan menjadi acuan implementasi teknis bagi perangkat daerah, desa adat, dan pelaku usaha dalam menjalankan KRE Sanur.
Pihaknya berharap, dengan kolaborasi lintas sektor, Kawasan Rendah Emisi Sanur diharapkan menjadi model penataan mobilitas berkelanjutan di Bali, sekaligus mendukung komitmen Bali menuju emisi nol bersih. “Kami akan memastikan implementasi KRE dilakukan secara bertahap, mulai dari rekayasa lalu lintas, penyediaan infrastruktur pendukung seperti jalur sepeda dan pedestrian, hingga integrasi dengan transportasi umum. Semua dirancang berbasis data dan kajian teknis, didukung oleh WRI Indonesia,” jelasnya. (Ags/Tra).
Sekda Eddy Mulya Hadiri Perayaan Imlek INTI Bali 2026
Garudaxpose.com | Denpasar – Bali – Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya didampingi Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya menghadiri Perayaan Imlek 2577 Tahun 2026 dan tampak hadir pula Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, penglingsir puri, pemuka agama, pengurus INTI se-Bali, serta undangan lainnya, di Hongkong Garden Restaurant, pada Jumat (20/2) malam.
Ket. Foto : Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya didampingi Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya saat menghadiri Perayaan Imlek 2577 Tahun 2026 di Hongkong Garden Restaurant, pada Jumat (20/2) malam.
Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Tahun 2026 kepada seluruh masyarakat yang merayakan. Eddy Mulya menyebut, Pemerintah Kota Denpasar sangat fokus dalam merangkul keberagaman yang dapat memperkaya Kota Denpasar sebagai kota berbudaya dalam spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau menyama braya (persaudaraan) dan juga meneguhkan Denpasar sebagai Kota Toleransi.
“Ini merupakan implementasi spirit kolaborasi dan toleransi dalam menjaga keberagaman. Berbagai kebudayaan dari etnis yang ada di kota Denpasar dan berharap kedepannya agar tali persaudaraan ini dapat terus terjalin sehingga kita dapat bersama-sama membangun Kota Denpasar yang lebih maju,” kata Eddy Mulya.
Sementara Ketua Panitia Perayaan Imlek 2577/2026 Keluarga Besar Inti, Aeni Riawati dalam sambutannya mengatakan perayaan Imlek 2577 Tahun 2026 kali ini mengambil tema Satu Langkah, Banyak Warna, Merajut Kebersamaan. Lebih lanjut, perayaan ini sendiri merupakan salah satu program unggulan dari INTI, dan tahun ini juga bertepatan dengan Hut Kota Denpasar ke-238 Tahun. “Semoga rangkaian kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan toleransi serta memberi makna, kemakmuran, dan mampu memberi manfaat bagi kita semua,” ungkap Aeni Riawati. (Arm/Tra).
HUT Kota Denpasar, TP PKK Ajak Warga Peduli Lingkungan Lewat Talk Show
Garudaxpose.com | Denpasar – Bali – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar, Tim Penggerak PKK Kecamatan Denpasar Selatan bekerja sama dengan ICON Mall Bali dan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) menggelar talk show bertema “Dari Diri Rawat Bumi” di Cultural Stage ICON Bali Mall, Sabtu (21/2).
Talk show ini mengangkat isu darurat sampah yang tengah dihadapi Kota Denpasar dengan menghadirkan narasumber inspiratif, yakni Suzy Hutomo selaku CEO The Body Shop Indonesia, Robi Navicula musisi sekaligus aktivis lingkungan, serta Wayan Merta Pengelola Sampah Desa Sanur Kauh.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris I Tim Penggerak PKK Kota Denpasar sekaligus Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, bersama Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Suwandewi Eddy Mulya.
Dalam kesempatan ini, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa memberikan apresiasi kepada TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan atas terselenggaranya talk show “Dari Diri Rawat Bumi”.
Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah, dimulai dari diri sendiri. “Denpasar saat ini sedang menghadapi darurat sampah. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin sadar untuk melakukan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan adanya talk show ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya memilah sampah demi menjaga kelestarian bumi serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Denpasar Selatan, Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara, mengatakan bahwa berbagai regulasi terkait pengelolaan sampah telah diterbitkan pemerintah. Namun, timbulan sampah masih tetap terjadi karena persoalan utama berada di sumbernya.
“Karena itu, melalui talk show ini kami ingin mendorong penyadaran kepada masyarakat, khususnya perempuan, agar mulai mengurangi sampah dari aktivitas sehari-hari. Misalnya dengan membawa tumbler, tas belanja sendiri, tidak menggunakan sedotan plastik, serta meminimalisir sampah saat membeli atau membungkus makanan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi TPS3R serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah. Saat ini tingkat kesadaran diperkirakan baru mencapai 30 persen dan diharapkan dapat meningkat menjadi 40 hingga 50 persen, bahkan 100 persen melalui edukasi berkelanjutan. Selain itu, disiplin di lingkungan kerja, komunitas, serta penerapan sanksi dan sosialisasi juga menjadi bagian dari upaya bersama pasca talk show ini.
Camat Denpasar Selatan, Ida Bagus Made Purwanasara, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat memulai perubahan dari diri sendiri.
“Kita mulai dari rumah tangga, lingkungan sekitar, hingga perusahaan. Seluruh masyarakat harus bekerja sama dalam mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan, terlebih saat ini Kota Denpasar sedang mengalami darurat sampah,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah, swasta, komunitas, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam mewujudkan Denpasar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Ayu/Tra)
Lomba Mancing “Strike Solid Aparatur” Meriahkan HUT Ke-238 Kota Denpasar
Garudaxpose.com | Denpasar – Bali – Lomba mancing antar OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar bertajuk Strike Solid Aparatur digelar Pemerintah Kota Denpasar berlangsung meriah dan dilaksanakan masih dalam rangkaian HUT ke-238 Kota Denpasar, acara ini dihadiri langsung Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya serta para pimpinan OPD lainnya, di kawasan Embung Sanur, Sabtu (21/2) pagi.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, usai membuka kegiatan ini mengatakan, Strike Solid Aparatur, sengaja dilaksanakan guna meningkatkan kekompakan dan solidaritas para aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Kami selaku Pemerintah Kota Denpasar akan turut serta mendukung kegiatan-kegiatan positif yang ada di masyarakat baik dalam bentuk budaya dan hobi,” katanya.
Arya Wibawa juga berharap lomba ini akan menjadi potensi rekreasi dan ekonomi kreatif yang ada di Kota Denpasar. Hal ini sejalan dengan salah satu upaya Pemkot Denpasar untuk mengembangkan sektor lainnya di luar sektor pariwisata. “Kami berharap kegiatan lomba mancing ini akan menjadi wadah rekreasi dan menyalurkan hobi, dan yang lebih penting adalah menjaga kekompakan dan solidaritas antar pegawai,” ungkap Arya Wibawa.
Sementara itu, Ketua Panitia acara yang juga Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana mengungkapkan, kegiatan lomba mancing ini melibatkan seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Hal ini disengaja untuk semakin memeriahkan rangkaian hari jadi Kota Denpasar. Adapun pemenang lomba ini ditentukan dengan cara menghitung jumlah ikan yang didapat para peserta selama 120 menit. Peserta dengan jumlah ikan terbanyak akan keluar sebagai juara. “Semua pimpinan OPD hadir dan terlibat acara ini. Harapannya semoga dengan kegiatan ini solidaritas para pegawai akan semakin meningkat,” katanya. (Win/Tra).
Walikota Cup Jadi Ajang Kompetisi Wujudkan Atlet Sehat, Kuat dan Berprestasi
Garudaxpose.com | Denpasar – Bali – Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mewakili Walikota Denpasar membuka secara resmi gelaran Walikota Cup XVI Tahun 2026 yang ditandai dengan pelepasan Balon Tri Daty dan penyerahan bola kepada wasit di Lapangan Kompyang Sujana Denpasar, Sabtu (21/2) Setelah resmi dibuka, Walikota Cup XVI kali ini turut menghadirkan pertandingan sepak bola persehabatan antara Perseden Denpasar U-17 melawan SMA N 6 Denpasar.
Ket foto : Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mewakili Walikota Denpasar saat membuka secara resmi gelaran Walikota Cup XVI Tahun 2026 yang ditandai dengan pelepasan Balon Tri Datu dan penyerahan bola kepada wasit di Lapangan Kompyang Sujana Denpasar, Sabtu (21/2).
Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira serta segenap Anggota DPRD Kota Denpasar, Ketua Umum KONI Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan, Ketua Umum KONI Kota Denpasar, I Putu Yudi Atmika, Pimpinan OPD serta para atlet yang akan berlaga.
Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya memberikan apresiasi atas pelaksanaan Walikota Cup XVI Tahun 2026. Hal ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkot Denpasar dalam melaksanaan pembinaan atlet muda untuk meningkatkan prestasi. “Penyelenggaraan Walikota Cup merupakan wahana dan sarana untuk memotivasi masyarakat untuk berkompetisi agar lahir atlet muda berbakat di Kota Denpasar,” ujarnya.
Eddy Mulya berharap ajang Walikota Cup menjadi wahana untuk membumikan olahraga. Terlebih, hasil Walikota Cup akan menjadi acuan dalam mendukung optimalisasi atlet Kota Denpasar yang akan berlaga pada Porprov Bali. Sehingga secara berkelanjutan dapat mendulang prestasi baik skala lokal, nasional hingga internasional. “Kami menekankan kepada para panitia, wasit dan atlet agar memanfaatkan ajang ini sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas olahraga di Denpasar yang bermuara pada pembinaan dan peningkatan preastasi,” ujar Eddy Mulya.
Sementara, Ketua Umum KONI Kota Denpasar, I Putu Yudi Atmika mengatakan bahwa Walikota Cup XVI mengusung tema bersama membangun jiwa militansi menuju atlet Denpasar sehat, kuat dan berprestasi. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah serta KONI Kota Denpasar dalam membangun sepirit kelolahragaan yang berbasis pada pembinaan dan peningkatan prestasi.
Dikatakannya, kegiatan ini juga merupakan rangkaian HUT ke-238 Kota Denpasar yang juga menjadi ajang seleksi pembentukan difinitif yang akan mengikuti Poprov Bali. Dimana, pada pelaksanaannya kali ini, Walikota Cup diikuti oleh sebanyak 55 Cabang Olahraga, 31 Venue Pertandingan, 629 Nomor Pertandingan dan lebih dari 3.500 atlet yang akan berlaga. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Denpasar yang telah memberikan dukungan terhadapat pelaksanaan kegiatan ini yang dibarapkan dapat mendukung kemajuan olahraga di Kota Denpasar,” ujarnya. (Ags/Tra).













