Forum Masyarakat Upang Djaya Bersatu Meminta Keadilan Kepada ATR/BPN Provinsi Sumsel Kenapa Sampai Saat Ini 90 Sertifikat Warga Tak Kunjung Diberikan

- Penulis

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Palembang, – Forum Masyarakat Upang Djaya Bersatu menggelar aksi damai di Kantor ATR/BPN Provinsi Sumatera Selatan, untuk meminta Keadilan dengan ATR/BPN Kabupaten Banyuasin, mengapa sampai hari ini tidak kunjung meberikan sertifikat masyarakat sebayak 90 Sertifikat hingga hari ini. Rabu (18/02/26).

Aksi massa yang di motori oleh Mukri, Reza dan Dasri secara bergiliran melakukan orasi di Kantor
ATR/BPN Provinsi Sumatera Selatan, mengatakan,”PRONA (Proyek Operasi Nasional Agraria) adalah program sertifikasi tanah massal gratis dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk membantu masyarakat menengah ke bawah memperoleh sertifikat tanah sah,”ujar Mukri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini bertujuan mempermudah legalisasi aset, mengurangi sengketa, dan menertibkan administrasi pertanahan dengan biaya yang disubsidi APBN.

Adapun poin penting mengenai PRONA tersebut sbb ;

1.Tujuan: Memberikan kepastian hukum atas tanah, meningkatkan ekonomi, dan memfasilitasi golongan ekonomi lemah.

2.Biaya: Biaya pengukuran dan sertifikasi ditanggung APBN. Namun, Peserta tetap menanggung biaya pra-sertifikasi seperti patok batas, meterai, dan BPHTB/PPh jika terutang.

3.Sasaran: Pemilik tanah yang belum memiliki bukti sah, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.

4.Syarat Umum: KTP, KK, Bukti Penguasaan Tanah (Girik/Letter C), Surat Pernyataan Sengketa, dan Bukti bayar PBB.

5.Perbedaan dengan PTSL: Prona umumnya lebih berfokus pada tanah yang sudah terdaftar tetapi belum bersertifikat, sedangkan PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) lebih sisternatis dan mencakup wilayah yang lebih luas.

”Proses pengajuan biasanya dilakukan secara berkelompok melalui desa/kelurahan yang menjadi lokasi target BPN,”tambahnya.

Berkenaan dengan PRONA,” Kami Warga Desa Upang Jaya Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Meminta Keadilan dengan ATR/BPN Kabupaten Banyuasin, Mengapa sampai hari ini tidak kunjung meberikan sertifikat masyarakat sebayak 90 Sertifikat hingga hari ini.

Problem yang berlarut-larut ini, memaksa kami untuk mengadukan permasalahan ini kepada Kanwil ATR/BPN Provinsi Sumatera Selatan, Dan Polda Sumsel Untuk Mengkonfirmasi serta mengklarifikasi ke ATR/BPN Kabupaten Banyuasin, Adanya dugaan” Penggelapan”, hingga kini sertifikat tanah rakyat sebayak 90 setifikat yang belum diberikan hingga kini.

Berdsarkan hal tersebut kami dari Forum Masyarakat Upang Djaya Bersatu, Menyatakan Sikap dan meminta ART / BPN Prov. Sumsel sbb ;

2.Mendesak Kepada Bapak Kanwil ATR/BPN Sumatera Selatan, Untuk Mengusut Tuntas Problem Dugaan Penggelapan 90 Sertikat Tanah Masyarakat Desa Upang Jaya, Oleh ATR/BPN Kabupaten Banyuasin Yang Sampai hari ini tidak kunjung diberikan oleh ATR/BPN Kabupaten Banyuasin Kepada Masyarakat Desa Upang Jaya, Terhitung dari Tahun 2022 s/d Sekarang.

2.Mendesak Kanwil ATR/BPN Provisi Sumsel untuk mengkonfirmasi Ke ATR /BPN Kabupaten Banyuasin, Untuk Segera menyerahkan 90 Sertifikat Masyarakat Desa Upang jaya Segera.

Aksi massa di terima oleh, Padila Fikri Kasi Bidang Sengketa ATR / BPN Provinsi Sumatera Selatan yang mengatakan kami akan meminta konfirmasi dengan pihak ATR / BPN Banyuasin apa permasalahanya, dan kami akan memflow up terkait sertifakat 90 warga yang belum di berikan.

Usai melakukan aksi massa di Kantor ATR / BPN Provinsi Sumsel selanjutnya Forum Masyarakat Upang Djaya Bersatu sambangi Mapolda Sumsel untuk melaporkan dugaan pengelapan tersebut, tetapi perwakilan Forum Masyarakat Upang Djaya Bersatu tersebut hanya di Konsultasi dengan Pihak Polda Sumsel,”dan di arahkan oleh Polda Sumsel untuk menyurati / konsultasi dengan Kementrian ATR / BPN,”tutup Mukri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TK Islam Tarbawi An Nahl Outbound di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya Palembang
Yayasan Sekolah Karya Ibu Secara Sah Berubah Nama, Berikut Beberapa Hal Disampaikan
Bantu Keuangan Negara, 568 Anggota Ormas APPM Ingin Berhenti Sebagai Penerima MBG
PERKUAT KINERJA DAN INTEGRITAS, KARUTAN PALEMBANG IKUTI PENGUATAN TUGAS DAN FUNGSI OLEH KAKANWIL DITJENPAS SUMSEL
KEPALA RUTAN KELAS I PALEMBANG HADIRI KEGIATAN KENAL PAMIT KAKANWIL DITJENPAS SUMATERA SELATAN
Wujud Kepedulian Sosial, Pegadaian Sumbagsel Kembali Gelar Program Mengetuk Pintu Langit
Hasibuan Mampu Tak Pernah Kendor Jaga Kebersihan Jalan Masyarakat Harapkan Perhatian Pemerintah Dan DRPD 
Cegah Stunting, Ny. Seniasih Giri Prasta Kampanyekan Gemar Makan Ikan

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:30 WIB

TK Islam Tarbawi An Nahl Outbound di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya Palembang

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:25 WIB

Yayasan Sekolah Karya Ibu Secara Sah Berubah Nama, Berikut Beberapa Hal Disampaikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:25 WIB

Bantu Keuangan Negara, 568 Anggota Ormas APPM Ingin Berhenti Sebagai Penerima MBG

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

PERKUAT KINERJA DAN INTEGRITAS, KARUTAN PALEMBANG IKUTI PENGUATAN TUGAS DAN FUNGSI OLEH KAKANWIL DITJENPAS SUMSEL

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:27 WIB

KEPALA RUTAN KELAS I PALEMBANG HADIRI KEGIATAN KENAL PAMIT KAKANWIL DITJENPAS SUMATERA SELATAN

Berita Terbaru