Brebes Siaga Penuh! Wabup Wurja Terjang Banjir, Pastikan Bantuan Darurat dan Benteng Tanggul Demi Keselamatan Warga yang Terkepung

- Penulis

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Photo) Wakil Bupati Brebes Wurja,SE di Tengah-tengah Banjir (Kamis,12/2/2026)

BREBES,GarudaXpose.com-Ketika langit Brebes menumpahkan murka dan bumi dibasahi air , Wakil Bupati Brebes, Wurja SE, tak tinggal diam. nahkoda yang menghadapi badai, beliau langsung tancap gas ke garis depan, menembus kepungan banjir untuk memastikan setiap detak jantung warganya selamat. Bukan hanya itu, instruksi cepat pembangunan tanggul darurat pun meluncur, sebagai perisai terakhir dari ancaman air yang terus mengintai. Kamis (12/2/2026) kemarin, adalah hari di mana Wurja membuktikan komitmennya; melesat bagai anak panah dari Kecamatan Losari, Wanasari, hingga ke jantung Jatibarang, menyalurkan uluran bantuan dan mengawal langsung penanganan di titik-titik paling krusial.

Di tengah genangan yang melumpuhkan, rombongan sang Wakil Bupati tak gentar. Ditemani Plh Sekretaris Daerah yang sigap, Kepala BPBD yang cekatan, serta Kepala DPSDAPR yang penuh perhitungan, mereka menyusuri empat desa di Kecamatan Losari yang kini menjelma danau dadakan: Randusari, Pekauman, Losari Kidul, dan Losari Lor. Pemandangan pilu rumah-rumah terendam dan warga yang mengungsi disambut Wurja dengan sentuhan kemanusiaan. Di sana, tangan-tangan dingin para petugas tak henti menyerahkan nasi bungkus hangat yang bagai oase di tengah dinginnya musibah, serta mie instan sebagai bekal bertahan. Tak hanya itu, Pemkab Brebes juga langsung mengucurkan pasokan karung-karung pasir, amunisi vital yang akan menjadi tulang punggung pembangunan tanggul darurat, membentengi desa-desa dari ancaman luapan air susulan yang kapan saja bisa datang. Ini bukan sekadar bantuan, melainkan janji bahwa warga Brebes takkan dibiarkan sendirian dalam perjuangan ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjalanan penuh peluh itu berlanjut, menembus jalan-jalan yang masih terendam, menuju Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari. Di sinilah jantung ketegangan lain berdetak: tanggul Sungai Pemali. Tanggul yang dulunya perkasa, gagah berdiri dengan jarak dua meter dari bibir permukiman warga, kini luluh lantak digerus ganasnya arus deras. Hanya tersisa sekitar setengah meter, sebuah garis tipis yang memisahkan kehidupan warga dari amukan air. “Tadi kita sudah koordinasi dengan instansi terkait agar secepatnya membuat tanggul darurat. Ini bukan pilihan, tapi keharusan, mengingat kondisi tanggul yang sudah sangat kritis,” tegas Wurja, raut wajahnya menyiratkan kekhawatiran yang mendalam namun juga tekad membaja.

Beliau menjelaskan dengan gamblang, bahwa tingginya curah hujan yang tak mengenal kompromi, ditambah peningkatan debit Sungai Pemali yang membuncah, telah menjadi biang kerok utama di balik abrasi tanggul yang kian mengkhawatirkan. “Kalau dulu masih menyisakan dua meter, tapi sekarang hanya tinggal setengah meter dari pemukiman warga. Ini jelas bahaya besar yang mengancam nyawa dan harta benda mereka,” tambahnya, suaranya terdengar penuh keprihatinan.

Tanpa membuang waktu sedetik pun, Wurja langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk segera mengerahkan segala daya upaya membangun tanggul darurat. Kayu dolken dan karung berisi pasir menjadi bahan dasar benteng sementara, diharapkan mampu menahan gempuran air. Menanggapi arahan yang begitu mendesak, Sekretaris DPU Brebes, Ismawan Nur Laksono, memastikan bahwa koordinasi untuk pengiriman material sudah berada di jalur cepat. “Tadi kita sudah koordinasi untuk mengirim tiga dump truk pasir atau tanah demi tanggul darurat, secepatnya akan meluncur ke lokasi,” jelas Nur Laksono, memastikan roda birokrasi berputar cepat di tengah krisis.

Petualangan tak berhenti di Wanasari. Sang Wakil Bupati beserta rombongan, yang tak kenal lelah, kembali tancap gas. Kali ini tujuan mereka adalah Dukuh Bayur, Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang. Di sini, ceritanya sedikit berbeda, namun duka yang sama melanda. Banjir yang melanda bukanlah isapan jempol, melainkan akibat hujan deras tak henti yang mengguyur Brebes pada Rabu (11/2/2026) malam. Kali Gondang, yang biasanya tenang, meluap tak terbendung, merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian yang bervariasi, dari 50 hingga 100 sentimeter. Air yang datang tiba-tiba pada Kamis dini hari sempat menciptakan kepanikan massal. Warga pun, dalam gelap dan dingin, berebut menyelamatkan barang-barang berharga mereka dari ancaman rendaman. “Air masuk begitu cepat, kami cuma sempat memindahkan barang-barang penting yang bisa diselamatkan,” cerita Suti (67), salah seorang warga terdampak, matanya menerawang jauh, mengenang momen-momen mencekam itu.

(Photo) Wakil Bupati Brebes pakai Rompi Hitam (kamis 12/2/2026)

Meskipun syukurnya air berangsur surut, pemerintah tetap menyerukan kewaspadaan tinggi. Potensi banjir susulan, dengan kondisi geografis dan curah hujan yang masih ekstrem, adalah ancaman nyata. Wakil Bupati Wurja, didampingi Kepala DPSDAPR, Sekretaris DPU Brebes, BPBD, Camat Jatibarang, PMI, dan Kepala Desa Bojong, sekali lagi terjun langsung, membaur dengan warga, memastikan bahwa setiap orang dalam keadaan aman dan bahwa langkah-langkah penanganan berjalan efektif. “Kami di sini untuk memastikan kondisi warga aman dan bahwa semua langkah cepat untuk penanganan telah dilakukan. Alhamdulillah, air sudah mulai surut, tapi kami tetap mengimbau masyarakat agar selalu siaga dan tidak lengah,” pungkas Wurja, suaranya menenangkan namun tegas.

Camat Jatibarang, Rade Andriana Younansyah, dengan jujur mengakui bahwa banjir di Dukuh Bayur ini adalah cerita lama yang berulang, bagai siklus tanpa henti setiap musim hujan akibat luapan Kali Gondang. “Setiap kali hujan deras datang, air sungai pasti meluap dan membanjiri permukiman warga. Kami bersama pemerintah desa dan para relawan yang luar biasa ini, akan terus berupaya maksimal melakukan langkah-langkah pencegahan, agar bencana ini tidak terulang lagi di kemudian hari,” janjinya, penuh harap. Ia menambahkan, para petugas dan relawan tak kenal lelah terus memelototi kondisi sungai, tak sedetik pun lengah, bersiaga penuh menghadapi kemungkinan terburuk, yakni peningkatan debit air yang bisa datang kapan saja. Perjuangan melawan alam di Brebes masih terus berlanjut (Red/II)

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Krisis Kemanusiaan di Brebes: Tanah Bergerak Luluhkan Sridadi, Warga Dievakuasi Cepat
Brebes Selatan Darurat Tanah Bergerak: Ratusan Rumah Hancur, Ribuan Jiwa Terancam Longsor Susulan!
Aktivis Lingkungan Tegas Minta Menteri LH Pidanakan Pemilik Gudang Kimia Pencemar Cisadane
Hari Pers Nasional dalam Bingkai Konstitusi
Kabel PLN Tersangkut Truk Trailer Lewat, Rumah Warga Ketarik Hingga mengalami Kerusakan Fatal
Apa Tidak Bahaya?: Tanggul di Kamar Kajang – Sumberwuluh di Tambang
Seorang Pelajar MTsN 1 Lumajang menjadi Korban Peluru Nyasar

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:59 WIB

Brebes Siaga Penuh! Wabup Wurja Terjang Banjir, Pastikan Bantuan Darurat dan Benteng Tanggul Demi Keselamatan Warga yang Terkepung

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:31 WIB

Krisis Kemanusiaan di Brebes: Tanah Bergerak Luluhkan Sridadi, Warga Dievakuasi Cepat

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:18 WIB

Brebes Selatan Darurat Tanah Bergerak: Ratusan Rumah Hancur, Ribuan Jiwa Terancam Longsor Susulan!

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:09 WIB

Selasa, 10 Februari 2026 - 03:41 WIB

Aktivis Lingkungan Tegas Minta Menteri LH Pidanakan Pemilik Gudang Kimia Pencemar Cisadane

Berita Terbaru