- Penulis

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo,Hj.Paramitha Widya Kusuma,SE

BREBES,GarudaXpose.com//–Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma menegaskan komitmennya untuk mengubah citra pertanian menjadi sektor modern, bergengsi, dan menguntungkan agar mampu menarik minat generasi muda. Penegasan itu disampaikan saat meninjau langsung panen perdana buah dan sayuran di greenhouse hortikultura premium milik Wakil Ketua DPRD Brebes, Heru Irawanto, Rabu (27/5/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bukti keseriusan Pemkab Brebes mendorong regenerasi petani di tengah krisis minat anak muda terhadap sektor pertanian. Paramitha menyebut inovasi Heru sebagai terobosan yang membuktikan Brebes tidak hanya bertumpu pada komoditas utama, tetapi juga mampu bersaing di pasar hortikultura bernilai tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Brebes mendorong pertanian modern sebagai profesi membanggakan dan menguntungkan bagi generasi muda.

Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma bersama Wakil Ketua DPRD Brebes Heru Irawanto.
Peninjauan panen perdana Rabu (27/5/2026), dilanjutkan pernyataan Heru kepada wartawan Sabtu (30/5/2026). Greenhouse hortikultura premium milik Heru Irawanto di wilayah Kabupaten Brebes.
Menghapus stigma pertanian sebagai pekerjaan tidak menjanjikan, sekaligus mempercepat regenerasi petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Melalui inovasi greenhouse berteknologi, edukasi terbuka, pelatihan langsung di lahan, hingga pemberian stimulan modal awal bagi milenial.

Di hadapan awak media, Paramitha mengapresiasi kualitas hasil panen yang dinilainya setara produk impor. Melon, tomat cherry, hingga sayuran daun yang dibudidayakan di greenhouse tersebut memiliki rasa manis, tampilan cantik, dan daya saing tinggi di pasar modern.

“Ini sebuah inovasi luar biasa yang membuktikan Brebes bisa maju di luar komoditas utama. Rasa buahnya manis, bentuknya cantik, dan bernilai jual tinggi. Semangat seperti ini yang harus menular ke generasi muda kita agar sektor pertanian kita terus beregenerasi,” ungkap Paramitha.

Ia menekankan, pertanian modern bukan lagi soal cangkul dan lumpur, melainkan soal teknologi, data, dan manajemen pasar. Dengan sistem tanam terkontrol, irigasi tetes, hingga pemasaran digital, anak muda bisa menjadikan pertanian sebagai karier utama dengan pendapatan kompetitif.

“Pertanian harus kita ubah citranya. Anak-anak muda perlu melihat bahwa bertani itu bisa modern, menguntungkan, dan membanggakan. Ketika teknologi diterapkan dan hasilnya berkualitas, maka pertanian akan menjadi pilihan karier yang menjanjikan,” tegasnya.

Sementara itu, Heru Irawanto menegaskan greenhouse miliknya dibangun sebagai pusat pembelajaran terbuka. Ia membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat, terutama milenial yang ingin belajar bertani tanpa harus memiliki lahan luas.

“Kami siap memberikan edukasi, pelatihan langsung di lahan, bahkan stimulan berupa modal awal bagi kaum milenial yang punya tekad kuat untuk mandiri di sektor pertanian,” kata Heru saat ditemui di kediamannya, Sabtu (30/5/2026).

Heru menepis anggapan bahwa bertani identik dengan kemiskinan. Ia mencontohkan budidaya melon premium yang hanya membutuhkan waktu 70 hari hingga panen. Dengan pola tanam intensif dan perawatan tepat, satu greenhouse berukuran 500 meter persegi mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah per musim tanam.

“Anak-anak muda jangan malu menjadi petani. Sekarang bertani itu bisa modern, bisa menghasilkan, dan punya masa depan yang jelas. Kami ingin menunjukkan bahwa dari sektor pertanian orang bisa mandiri dan sejahtera,” paparnya.

Tak hanya berorientasi bisnis, greenhouse tersebut juga mengembangkan sayuran rendah pestisida yang diproyeksikan menyuplai bahan pangan sehat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Brebes. Langkah ini sekaligus mendukung visi nasional mewujudkan generasi sehat dan cerdas.

Paramitha menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan pelaku usaha seperti yang dicontohkan Heru adalah kunci percepatan regenerasi petani. Pemkab Brebes, kata dia, tengah menyiapkan skema pendampingan dan akses pembiayaan bagi petani muda yang ingin mengadopsi pertanian presisi.

“Kita tidak bisa lagi menunggu. Kalau tidak diisi anak muda, 10 tahun lagi siapa yang akan menanam pangan kita? Karena itu, greenhouse seperti ini harus direplikasi di tiap kecamatan,” pungkasnya.***

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ibadah Waisak Berlangsung Khidmat dan Aman, Polresta Tangerang Beri Pengamanan Optimal
Pangdam XVIII/Kasuari Kunjungi Korem 182/JO : Tegaskan Disiplin, Profesionalisme dan Kepedulian Sosial
Pergencar Komsos TNI, Satgas Yonif 521/DY Pererat Keharmonisan dan Edukasi Pelayanan Kesehatan Gratis Bersama Masyarakat Distrik Napua
Polsek Cikupa Cek Kondisi Jembatan di Desa Talaga, Pastikan Aman Dilintasi Warga
DORONG REGENERASI PETANI, BUPATI PARAMITHA GAUNGKAN PERTANIAN MODERN SEBAGAI PROFESI BERGENGSI
Yadnya Kasada Suku Tengger, Tak Hanya Melarung Sesaji Namun Ada Edukasi Untuk Generasi Penerus
DLHK Sebut, Pajak Armada Menunggak, Akibat BPKB Terselif di BPKAD
Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Polres Jember Gelar Sosialisasi KUHAP Baru Bersama PPNS dan Kejaksaan

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:54 WIB

Ibadah Waisak Berlangsung Khidmat dan Aman, Polresta Tangerang Beri Pengamanan Optimal

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:16 WIB

Pangdam XVIII/Kasuari Kunjungi Korem 182/JO : Tegaskan Disiplin, Profesionalisme dan Kepedulian Sosial

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:55 WIB

Polsek Cikupa Cek Kondisi Jembatan di Desa Talaga, Pastikan Aman Dilintasi Warga

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:37 WIB

DORONG REGENERASI PETANI, BUPATI PARAMITHA GAUNGKAN PERTANIAN MODERN SEBAGAI PROFESI BERGENGSI

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:53 WIB

Berita Terbaru