- Penulis

Minggu, 17 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo,Doc.Ketua PSSI Kabupaten Brebes, Heri Fitriansyah Memberikan arahan dan SOP yang Benar (Minggu 17 Mei 2026)

BREBES,GarudaXpose.com//– Embun pagi masih menggantung di Stadion Karangbirahi saat lebih dari 60 sosok berbaju hitam mulai memadati lintasan, Minggu 17/5/2026. PSSI Kabupaten Brebes menggelar penyegaran Pengawas Pertandingan (PP) dan Wasit (Referee) yang diawali dengan keringat: lari memutari stadion sebagai ujian kebugaran. Agenda kemudian berlanjut ke ruang yang lebih teduh, Kantor PSSI Kabupaten Brebes di Komplek GOR Sasana Krida Adhi Karsa, untuk menyatukan langkah, menyamakan visi.

Kegiatan ini dihadiri Ketua PSSI Kabupaten Brebes Heri Fitriansyah, Komite Kompetisi Tri Boedy Hermanto, Komite Pengawas Pertandingan Nanang Raharjo, Bendahara PSSI Drs. Bambang Purwanto, serta sekitar 60 wasit dan PP se-Kabupaten Brebes. Untuk pertama kalinya sejak berpisah pada 2022, penyegaran PP dan wasit digelar bersama dalam satu tarikan napas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tes Fisik: Mengukur Nadi Kepemimpinan di LapanganTepat pukul 07.00 WIB,

peluit panjang memecah sunyi Karangbirahi. Puluhan langkah kaki berderap serempak mengitari lintasan. Ini bukan sekadar mengejar waktu, tapi menguji kesiapan jiwa dan raga. “Wasit dan PP harus dalam kondisi prima saat bertugas. Fisik yang segar adalah modal pertama sebuah keputusan yang adil. Tidak segar, jangan paksakan memimpin pertandingan,” tegas Ketua PSSI Brebes, Heri Fitriansyah, saat memimpin apel pagi. Baginya, peluit di tangan adalah amanah, dan amanah itu butuh tubuh yang kuat serta mental yang terjaga.

Arahan Komite Kompetisi: Meluruskan Alur, Menjaga Marwah Turnamen
Usai berpeluh, forum bergeser ke Kantor PSSI. Komite Kompetisi PSSI Brebes, Tri Boedy Hermanto, membentangkan peta jalan penyelenggaraan turnamen. Ia meluruskan dua jalur perizinan yang kerap jadi tanda tanya di lapangan.

“Pertama, rekomendasi PSSI terbit dulu baru urus ke Polsek. Kedua, Polsek keluar dulu baru ke PSSI. Keduanya sah, tidak ada yang keliru,” terang Tri Boedy dengan lugas.

Setelah rekomendasi dikantongi, panitia wajib mengetuk pintu Polres melalui Intelkam hingga turun perizinan dan sprint tugas personel keamanan dari Kapolres. “Sekarang panitia yang maju sendiri. Kecuali ada batu terjal, baru kami secara kelembagaan ikut mendorong dari belakang,” imbuhnya.

Soal lapangan, ia menegaskan SOP PSSI Brebes tetap jadi kiblat. “Arah lapangan menghadap kiblat atau membelakangi matahari bukan syarat mutlak. Yang kami ukur adalah kelayakan: luas, tinggi gawang, garis yang jujur. Karena dari garis yang lurus, lahir pertandingan yang lurus pula,” ujarnya. Ia juga menyinggung kondisi beberapa lapangan yang rusak akibat cuaca dan padatnya jadwal, sehingga verifikasi saat Technical Meeting menjadi wajib.

Tentang dana, Tri Boedy meluruskan prasangka. “Dana ini bukan untuk PSSI semata. Muaranya kembali ke panjenengan semua. Rekomendasi 3 juta, denda kartu kuning-merah, itu semua sudah kami buka di Raker kemarin. Tapi karena tidak semua telinga mendengar langsung, maka hari ini kami ulang. Termasuk soal tanggal. Banyak yang ingin menentukan hari sendiri, padahal kami punya SOP, punya ritme yang harus dijaga agar kompetisi tidak saling bertabrakan.”

Ketua PSSI Brebes: Tegak di Tengah Badai, Siap Sebelum Peluit Dibunyikan
Heri Fitriansyah kembali mengambil alih forum. Ia menyebut penyegaran bersama ini adalah pintu gerbang, bukan seremonial. “PP dan Wasit di Brebes baru berpisah jalan tahun 2022. Dulu terlalu lama disatukan. Sekarang, penyegaran adalah tiket. Siapa yang mau bertugas, harus lulus penilaian. Tidak ada jalan pintas menuju kewibawaan.”

Ia membaca zaman. Ekonomi sepak bola Brebes sedang naik daun. “Dari utara hingga selatan, turnamen tumbuh. Tahun 2020-an, gelora antar RT/RW meledak. Tahun 2026, kalender kita akan sangat padat. Ini harus dijawab dengan kekompakan, bukan saling tunjuk jari.”

Heri paham betul beratnya lencana di dada perangkat pertandingan. “Hari ini wasit dan PP seperti tembok yang paling mudah disalahkan. Tim kalah, yang dicari bukan evaluasi, tapi kambing hitam. Bahkan di level nasional, panasnya perebutan Liga 1, promosi, dan degradasi membuat sorotan ke perangkat pertandingan makin tinggi. Pesan saya: jangan gentar. Tegaklah. Pimpin dengan kepala dingin dan hati yang bersih. Jika kita tampil baik, Insyaallah kepercayaan masyarakat akan datang, setinggi tiang gawang yang kita jaga.”

Langkah nyata pun ia gariskan: “Daftar penugasan wasit harus sudah terbit H-7 sebelum laga. Pembatalan hanya boleh dua kali. Jangan ada lagi penunjukan mendadak. Pertandingan yang baik lahir dari persiapan yang matang, bukan dari keputusan di ujung waktu.”

Tak lupa, ia menitipkan maaf. “Raga saya mungkin jarang terlihat di pinggir lapangan karena kesibukan lain, tapi mata saya selalu di sana. Media sosial jadi jendela saya melihat Brebes. Kritik dan masukan, saya buka pintunya lebar-lebar. Saya tidak mengurangi aktivitas PSSI, hanya keterbatasan waktu yang kadang memaksa.”

Evaluasi dan Janji untuk Esok
Tri Boedy menutup dengan agenda ke depan. Evaluasi kegiatan akan dipimpin Bendahara PSSI Drs. Bambang Purwanto. “Pak Heri ingin lebih sering bertatap muka. Komisi Wasit dan Komisi PP akan hadir bersama, menjelaskan satu suara. Karena kesempatan menggelar turnamen di Brebes hari ini adalah anugerah yang harus kita jaga bersama.”

Nanang Raharjo selaku Komite Pengawas Pertandingan menambahkan, sinergi PP dan wasit adalah kunci. “Kita baru berpisah 2022, sekarang kita satukan lagi semangatnya. Di lapangan, PP dan wasit adalah satu tim yang menjaga pertandingan.”

Hadir dalam kegiatan:Ketua PSSI Kabupaten Brebes Heri Fitriansyah, Komite Kompetisi Tri Boedy Hermanto, Komite Pengawas Pertandingan Nanang Raharjo, Bendahara PSSI Kabupaten Brebes Drs. Bambang Purwanto, serta lebih dari 60 wasit dan pengawas pertandingan Kabupaten Brebes.

Pungkasnya:
Penyegaran ini bukan sekadar mengulang materi dan menguji langkah kaki di lintasan Karangbirahi. Ini ikrar bersama. Bahwa di tengah padatnya kompetisi 2026, 60 lebih wasit dan PP Brebes memilih untuk hadir dengan penampilan berbeda: lebih siap, lebih tegas, lebih jernih. Sebab marwah pertandingan tidak lahir dari peluit semata, tapi dari integritas mereka yang meniupnya. Dari keringat pagi itu, Brebes mengirim pesan ke seluruh penjuru lapangan: sepak bola yang bermartabat dimulai dari pemimpin pertandingan yang berwibawa. Dan mereka, hari ini, dengan satu suara menyatakan siap.red**

(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PSSI Brebes Gelar Penyegaran Wasit dan Pengawas Pertandingan, Tegaskan SOP Turnamen dan Siapkan Kompetisi 2026
Polsek Lumajang Kota Amankan Jalan Sehat Hardiknas 2026 di Stadion Semeru
Polsek Lumajang Kota Amankan Kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci 2026 di SMK Muhammadiyah Lumajang
Mental Baja di Titik Putih: Trisula Jipang Juara Soeratin U-13 Brebes, Duet Top Score Jadi Pembeda
Info Bali Soal Liga 4 Nasional dan Pelantikan Ketua Umum KONI Bali
8 Tim Pastikan Tiket Perempat Final Piala Suratin U-13 PSSI Brebes, Laga Panas 8 Besar Digelar Jumat di Stadion Karang Birahi
Perdana Tim Futsal AWPR, Uji Coba Kemampuan Fisik di Ayu Rejeki Park

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 05:05 WIB

PSSI Brebes Gelar Penyegaran Wasit dan Pengawas Pertandingan, Tegaskan SOP Turnamen dan Siapkan Kompetisi 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 04:57 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 - 02:55 WIB

Polsek Lumajang Kota Amankan Kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci 2026 di SMK Muhammadiyah Lumajang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:46 WIB

Mental Baja di Titik Putih: Trisula Jipang Juara Soeratin U-13 Brebes, Duet Top Score Jadi Pembeda

Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:05 WIB

Info Bali Soal Liga 4 Nasional dan Pelantikan Ketua Umum KONI Bali

Berita Terbaru

Olahraga

Minggu, 17 Mei 2026 - 04:57 WIB