BREBES,GarudaXpose.com//-Di tengah kepadatan awal arus mudik Idul Fitri 1447 H, Polda Jawa Tengah resmi menggeber layanan Valet Ride Mudik Gratis. Pelepasan kloter perdana dipimpin langsung Wakapolda Jateng Brigjen Pol. Latif Usman di Pos Pelayanan Nasmoco Klampok, Brebes, Jumat (13/03/2026). Upacara singkat itu menandai dimulainya operasi kemanusiaan yang menargetkan pemudik sepeda motor, kelompok paling rentan di jalur Pantura.
Turut mendampingi Kabid Propam Polda Jateng, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardiansyah, serta jajaran PJU Polres Brebes. Sejak pagi, antrean motor pemudik mulai memadati area pos. Petugas gabungan mengatur alur registrasi, pemeriksaan dokumen, dan penandaan kendaraan sebelum dimuat ke truk towing.
“Brebes dikenal sebagai titik lelah. Jarak ke Semarang masih lebih dari dua jam. Kalau dipaksakan dalam kondisi lelah, sangat berbahaya. Metode kami jelas: pengendara naik bus yang nyaman, motornya diangkut truk towing sampai Semarang,” tegas Brigjen Latif di sela pelepasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Skema Valet Ride dirancang sederhana. Pemudik mendaftar daring, datang ke Posyan, diverifikasi, lalu menerima nomor lambung untuk motor. Kendaraan dinaikkan ke truk dengan pengikat khusus, sementara pemiliknya diarahkan ke bus eksekutif yang berangkat bersamaan. Bagi yang belum sempat daftar, pos tetap membuka layanan go-show. “Hari pertama sudah 90 pemudik terdaftar online, dan kloter awal memberangkatkan 22 orang,” kata Latif. “Pemudik dari Jakarta atau Jawa Barat yang baru tahu saat melintas Brebes tetap kami terima. Justru mereka sasaran utama agar bisa istirahat dan melanjutkan perjalanan dengan aman.”
Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardiansyah menambahkan, layanan beroperasi setiap hari pada 13-19 Maret 2026 dengan tiga jadwal tetap: pukul 10.00, 13.00, dan 16.00 WIB. Di luar jam itu, petugas siaga menyesuaikan lonjakan di lapangan. “Fleksibel, menyesuaikan volume. Kalau antrean panjang, kami tambah ritase,” ujarnya.
Untuk mengurangi kejenuhan saat tunggu dan proses loading, Polres Brebes menyiapkan fasilitas gratis: ruang tunggu ber-AC, ruang laktasi, pos cek kesehatan dan relaksasi ringan, area bermain anak, serta musala bersih. Kopi, teh, dan air mineral juga disediakan di pojok layanan. “Kami ingin pemudik merasa di rumah. Nyaman menunggu, bugar melanjutkan perjalanan,” kata Lilik.
Di lapangan, tim teknis memastikan standar keselamatan: pengecekan tekanan ban dan rem sebelum motor dinaikkan, dokumentasi kondisi kendaraan, hingga pemberian tanda terima. Setiap bus dikawal petugas dan dilengkapi kotak P3K. Kanal informasi dibuka lewat papan jadwal, pengeras suara, serta grup pesan untuk update keberangkatan dan titik penurunan di Semarang.
Menurut Lilik, puncak arus mudik diprediksi mulai Sabtu hingga Rabu mendatang, seiring libur nasional. Ia mengimbau pemudik motor terutama yang menempuh rute jauh dari Jabodetabek menuju Jawa Tengah dan Timur memanfaatkan Valet Ride ketimbang memaksakan diri melintasi Brebes dalam kondisi lelah. “Keselamatan bukan soal cepat sampai, tapi sampai dengan selamat,” ujarnya.
Dengan kombinasi layanan gratis, prosedur ringkas, dan pendekatan humanis, Valet Ride diharapkan memangkas risiko kecelakaan di titik lelah Pantura. Bagi pemudik, ini bukan sekadar tumpangan, melainkan jeda aman untuk kembali fokus: tiba di kampung halaman bukan hanya cepat, melainkan selamat.red
(Agus)












