BREBES,GarudaXpose.com-Dalam budaya Jawa, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tapi laku hidup yang membawa aman, tenteram, dan manfaat bagi orang lain. Nama “Tambah Raharjo” mengandung filosofi kepemimpinan yang ideal: tumbuh secara kualitas dan membawa keselamatan lahir batin.
“Tambah” berarti bertumbuh secara kualitas, bukan hanya menambah program, tapi menambah kebermanfaatan dan keadilan. Sementara _”Raharjo”_ melambangkan keadaan selamat, tenteram, dan sejahtera. Kepemimpinan yang raharjo adalah yang meneduhkan namun tegas, menjaga martabat manusia dan etika pelayanan.
Dalam konteks kepemimpinan kesehatan, “Tambah Raharjo” menjadi gambaran pemimpin yang tumbuh tanpa gaduh, tegas tanpa melukai, dan berwibawa tanpa menakutkan. Pemimpin yang amanah, adil, dan membawa keselamatan menyeluruh bagi masyarakat. Mereka mampu menghadirkan rasa rahayu, yaitu keselamatan yang tidak hanya bebas dari penyakit, tapi juga bebas dari rasa takut dan ketimpangan layanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Refleksi budaya Jawa mengajarkan bahwa pemimpin sejati tidak meninggalkan kegaduhan, tapi ketertiban; tidak menanam ketakutan, tapi kepercayaan. Kepemimpinan kesehatan yang berjalan dalam semangat “Tambah Raharjo” akan menumbuhkan harapan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, filosofi “Tambah Raharjo” dapat menjadi inspirasi bagi para pemimpin kesehatan untuk menciptakan sistem kesehatan yang lebih baik, lebih adil, dan lebih menyejahterakan masyarakat. Karena, pada akhirnya, kepemimpinan yang baik adalah yang membawa kebaikan bagi semua orang.
Dalam implementasinya, kepemimpinan “Tambah Raharjo” dapat diwujudkan melalui beberapa hal, seperti:
– Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan fokus pada kebutuhan pasien, sehingga mereka merasa dihargai dan diutamakan.
– Meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan dengan memberikan lingkungan kerja yang nyaman, aman, dan mendukung, sehingga mereka dapat bekerja dengan optimal.
– Meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang beruntung, sehingga mereka dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas.
– Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya kesehatan, sehingga masyarakat dapat mempercayai sistem kesehatan yang ada.
Dengan menerapkan filosofi “Tambah Raharjo”, diharapkan sistem kesehatan dapat menjadi lebih efektif, efisien, dan berkeadilan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Selain itu, filosofi ini juga dapat menjadi landasan bagi para pemimpin kesehatan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat yang maksimal dari sistem kesehatan yang ada.
(Agus)












