GARUDAXPOSE.COM | PALEMBANG — Momentum Ramadan 1447 H menjadi panggung konsolidasi penting bagi puluhan aktivis lintas generasi di Sumatera Selatan. Bertempat di Pindang Yuk Pen Kampus, Palembang, Jumat (27/2/2026), para tokoh pergerakan ini sepakat merapatkan barisan dalam wadah baru bertajuk “Sumsel Bergerak: Solid, Kritis, dan Berintegritas.”
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa gerakan masyarakat sipil di Sumsel tetap terjaga. Kolaborasi antara figur senior dan aktivis muda ini dirancang untuk membangun kembali kepercayaan (trust) dalam mengawal isu-isu publik yang kian dinamis.
Sejumlah tokoh pergerakan hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Ir. Suparman Roman, Charma Afrianto, Sukma Hidayat, Yogi Bob, Johannes Firno, Reco Virnando, Chandra Anugerah,M.Harris,Martin chaniago,Pasaribu,Risky Pratama Saputra, hingga Diaz. Hadir pula representasi aktivis perempuan seperti Widya Astuti, Rizdiana, Mursida, serta sejumlah aktivis muda lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melawan Fragmentasi, Membangun Kemandirian
Ketua panita, Ramogers, SH, menegaskan bahwa silaturahmi ini adalah instrumen untuk menyatukan visi yang selama ini terfragmentasi. “Ramadan adalah pemersatu. Kita membangun kembali kepercayaan antar aktivis agar lahir gerakan yang solid untuk rakyat,” tegasnya.
Senada dengan itu, Dikky Lubay, mengingatkan pentingnya daya tawar kolektif. Menurutnya, aktivis tidak boleh berjalan sendiri-sendiri jika ingin berdampak pada kebijakan publik. “Soliditas ini modal sosial besar. Kita harus menjadi empati sosial di tengah perjuangan politik,” ujar Dikky.
Sementara itu, Ketum LAAGI, Sukma Hidayat, melihat sinergi ini sebagai jaminan kesinambungan. “Pengalaman senior adalah pijakan, energi anak muda adalah penggerak. Sinergi ini wajib agar gerakan tetap relevan,” cetusnya.
Kemandirian gerakan juga menjadi poin utama yang ditegaskan oleh Chandra Anugerah (Ketua DPW Kawali Sumsel). Ia mewanti-wanti agar gerakan ini murni demi kepentingan rakyat. “Kami akan kawal kebijakan secara objektif dan bertanggung jawab, tanpa titipan kelompok tertentu,” tegas Chandra.
Tawaran Sinergi Strategis untuk Pemprov Sumsel
Tokoh pergerakan senior, Ir. Suparman Roman, mengungkapkan bahwa diskusi ini memunculkan gagasan menarik terkait pola hubungan aktivis dengan pemerintah. Ia berharap sekat komunikasi yang selama ini ada dapat terbuka.
“Aktivis harus menjadi energi positif bagi pemerintah provinsi dalam melakukan percepatan pembangunan. Kami ingin mewujudkan visi Sumsel yang maju, adil, dan berkelanjutan,” jelas Suparman.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa forum ini tengah menyusun konsep strategis yang akan ditawarkan kepada Pemerintah Provinsi Sumsel dalam waktu dekat. “Kami harap pihak Pemprov merespon secara cepat dan kooperatif terhadap gagasan ini,” tambahnya.
Meskipun beberapa tokoh seperti Dr.H.Askolani Jasi ( Bupati Banyuasin) Dan Firdaus Hasbullah berhalangan hadir karena agenda publik, mereka tetap mengirimkan pesan dukungan melalui panitia.
Acara yang dipandu oleh Azuzet Jack di dampingi di Ismail Fahmi bersama jacklin,Yudha lubay ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk aksi berkelanjutan. “Ini adalah awal dari gerakan yang lebih terarah. Suara kami mungkin berbeda, tapi tujuan kami satu: Keadilan untuk Sumsel,” tutup Azuzet Jack.














