Randusanga Kulon Mengukir Sejarah: Launching Bank Sampah Rangkul Ceria, Melawan Krisis Lingkungan dengan Kreativitas dan Ekonomi Warga!

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, GarudaXpose. Com-Randusanga Kulon-Sebuah babak baru dalam upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dibuka lebar di Desa Randusanga Kulon dengan resmi diluncurkannya “Rumah Kreatif 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Bank Sampah Rangkul Ceria” pada Jumat, 13 Februari 2026. Acara yang meriah ini dipusatkan di kediaman Kepala Desa H. Afan Setiono, SE, dan Ny. Hj. Nur Isnawati, serta disambut dengan antusiasme yang membara dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk para siswa-siswi SD Randusanga Kulon yang penuh semangat.

Photo,Andriyani (Kabid LH) Lingkungan Hidup, Jum,at 13/2/2026

Pagi yang cerah itu diawali dengan sebuah aksi nyata yang inspiratif: seluruh peserta, tua dan muda, bersama-sama menggelar “jalan sehat sambil bersih-bersih”. Dimulai dari depan rumah Kepala Desa, mereka menyusuri jalanan desa, mengumpulkan setiap sampah yang tercecer. Momen ini bukan sekadar membersihkan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sesampainya di Balai Desa Randusanga Kulon, sampah-sampah yang terkumpul langsung ditimbang oleh Kepala Desa sendiri. Lebih istimewa lagi, sampah-sampah tersebut langsung dibeli, dan hasilnya akan menjadi tabungan perdana bagi Bank Sampah Rangkul Ceria. Sebuah metode jitu yang tak hanya sukses membersihkan lingkungan, tetapi juga secara langsung memberikan nilai ekonomis dan menanamkan motivasi bagi warga untuk terus berpartisipasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara puncak dilanjutkan dengan kehadiran Kabid Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Brebes, Ibu Indriayani, yang memberikan sambutan sekaligus secara simbolis membuka Launching Rumah Kreatif 3R Bank Sampah Rangkul Ceria. Dalam pidatonya yang penuh semangat, Ibu Indriayani tidak hanya mengapresiasi, tetapi juga memberikan perspektif yang mendalam. Ia menyoroti urgensi mitigasi pencegahan banjir dan longsor yang belakangan ini kerap melanda wilayah selatan Brebes, dan ironisnya, dampaknya terasa hingga ke utara. “Banjir itu adalah akibat dari ulah manusia. Kita-kita semua. Kenapa terjadi banjir? Kenapa terjadi tanah longsor? Itu sebenarnya adalah akibat dari ulah manusia kita-kita semua,” tegasnya. Pesan ini menjadi pengingat keras bahwa tindakan manusia memiliki konsekuensi langsung terhadap lingkungan.

Lebih lanjut, Indriayani secara khusus menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Kepala Desa yang telah sukses mewujudkan program ini. Menurutnya, inisiatif ini sangat sejalan dengan visi dan program Ibu Bupati Brebes, Ibu Hajah Paramita, dalam menanggulangi masalah sampah di masyarakat. “Kira-kira masalah sampah ini menjadi masalah atau baik-baik saja ibu-ibu? Baik-baik saja apa masalah?” tanyanya retoris kepada audiens, yang dijawab serentak “MASALAH!” “Tepat sekali,” lanjut Indriayani. “Masalah sampah menjadi masalah apabila tidak kita kelola. Tapi apabila sampah itu kita kelola, kita pilah, kita olah, sampah bisa menjadi berkah! Mari bersinergi bareng-bareng, kita mulai menata pengelolaan sampah di desa masing-masing.”

Edukasi menjadi poin penting dalam acara tersebut. Indriayani menjelaskan cara paling simpel dan efektif dalam mengelola sampah dari rumah, yaitu dengan memilahnya menjadi dua kategori: organik dan anorganik. “Kalau buang sampah di rumah, pisahkan jadi dua! Kalau sudah dari rumah dipisah, kan enak Bu, tinggal buang A ke tempat organik, ke tempat anorganik,” sarannya. Ia melanjutkan, “Sampah anorganik yang plastik, silakan dibawa ke bank sampah. Kemudian yang organik ini, Ibu-ibu kan masih punya tanah lahan yang masih luas atau Bapak, nggih? Tolong dibikinkan lubang biopori atau komposter. Pawuhan yang sampah-sampah organik, sisa-sisa sayuran, sisa makanan, kalau tidak punya ternak, tidak punya ayam, silakan dimasukkan ke dalam lubang. Nanti kalau sudah penuh, ditutup, baru sebelahnya. Jangka waktu 3 bulan sudah menjadi pupuk, bisa untuk media tanam. Bisa untuk menanam cabai, bayam, dan lain sebagainya,” jelasnya rinci.

Dengan nada yang ceria, ia menambahkan, “Bayangkan, kalau pas panen saat lebaran, harga cabai itu bisa mencapai Rp100.000! Lumayan kan, buat pendapatan dari ibu-ibu semuanya. Jadi, kalau pas lagi tidak punya duit, kalau mau masak bisa petik bayam di rumahnya, kasih garam sama bawang, sudah enak rasanya.” Ia juga menyentil humor, “Hasil sambal pecel tempe tahu itu kalau kita capek, nikmat tidak Bu? Nikmat banget!” Ini adalah solusi cerdas bagi para ibu rumah tangga untuk menghemat pengeluaran dan bahkan menghasilkan pendapatan tambahan dari hal yang sebelumnya dianggap tidak berguna. Ia menekankan bahwa tabungan dari sampah anorganik pun bisa diambil setahun sekali, dan hasilnya bisa jadi banyak.

Indriayani sempat mengeluh dengan nada bercanda, “Satu menit lagi katanya saya, soalnya kalau ngomong itu pasti lama banget ya, pengin ngobrol terus pada sampai jumpa mungkin itu dari saya.” Ia lantas mengakhiri sambutannya dengan mengucapkan terima kasih. “Saya selaku perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, mengucapkan terima kasih sekali atas kemauan, kesadaran, dan partisipasi semua pihak.”

Antusiasme warga dan komitmen pemerintah desa serta dukungan dari dinas terkait menjadi modal berharga bagi keberlanjutan program ini. Launching Rumah Kreatif 3R Bank Sampah Rangkul Ceria ini bukan sekadar peresmian, melainkan manifestasi nyata dari wujud cinta kepada tanah air, dan sebagai khalifah di bumi untuk melestarikan lingkungan. Diharapkan, program ini akan menjadi pionir dan inspirasi bagi desa-desa lain, mewujudkan Randusanga Kulon yang tidak hanya bersih dan sehat, tetapi juga mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Ini adalah langkah awal yang menjanjikan menuju masa depan yang lebih hijau dan sejahtera bagi seluruh warga desa (Red/II)

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Direktur PT CAG Temani Wamen PU PKP RI Kunjungan Di Palembang, Berikut Pokok Pembahasannya
SIRA Desak APH Turun Tangan, Diduga Aktivitas Galian Tanah Tidak Berizin (Ilegal) 
Ini Kata Kabid Pengawasan Disnakertrans Sumsel Terkait meninggalnya karyawan PT Putra Perkasa Abadi (PPA) di pertambangan PT Bukit Asam
Dugaan KKN Dana Bos dan PSG/PSB di SMAN 2 OKU, SMA 7 OKU, SMA 10 OKU, dan SMA 11 OKU Tahun 2023-2025, PST Laporkan ke Kejati Sumsel
TGCL ke-30 Pegadaian di Unila, Ruang Lahirkan Inovasi dan Wirausaha Muda
DPRD Sumsel Dapil II Serap Aspirasi Peningkatan Fasilitas Pendidikan, Reses di SMA Negeri 17 Palembang
ORADO SUMSEL GEBRAK DOMINO MENUJU OLAHRAGA PRESTASI, GELAR KEJURCAB SERENTAK PERTAMA DI INDONESIA !
Geger Rekrutmen PT. GEI di Brebes: LSM Harimau Mencium Aroma Diskriminasi, Intervensi TKA, dan Potensi Konflik Sosial-Ekonomi yang Membara

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:07 WIB

Direktur PT CAG Temani Wamen PU PKP RI Kunjungan Di Palembang, Berikut Pokok Pembahasannya

Jumat, 13 Februari 2026 - 04:04 WIB

Randusanga Kulon Mengukir Sejarah: Launching Bank Sampah Rangkul Ceria, Melawan Krisis Lingkungan dengan Kreativitas dan Ekonomi Warga!

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:16 WIB

SIRA Desak APH Turun Tangan, Diduga Aktivitas Galian Tanah Tidak Berizin (Ilegal) 

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:40 WIB

Ini Kata Kabid Pengawasan Disnakertrans Sumsel Terkait meninggalnya karyawan PT Putra Perkasa Abadi (PPA) di pertambangan PT Bukit Asam

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:49 WIB

Dugaan KKN Dana Bos dan PSG/PSB di SMAN 2 OKU, SMA 7 OKU, SMA 10 OKU, dan SMA 11 OKU Tahun 2023-2025, PST Laporkan ke Kejati Sumsel

Berita Terbaru