Penjaringan dan Penyaringan Kasun di Desa Nguter Geger!, Tiga Sarjana Tumbang Lawan Peserta Ijasah Paket C, Diduga ada Kongkalikong

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

GarudaXpose.com | Lumajang – Proses penjaringan dan penyaringan calon Kepala Dusun (Kasun) di Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang pada tanggal 20 November 2025 menuai sorotan tajam dan memunculkan kecurigaan masyarakat Nguter. Dugaan adanya permainan antara panitia, korektor dan salah satu peserta mencuat setelah hasil ujian menunjukkan ketimpangan nilai yang dinilai tidak wajar.

Dalam seleksi untuk formasi Kepala Dusun Krajan Tengah tersebut, diikuti delapan peserta ujian tulis. Namun perhatian publik tertuju pada nilai peserta bernama Agus Wahyudi, yang meraih skor 96, nyaris sempurna.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara nilai peserta lain hanya berada pada kisaran 41 hingga 73, sebagian besar dari mereka bahkan merupakan lulusan perguruan tinggi.

Kecurigaan warga makin menguat karena Agus Wahyudi diketahui merupakan lulusan paket C namun mampu melampaui nilai peserta lain secara mencolok. Warga menduga kuat adanya kongkalikong panitia, korektor dan peserta berinisial AW.

“Kami dan warga Nguter lainnya menduga AW pasti lolos ujian tulis di Balai Desa Nguter. Bahkan AW sudah menggelar tasyakuran sebelum berangkat ujian,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurut 7 peserta, setelah melihat soal ujian para peserta terkejut. Mereka harus mengerjakan 80 soal pilihan ganda dan 20 soal uraian, format yang menurut peserta tidak pernah disosialisasikan sebelumnya dan berbeda dari pola ujian perangkat desa pada umumnya.

Arjuna Febrianto salah satu peserta mengaku heran dengan tingkat kesulitan soal yang cukup tinggi. “Soalnya campuran dan banyak yang sulit. Kami heran pak, bagaimana bisa salah satu peserta dapat nilai 96,” ungkapnya heran.

Berdasarkan data nilai yang ditempel panitia, hasil ujian adalah sebagai berikut:

1. Agus Wahyudi – 96 (peringkat I)
2. Arjuna Febrianto – 73 (peringkat II)
3. Aris Triwiyanto – 72 (peringkat III)
4. Dwi Wahyu Yuliono – 64 (peringkat IV)
5. Dhea Ameli Kristin – 62 (peringkat V)
6. Ogi Pebrian – 59 (peringkat VI)
7. Kukuh Yudistio – 58 (peringkat VII)
8. Bramasto Bayu Nugroho – 41 (peringkat VIII)

Masyarakat berharap proses ini tidak dilanjutkan sebelum ada pengusutan menyeluruh dari pihak terkait. Warga meminta pada Bupati Lumajang agar memerintahkan Pj. Kades Nguter untuk tidak terburu-buru melantik peserta dengan nilai tertinggi tersebut, sebab penjaringan dan penyaringan di Desa Nguter tersebut diduga syarat rekayasa dan kongkalikong.

“Kami minta jangan asal lantik dulu. Tolong ada ujian ulang biar adil. Kalau memang benar pintar, nanti nilainya tetap tinggi. Kalau turun, berarti selama ini ada yang ditutup-tutupi,” tegas salah satu tokoh masyarakat Nguter.

Wakil Ketua Panitia, Mulyono, memberikan klarifikasi terkait tuduhan permainan dalam proses seleksi. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Semua tahapan sudah kami laksanakan sesuai aturan. Mulai dari administrasi sampai pelaksanaan ujian tulis,” jelasnya.

Saat ditanya wartawan mengenai penyusunan soal, Mulyono mengatakan bahwa panitia desa membuat soal sendiri, karena pihak Kecamatan dan DPMDes tidak sanggup disamping itu untuk menjaga kerahasiaan.

“Soal itu panitia yang buat, karena setelah kami konsultasikan baik kepada pihak Kecamatan maupun DPMDes mereka angkat tangan,” katanya.

Sementara itu Ketua Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintahan dan Keadilan (LP-KPK) Lumajang, Dodik Supriyatno, turut menyoroti persoalan seleksi Calon Kasun Krajan Tengah, Desa Nguter yang diduga syarat dengan rekayasa. Dodik meminta agar proses penjaringan dievaluasi secara menyeluruh untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
“Jika ada indikasi ketidakwajaran dalam proses seleksi, maka harus dilakukan pemeriksaan terhadap panitia dan yang terlibat, Kami meminta agar dilakukan tes tulis ulang,” tegas Dodik Ketua LP-KPK Kabupaten Lumajang.

Dodik, menilai tata cara penilaian hasil ujian para peserta mekanismenya kurang tepat dan layak dipertanyakan?

Ia menilai bahwa secara teoritis, apa mungkin seseorang dengan latar belakang pendidikan paket C memperoleh nilai tinggi melampau peserta yang memiliki pendidikan SMA Reguler dan S1.

“Kalau bicara asas kemungkinan, ya memang mungkin saja. Bisa saja lulusan paket C mendapat nilai 96,” ujar Dodik.

Namun Dodik menegaskan bahwa analisis logis juga tidak boleh diabaikan.

“Tapi kalau dilihat dari segi logika, masuk akal apa tidak? Dengan kondisi soal yang banyak dikatakan sulit, dapat nilai yang terlalu jauh, dan berbagai rumor yang muncul, saya pribadi tidak yakin nilai hampir sempurna itu bisa diperoleh secara wajar, oleh AW yang jebolan paket C,” tegas Dodik.

LP-KPK meminta Bupati Lumajang melalui DPMD dan Inspektorat Lumajang segera melakukan audit investigatif untuk memastikan integritas proses seleksi tersebut.

Warga Nguter menegaskan bahwa perangkat desa merupakan ujung tombak layanan publik, sehingga proses rekrutmen tidak boleh dicederai praktik kecurangan atau permainan kepentingan dan kongkalikong. Mereka berharap adanya audit terbuka dari pemerintah daerah agar kepercayaan masyarakat tidak terkikis.

Bersambung….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satreskrim Polres Lumajang Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Rumah Warga
Miliki Sabu, Sat Resnarkoba Polres Tebing Tinggi Ringkus Dua Pria di Jalan Kutilang
Ironis! Polisi di Deli Serdang Curi Motor Rekan Sendiri Saat Korban Shalat di Masjid Polresta
Usai Diperiksa Polres Dairi, Syahdan Sagala Sebut Laporan Nuridah Puspita Pasi Diduga Upaya Pembenaran Diri
Polres Lumajang Amankan Pelaku Pencurian Rumah dengan Modus Pinjam Peralatan
Proyek Pemeliharaan Gedung Kantor Inspektorat Lumajang Terkesan Asal Jadi, LP-KPK Desak Inspektorat Provinsi untuk Mengaudit secara Menyeluruh
Kasus Penganiayaan Syahdan Sagala Mencuat ke Publik, Korban Mengaku Laporan Berulang Tak Ditindak
Polres Pasuruan Bakar Arena Perjudian Sabung Ayam di Pandaan

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 01:12 WIB

Satreskrim Polres Lumajang Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Rumah Warga

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:36 WIB

Miliki Sabu, Sat Resnarkoba Polres Tebing Tinggi Ringkus Dua Pria di Jalan Kutilang

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:49 WIB

Ironis! Polisi di Deli Serdang Curi Motor Rekan Sendiri Saat Korban Shalat di Masjid Polresta

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:18 WIB

Usai Diperiksa Polres Dairi, Syahdan Sagala Sebut Laporan Nuridah Puspita Pasi Diduga Upaya Pembenaran Diri

Rabu, 7 Januari 2026 - 00:44 WIB

Polres Lumajang Amankan Pelaku Pencurian Rumah dengan Modus Pinjam Peralatan

Berita Terbaru