Pabrik Berdiri di Kampung Sendiri, Warga Pribumi Sumur Bandung Mengaku Hanya Jadi Penonton

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Kabupaten Tangerang – Warga pribumi Kampung Sumur Bandung RT 06 RW 01, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan di PT Universal Luggage (PT ULI), perusahaan yang berdiri tepat di lingkungan tempat tinggal mereka.

Keluhan tersebut disampaikan warga kepada awak media MCJ Media Center Jayanti, Kamis (15/1/2026).

Warga mengaku berkali-kali melamar pekerjaan di perusahaan tersebut, namun selalu gagal tanpa kejelasan alasan, sementara pelamar dari luar daerah justru diterima bekerja.
Salah satu warga setempat, Nupus, menyebut dirinya telah empat kali mengikuti tahapan seleksi, namun tak satu pun berujung pada penerimaan kerja.
“Rumah saya jaraknya hanya sekitar 100 meter dari pabrik, bahkan berdampingan langsung. Tapi sampai sekarang saya tidak pernah diterima bekerja,” ungkap Nupus dengan nada kecewa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam warga pribumi yang merasa terpinggirkan di wilayahnya sendiri. Warga menduga proses rekrutmen tenaga kerja di PT Universal Luggage tidak transparan dan sarat kepentingan pihak tertentu.
Menurut pengakuan warga, sejumlah tenaga kerja yang diterima justru berasal dari luar wilayah seperti Kresek, Kronjo, Balaraja, hingga daerah lain, sementara warga lokal Sumur Bandung sulit menembus seleksi.

“Kami ini warga asli, perusahaan berdiri di kampung kami, tapi kami hanya bisa menonton. Ini jelas tidak adil,” ujar warga lainnya.

 

Diketahui Perusahaan berlokasi di Kampung Sumur Bandung
RT 06 RW 01, Wilayah Desa Sumur Bandung
Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang

Jumlah Pengangguran Pribumi (Perkiraan Warga)
± 200 orang
Jumlah Perusahaan di Sekitar Lokasi
1 perusahaan besar (PT Universal Luggage)
Jarak Rumah Warga ke Pabrik
50 -100 sampai 300 atau 300 meter (bahkan berdampingan)

Warga lokal sudah melamar berkali-kali
Ada yang tes hingga 4 kali
Tidak ada penjelasan resmi penolakan
Tenaga kerja luar daerah justru diterima
Dampak Sosial
Pengangguran lokal meningkat
Ketimpangan ekonomi warga
Kecemburuan sosial
Hilangnya rasa keadilan di masyarakat

Tuntutan Warga
Transparansi rekrutmen tenaga kerja
Prioritas tenaga kerja lokal
Peran aktif pemerintah daerah
Evaluasi sistem penerimaan karyawan
Warga meminta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Bupati Tangerang, Camat Jayanti, serta Kepala Desa Sumur Bandung untuk turun langsung dan memastikan perusahaan menjalankan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sekitar.

Sementara itu, MCJ Media Center Jayanti memastikan akan melayangkan surat resmi kepada PT Universal Luggage guna meminta klarifikasi terkait mekanisme rekrutmen tenaga kerja.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Universal Luggage belum memberikan pernyataan resmi.

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang
Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo
Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah
Hadiri Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Menteri Nusron: Legalitas Tanah Beri Kepastian bagi Masyarakat
Menteri ATR/Kepala BPN Tetapkan Standar Waktu Layanan untuk Pengukuran Tanah dan Peralihan Hak
Swadaya Warga Sikancil Cor Jalan Kabupaten, Tamparan Keras Untuk Pemkab Brebes
Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa
Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:18 WIB

Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:26 WIB

Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Hadiri Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Menteri Nusron: Legalitas Tanah Beri Kepastian bagi Masyarakat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:50 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN Tetapkan Standar Waktu Layanan untuk Pengukuran Tanah dan Peralihan Hak

Berita Terbaru