Nodai Grand Final Pesantunan Cup 2026, Suporter Diduga Pukul Pemain – Laga Cakra Buana vs Persepsi Berakhir Ricuh, Juara Bersama Jadi Sorotan

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,PESANTUNAN-GarudaXpose.com//- Laga Grand Final Pesantunan Cup 2026 yang mempertemukan Cakra Buana FC Sigempol Randusanga Kulon kontra tuan rumah Persepsi FC Pesantunan berakhir antiklimaks dan ricuh, Minggu [3/8/2026].

Pertandingan yang diharapkan menjadi puncak pesta sepakbola rakyat itu justru tidak dapat diselesaikan hingga peluit akhir. Skor imbang 1-1 di menit ke-54 harus ternodai insiden dugaan pemukulan yang dilakukan salah satu oknum suporter tuan rumah terhadap pemain Cakra Buana FC.

Berdasarkan laporan Pengawas Pertandingan Grand Final, Eros Devi Setiawan, kronologi kericuhan bermula saat Persepsi FC berhasil menyamakan kedudukan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jalannya Pertandingan

Laga dengan format 2×30 menit ini dipimpin wasit utama Azmy dibantu asisten wasit Aan dan Agus, serta wasit cadangan Bung Sarinto. Di bawah pengawasan Bung Eros Devi Setiawan, babak pertama berjalan normal dengan ritme dan tensi yang terkontrol. Kedua tim bermain cukup imbang tanpa gol hingga turun minum, skor 0-0.

Memasuki babak kedua, kedua pelatih dituntut harus putar otak dan merubah pola permainan.

Tim asuhan pelatih Arip dari Cakra Buana FC lebih efektif. Hasilnya, pemain bernomor punggung 9, Ade, berhasil memecah kebuntuan di menit 44. Sepakan Ade tak mampu dibendung kiper Persepsi. Cakra Buana unggul 1-0.

Tertinggal, pelatih Persepsi FC, Sidirman, langsung menginstruksikan anak asuhnya untuk keluar menyerang. Instruksi itu berbuah manis. Tepat di menit 54, pemain andalan Persepsi nomor punggung 10, Matic, berhasil menjebol gawang Cakra Buana FC Sigempol yang dijaga Yoga. Skor berubah menjadi 1-1.

Di sinilah petaka bermula.

Saat selebrasi gol Matic bersama rekan-rekannya, salah satu oknum suporter tuan rumah Persepsi Pesantunan yang ikut merangsek ke dalam lapangan diduga melakukan pemukulan terhadap salah satu pemain Cakra Buana FC. Sontak, seluruh pemain Cakra Buana FC melakukan protes keras kepada perangkat pertandingan.

Situasi semakin tak terkendali. Ribuan penonton dari kedua tim yang sudah berada di bibir lapangan langsung tumpah ruah masuk ke tengah lapangan. Panitia yang jumlahnya terbatas kewalahan membendung lautan manusia. Grand Final yang seharusnya menjadi tontonan menarik, berubah menjadi lautan massa di tengah lapangan. Pertandingan pun resmi tidak dilanjutkan.

Keputusan Kontroversial: Juara Bersama

Setelah melalui mediasi alot di tengah lapangan yang dipimpin langsung oleh Pengawas Pertandingan Bung Eros Devi Setiawan, panitia mengambil keputusan kontroversial: laga dihentikan dan dinyatakan force majeure dengan menetapkan juara bersama untuk kedua tim.

Keputusan inilah yang kini menjadi sorotan tajam dan catatan buruk dalam sejarah turnamen tarkam di Brebes Selatan.

Di partai Grand Final, seharusnya ada juara 1 dan juara 2. Tidak ada kamus juara bersama dalam perebutan trofi tertinggi. Apalagi, insiden pemukulan diduga dilakukan oleh oknum suporter tuan rumah, bukan faktor alam. Lantas, mengapa harus juara bersama? Keputusan ini dinilai mencederai sportivitas, merugikan tim tamu Cakra Buana FC, dan menghilangkan esensi sebuah final yang harusnya melahirkan satu pemenang sejati.

Insiden ini menjadi rapor merah dan catatan keras bagi Panitia dan Ketua Panitia Pesantunan Cup 2026. Pengamanan yang lemah, tidak adanya pagar pembatas yang steril, serta tidak siapnya panitia mengantisipasi membludaknya penonton di partai final menjadi pekerjaan rumah besar.

Bahkan, dari informasi yang dihimpun di lapangan, muncul desakan keras dari salah satu oknum panitia sendiri yang meminta Ketua Panitia harus dievaluasi total dan diganti pada ajang turnamen berikutnya karena dinilai tidak profesional dan tidak mampu berkoordinasi dengan panitia lain di lapangan.

Pesantunan Cup sejatinya adalah turnamen bergengsi yang menjadi wadah pembinaan bakat-bakat muda Brebes. Namun jika insiden seperti ini terus dibiarkan tanpa evaluasi dan sanksi tegas, maka yang akan mati adalah sepakbola itu sendiri.

Pungkasnya, Grand Final Pesantunan Cup 2026 harusnya menjadi pelajaran paling berharga. Sepakbola adalah soal kemenangan dan kekalahan di atas lapangan secara jantan, bukan soal siapa yang paling berani masuk ke lapangan. Panitia harus berani tegas, berani memberikan sanksi, dan berani mengakui kegagalan sistem pengamanan. Tanpa itu, jangan harap turnamen di Pesantunan akan melahirkan juara yang sesungguhnya, yang dihormati karena prestasinya, bukan karena kericuhannya.***

(4905)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BINTANG CAKRAWALA NUSANTARA BREBES SAPU BERSIH FASE GRUP, MELAJU PERKASA KE 32 BESAR PIALA SOERATIN U-15 PSSI JATENG
PERSABA CUP VII MEMANAS: PERSEKA KEDUNGTUKANG PESTA GOL 5-0, TRITAMA PESANTUNAN TAK BERKUTIK DI SIPUNGJATI
Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi
Gol Menit 37 Antar Mitra Muda Lolos 16 Besar, Persaba Cup VII Resmi Dibuka Ketua PSSI Heri Fitriansyah Brebes
JONATAN JADI PAHLAWAN! Eksekusi Dingin Antar Cakra Buana Sigempol ke Grand Final Pesantunan
WIRANG! 0-12 TERBURUK SEPANJANG SEJARAH – Persera Rawalumbu ? Turunkan Tim Junior di 8 Besar, Pergam Cup II Jadi Bahan Tertawaan
Gebyar 75 Juta Di Sipungjati! Persaba Cup VII 2026 Siap Di Gelar-32 Tim Elite Jteng-Jabar Adu Nyali, SPG Cantik & Pesta UMKM!

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Nodai Grand Final Pesantunan Cup 2026, Suporter Diduga Pukul Pemain – Laga Cakra Buana vs Persepsi Berakhir Ricuh, Juara Bersama Jadi Sorotan

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:54 WIB

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:18 WIB

BINTANG CAKRAWALA NUSANTARA BREBES SAPU BERSIH FASE GRUP, MELAJU PERKASA KE 32 BESAR PIALA SOERATIN U-15 PSSI JATENG

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:12 WIB

PERSABA CUP VII MEMANAS: PERSEKA KEDUNGTUKANG PESTA GOL 5-0, TRITAMA PESANTUNAN TAK BERKUTIK DI SIPUNGJATI

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi

Berita Terbaru

Olahraga

Senin, 3 Agu 2026 - 05:54 WIB