Ngaji Kebangsaan di Rembang, Kapolri Dorong Keberagaman Jadi Perekat Persatuan

- Penulis

Sabtu, 26 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | REMBANG – Pesan tentang pentingnya merawat persatuan mengemuka dalam kegiatan Ngaji Kebangsaan yang mempertemukan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dengan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Sabtu (26/9/2026). Forum tersebut menjadi ruang pertemuan antara unsur kepolisian dan kalangan santri untuk memperkuat semangat kebangsaan serta kebersamaan.

Kapolri dalam kesempatan itu mengingatkan bahwa keberagaman merupakan bagian yang melekat dalam kehidupan bangsa Indonesia. Perbedaan yang ada, menurutnya, perlu dikelola dengan baik agar tetap menjadi kekuatan dalam menjaga keutuhan bangsa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah dinamika dan tantangan global yang semakin kompleks, persatuan dinilai memiliki peran penting. Karena itu, masyarakat diajak menjaga kebersamaan sekaligus menghindari berkembangnya perbedaan menjadi konflik.

“Di tengah berbagai tantangan global, kita harus menjaga persatuan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa,” ujar Kapolri dalam kegiatan tersebut.

Pesan itu disampaikan di hadapan peserta yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui jaringan virtual dari berbagai daerah. Kegiatan secara langsung diikuti 700 peserta yang terdiri dari 100 Polwan, 300 Polki, dan 300 santri.

Sementara itu, sebanyak 41.449 peserta lainnya mengikuti Ngaji Kebangsaan secara virtual. Keterlibatan peserta dari berbagai wilayah tersebut memperluas ruang kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan tersebut.

Kapolri menilai persatuan tidak cukup hanya dipahami sebagai slogan. Nilai tersebut perlu diwujudkan melalui sikap saling menghargai, menjaga kebersamaan, dan kemampuan mengelola perbedaan yang muncul di tengah masyarakat.

Dalam konteks kehidupan berbangsa, keberagaman menjadi bagian dari realitas Indonesia. Karena itu, perbedaan perlu ditempatkan sebagai bagian dari kekayaan bangsa, bukan alasan untuk memperlebar jarak antarmasyarakat.

Upaya menjaga persatuan juga dikaitkan dengan hubungan antara ulama dan umara. Kapolri mengingatkan bahwa kedua unsur tersebut memiliki perjalanan sejarah yang panjang dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, kebersamaan antara ulama dan umara tetap memiliki arti penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kolaborasi keduanya diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dalam menjaga persatuan serta kehidupan masyarakat.

Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada Gus Baha dan keluarga besar Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA yang telah memberikan ruang bagi jajaran Polri untuk mengikuti kegiatan Ngaji Kebangsaan.

Dalam kegiatan tersebut, ulama juga ditempatkan sebagai bagian penting dalam memberikan tuntunan kehidupan bermasyarakat. Kapolri menyebut ulama memiliki peran sebagai sumber penerangan, arah, nasihat, dan doa bagi perjalanan bangsa.

Pertemuan antara santri dan personel Polri dalam satu kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan ruang dialog yang menggabungkan nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan.

Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga persatuan. Upaya tersebut dinilai membutuhkan kebersamaan dari berbagai kelompok, mengingat tantangan yang dihadapi bangsa tidak hanya datang dari satu sisi.

Dalam pesannya, Kapolri juga mengajak ulama dan umara untuk terus berjalan bersama dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mari umara dan ulama terus bergandengan tangan untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” ujar Kapolri.

Kegiatan Ngaji Kebangsaan tersebut kemudian menjadi momentum untuk memperkuat kembali pesan bahwa kehidupan berbangsa membutuhkan ruang kebersamaan lintas kelompok.

Kehadiran ribuan peserta secara langsung maupun virtual menunjukkan luasnya keterlibatan jajaran Polri dan santri dalam kegiatan tersebut. Semangat yang dibangun berpusat pada persatuan, keberagaman, serta pengabdian kepada masyarakat.

Bagi Polri, penguatan nilai kebangsaan juga menjadi bagian dari pembinaan personel agar pelaksanaan tugas tetap berjalan dalam kerangka pelayanan kepada masyarakat.

Sementara bagi masyarakat, pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut kembali mengingatkan pentingnya menjaga hubungan sosial di tengah keberagaman yang menjadi karakter Indonesia.

Persatuan kemudian ditempatkan sebagai tanggung jawab bersama. Pemerintah, aparat, ulama, santri, serta masyarakat memiliki ruang masing-masing untuk menjaga kehidupan sosial tetap berjalan dalam suasana kebersamaan.

Melalui Ngaji Kebangsaan di Rembang, pesan tentang merawat keberagaman kembali digaungkan. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat diharapkan dapat dikelola secara bijak sehingga tetap menjadi bagian dari kekuatan dalam menjaga keutuhan Indonesia.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pesan kolaborasi antara ulama dan umara dalam merawat persatuan, menjaga NKRI, serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang adil dan makmur. (septyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Sambang, Bhabinkamtibmas Polres Probolinggo Didorong Aktif Bantu Persoalan Warga
Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, Satgas Sampah Beri Contoh Kebersihan
Budaya Apresiasi Diperkuat, 10 Personel Polres Probolinggo Kota Terima Penghargaan
Peran Aktif Babinsa Patroli Malam, Jadi Tauladan Warga
Sambangi Lahan Jagung di Sumber Wetan, Polisi Bangun Kemitraan Bersama Petani
Jumat Berkah Satlantas Bangkalan, Polisi Bagikan Bingkisan Untuk Warga Sekitar
Bayar Pajak Kendaraan Makin Fleksibel, Samsat Probolinggo Kota Hadirkan Banyak Pilihan Layanan
Jaga Suasana Desa Tetap Kondusif, Polres Probolinggo Rangkul Puluhan Pengurus PKDI

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 11:47 WIB

Bukan Sekadar Sambang, Bhabinkamtibmas Polres Probolinggo Didorong Aktif Bantu Persoalan Warga

Senin, 28 September 2026 - 06:50 WIB

Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, Satgas Sampah Beri Contoh Kebersihan

Senin, 28 September 2026 - 06:06 WIB

Budaya Apresiasi Diperkuat, 10 Personel Polres Probolinggo Kota Terima Penghargaan

Minggu, 27 September 2026 - 17:48 WIB

Peran Aktif Babinsa Patroli Malam, Jadi Tauladan Warga

Minggu, 27 September 2026 - 11:22 WIB

Sambangi Lahan Jagung di Sumber Wetan, Polisi Bangun Kemitraan Bersama Petani

Berita Terbaru

Bandung

SEMANGAT KEBERSAMAAN WARGA KOPO

Senin, 28 Sep 2026 - 14:42 WIB