BREBES,GarudaXpose.com-Songgom //-Sebuah lembaran baru yang menjanjikan harapan membentang di kancah perpolitikan DPC Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Songgom. Estafet kepemimpinan kini secara resmi berlabuh di tangan sosok muda yang karismatik dan inspiratif, Boss Saeful. Aura hangat yang memancar dari pribadinya, dipadu dengan semangat solidaritas yang kuat, seolah menjadi penanda awal dari babak baru yang penuh dinamika. Dengan senyum ramah yang selalu tersungging dan pembawaan yang merakyat, ia resmi mengemban mandat sebagai nahkoda baru DPC PSI Songgom,Sabtu,28 Februari 2026, membawa angin segar perubahan yang telah lama dinanti.
Kehadiran Boss Saeful di panggung politik lokal ini, ibarat embun pagi yang menyegarkan di tengah kemarau panjang, dinilai membawa nuansa segar dan progresif dalam lanskap politik yang kerap dianggap stagnan. Boss Saeful, yang dikenal luwes dalam bergaul dan akrab dengan denyut nadi generasi muda Songgom, tak hanya mahir dalam bersosialisasi. Lebih dari itu, ia menyimpan kepedulian yang mendalam terhadap persoalan-persoalan hakiki yang membelit masyarakat, mulai dari isu ekonomi, pendidikan, hingga lingkungan. Keceriaan yang melekat pada dirinya bukanlah sekadar topeng artifisial, melainkan refleksi optimisme tulus dan keyakinan teguh dalam menatap cakrawala masa depan yang lebih cerah bagi daerahnya.
Selaku Ketua DPC PSI Songgom, ia dengan tegas mengikrarkan komitmennya untuk mentransformasi struktur partai. Baginya, PSI Songgom tidak boleh hanya menjadi wadah administratif yang kaku dan berorientasi kekuasaan semata. Sebaliknya, ia bertekad menjadikannya oase pengabdian, di mana politik dipandang sebagai alat perjuangan yang mulia, instrumen efektif untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dan mengadvokasi kebutuhan masyarakat, jauh dari sekadar ajang kontestasi kekuasaan yang hampa makna.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“DPC ini harus menjadi dermaga yang inklusif bagi setiap jiwa muda yang haus akan gerak, karya, dan perubahan nyata. Kami ingin menciptakan ekosistem politik yang kolaboratif, tempat ide-ide segar bermekaran dan inovasi digalakkan. Songgom wajib bangkit, dihela oleh semangat kebersamaan dan solidaritas yang tak tergoyahkan, menuju masa depan yang lebih progresif dan berkeadilan,” demikian tuturnya dalam pernyataan internal yang memantik api semangat di setiap sanubari anggota partai dan masyarakat luas. Visi ini tak hanya sekadar retorika, melainkan pondasi kuat bagi langkah-langkah strategis yang akan diambil.
Di bawah panji kepemimpinannya, DPC PSI Songgom membidik penguatan konsolidasi partai hingga ke ceruk-ceruk akar rumput, menembus setiap dusun dan RW, memastikan suara rakyat didengar dan diakomodasi. Selain itu, ia juga berambisi menggenjot partisipasi generasi muda secara masif dalam pusaran proses politik, mengubah apatisme menjadi aktivisme. Saeful meyakini, tahun 2029 adalah momentum krusial bagi Songgom, sebuah titik tolak reformasi total baik dalam corak berpikir elit politik, gaya memimpin birokrasi, maupun cara melayani masyarakat yang lebih responsif dan efektif. Ini adalah panggilan untuk bertindak, bukan sekadar menunggu.
Para pengamat lokal tak sungkan melayangkan pujian, menilai figur seperti Boss Saeful sebagai representasi regenerasi kepemimpinan yang telah lama dinanti-nanti di Songgom. Ia dipandang memiliki kapabilitas yang mumpuni untuk menjembatani aspirasi kaum milenial yang dinamis dengan kebutuhan konkret warga yang beragam. Mulai dari pemberdayaan ekonomi mikro, peningkatan kualitas pendidikan, advokasi hak-hak petani dan nelayan, hingga mendorong kebijakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kepekaannya terhadap isu-isu ini menjadikannya pemimpin yang relevan dan dapat diandalkan.
Dengan gelora energi muda yang tak pernah padam, benang solidaritas yang terjalin kukuh, dan kepedulian yang tak berkesudahan pada tanah kelahirannya, Boss Saeful kini menapaki panggung strategis. Ia siap memimpin DPC PSI Songgom dalam memahat arah baru, menukik tajam menuju visi Songgom yang lebih baik. Tantangan yang membentang di hadapan memang tidak ringan, kompleksitas sosial dan politik menanti. Namun, benih-benih optimisme publik terhadap kepemimpinannya mulai merekah, tumbuh menjadi harapan akan perubahan yang nyata.
Songgom pun kini berlayar memasuki babak baru—babak yang diukir dengan tinta emas oleh tangan-tangan generasi muda yang berani memikul tanggung jawab, menerjemahkan idealisme menjadi aksi nyata, dan mewujudkan janji-janji perubahan.(red)
(Agus)














