Menteri Nusron Komitmen Capai 87% LP2B demi Ketahanan Pangan Nasional

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com – Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional melalui pengendalian alih fungsi lahan pertanian. Sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) pada tahun 2029 ditargetkan mencapai 87%. Langkah ini juga selaras dengan pemenuhan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto

“Posisi kami di Kementerian ATR/BPN adalah memastikan fungsi pengendalian berjalan dengan baik. Kalau fungsi manajemen risiko ini diobral, maka ketahanan pangan nasional akan hancur. Karena itu, pengendalian alih fungsi lahan pertanian harus dilakukan secara ketat dan konsisten,” tegas Menteri Nusron dalam Rapat Koordinasi Alih Fungsi Lahan, yang digelar di Kementerian Hukum, Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Menteri Nusron menekankan, target LP2B sebesar 87% ini bukan sekadar angka, namun jadi pijakan strategis untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan sektor pangan, energi, industri, dan perumahan. Dalam RPJMN, peta jalan pencapaian LP2B telah disusun secara bertahap. Mulai dari 75% pada 2025 hingga 87% pada 2029, di mana angka itu wajib menjadi acuan seluruh rencana kerja pemerintah pusat dan daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, kondisi _existing_ menunjukkan tantangan serius. Hingga saat ini, masih terdapat 13 provinsi yang belum mencantumkan LP2B dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Pada tingkat kabupaten/kota, baru 203 daerah yang memasukkan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) ke dalam RTRW, dan hanya 64 kabupaten/kota yang luasan LP2B-nya telah melewati 87%.

Sebagai langkah pengendalian, Kementerian ATR/BPN mengoptimalkan kebijakan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) sebagai instrumen pencapaian target LP2B. LSD dinilai efektif menekan laju alih fungsi lahan secara signifikan di provinsi yang telah menetapkannya. Sebagai contoh, sebelum ada kebijakan LSD, penyusutan lahan sawah di Provinsi Jawa Barat mencapai 49.585 hektare. Namun, setelah kebijakan LSD berjalan di tahun 2021, penyusutan yang terjadi menurun di angka 2.585 hektare.

Menteri Nusron menyatakan, pemerintah akan mengambil langkah tegas dengan menganggap sementara seluruh Lahan Baku Sawah (LBS) sebagai LP2B di daerah yang belum menetapkan LP2B minimal 87% dalam RTRW-nya. Kebijakan ini diambil guna memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan pembenahan tata ruang.

“Tujuan kami bukan mematikan pembangunan. Pertanian harus jalan, industri jalan, energi jalan, dan perumahan juga jalan. Tetapi, semuanya harus seimbang agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga,” pungkas Menteri Nusron.

Adapun Rakor ini dipimpin oleh Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas. Turut memberi paparan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman; serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait. Hadir mendampingi Menteri Nusron, Direktur Jenderal Tata Ruang, Suyus Windayana; serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Shamy Ardian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Satlantas Polres Lumajang Ramp Check Truk Pasir, Satu Sopir Positif Narkoba
Brebes Bergerak Cepat! Longsor Cilibur Lumpuhkan Akses Vital, Bupati Paramitha Tegaskan Komitmen Relokasi Jalur demi Masa Depan Warga
Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, Kapolres Lumajang Gelar Safari Jumat di Masjid Mambaul Khoiroh Tekung
Kapolres Lumajang Hadiri Peletakan Batu Pertama Asrama Takhassus Ponpes Syarifuddin
Tabrakan KA vs Truk Tepung di JPL 13 Leces, Lokomotif Blambangan Expres Ringsek
Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Empat Kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Belasan Rumah Terdampak
Wakil Bupati Brebes Gerak Cepat, Pimpin Peninjauan Pasca Longsor Talud Jembatan Kritis di Ketanggungan, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Akses Warga
Wakil Bupati Brebes Gerak Cepat, Pimpin Peninjauan Pasca Longsor Talud Jembatan Kritis di Ketanggungan, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Akses Warga

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 03:50 WIB

Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Satlantas Polres Lumajang Ramp Check Truk Pasir, Satu Sopir Positif Narkoba

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:45 WIB

Brebes Bergerak Cepat! Longsor Cilibur Lumpuhkan Akses Vital, Bupati Paramitha Tegaskan Komitmen Relokasi Jalur demi Masa Depan Warga

Sabtu, 7 Maret 2026 - 03:34 WIB

Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, Kapolres Lumajang Gelar Safari Jumat di Masjid Mambaul Khoiroh Tekung

Sabtu, 7 Maret 2026 - 02:04 WIB

Kapolres Lumajang Hadiri Peletakan Batu Pertama Asrama Takhassus Ponpes Syarifuddin

Jumat, 6 Maret 2026 - 06:14 WIB

Tabrakan KA vs Truk Tepung di JPL 13 Leces, Lokomotif Blambangan Expres Ringsek

Berita Terbaru

Bali

Sinergi TNI dan Pemkab Jembrana Tuntaskan TMMD Ke-127

Rabu, 11 Mar 2026 - 14:24 WIB