Garudaxpose.com | Bali – Komitmen menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat selama momentum Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 H terus diperkuat melalui sinergi lintas instansi. Komandan Kodim 1616/Gianyar yang diwakili Danramil 1616-02/Ubud, Mayor. Inf. I Gede Astawa menghadiri kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Perkembangan Situasi Kamtibmas serta Monitoring Pelayanan Perayaan Idulfitri 1447 H Tahun 2026 pada Objek Wisata yang digelar secara daring dari Jaguar Room, Uma Restaurant Bali Safari and Marine Park, Blahbatuh.
Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si ini menjadi forum strategis nasional untuk memastikan kesiapan seluruh jajaran dalam mengawal arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, sekaligus menjaga keamanan di destinasi wisata di seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam paparannya, Kakorlantas Polri Irjen. Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum menyampaikan bahwa selama pelaksanaan Operasi Ketupat Agung-2026, terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas, pelanggaran, dan gangguan kamtibmas dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, seluruh Polda dan jajaran diinstruksikan untuk tetap memaksimalkan pengamanan, khususnya menghadapi puncak arus balik guna mencegah kemacetan dan potensi kecelakaan.
Sementara, Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si memaparkan bahwa pelaksanaan pengamanan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 dan Idulfitri 1447 H di Bali berjalan aman dan kondusif, meskipun berdampak pada penurunan kunjungan wisatawan mancanegara selama periode operasi. Data menunjukkan adanya peningkatan signifikan arus mudik tahun 2026 diantaranya Pelabuhan Gilimanuk 355.599 penumpang (naik 103%) dan 114.175 kendaraan (naik 69%), Bandara I Gusti Ngurah Rai 595.813 penumpang (naik 26%), Pelabuhan Padang Bai 3.196 penumpang.
Tingkat hunian hotel meningkat sekitar 0,27% selama libur Lebaran
Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 27 – 28 Maret 2026, sehingga seluruh unsur pengamanan di Bali diminta tetap siaga penuh.
Kapolri dalam arahannya menegaskan pentingnya menebalkan kekuatan personel di jalur – jalur strategis, pelabuhan, dan titik rawan kemacetan, serta memastikan kehadiran aparat di tengah masyarakat sepanjang arus balik guna memberikan rasa aman. Selain itu, seluruh jajaran diingatkan untuk mewaspadai potensi bencana alam yang dapat mengganggu jalur transportasi, serta terus menjaga soliditas dan profesionalisme antarinstansi, termasuk TNI, Polri, Dishub dan stakeholder lainnya.
Mewakili Dandim 1616/Gianyar, Mayor. Inf. I Gede Astawa menegaskan bahwa jajaran Kodim siap mendukung penuh langkah – langkah pengamanan yang telah dirumuskan, khususnya dalam membantu Polri dan pemerintah daerah menjaga stabilitas wilayah, kelancaran arus balik serta keamanan kawasan wisata di Kabupaten Gianyar. Kehadiran TNI dalam forum ini menjadi wujud nyata komitmen bersama untuk memastikan masyarakat dapat merayakan hari besar keagamaan dengan aman, nyaman dan tertib.
Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda dan instansi terkait diantaranya Kapolres Gianyar, AKBP. Chandra C. Kesuma, S.I.K., M.H., perwakilan Bupati Gianyar, DPRD, Kejaksaan, BPBD, Dishub, Jasa Raharja serta unsur pengamanan wilayah seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat, yang seluruhnya menunjukkan soliditas dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Gianyar. @ (suriasih)











