Garudaxpose.com | Probolinggo – Suasana malam Hari Raya Idulfitri di Kota Probolinggo dipenuhi lantunan takbir yang menggema, menghadirkan nuansa haru dan kebahagiaan bagi umat Muslim. Salah satu titik pelaksanaan takbir bersama berlangsung di Pondok Pesantren Nurus Salafiyah, Jalan Wali Kota Gatot, Kecamatan Kanigaran.
Ratusan santri dan santriwati memadati masjid pondok pesantren untuk mengikuti takbir bersama dengan penuh khidmat. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, bersama Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, para asisten, Kabag Kesra, Camat Kanigaran, serta Lurah Kanigaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan diawali dengan lantunan takbir yang dipimpin oleh pengasuh pondok pesantren, Ustadz Mahalli. Selanjutnya, wali kota turut melanjutkan takbir yang kemudian diikuti secara serempak oleh seluruh santri dan jajaran pengurus pondok pesantren.
Suara takbir yang menggema di dalam masjid menciptakan suasana religius yang mendalam, sekaligus menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah daerah dan lingkungan pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Mahalli menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran wali kota beserta jajaran. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan pondok pesantren dapat terus terjalin dengan baik.
“Kehadiran Bapak Wali Kota menjadi semangat bagi kami. Kami berharap ke depan pondok pesantren ini terus mendapatkan dukungan agar semakin berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang berakhlak dan berdaya saing.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan di Kota Probolinggo dilakukan secara inklusif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren.
“Pesantren memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter generasi muda. Ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Selain itu, wali kota juga memberikan motivasi kepada para santri agar terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman, dengan menjadikan Ramadan sebagai sarana peningkatan kualitas iman dan takwa.
Menutup kegiatan tersebut, Wali Kota berharap Pondok Pesantren Nurus Salafiyah terus tumbuh dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.
Penulis : Septyan Dwi Cahyo









