Lurah Tigaraksa Bersama Warga RW 02 Bangun Kesadaran: Atasi Masalah Sampah Lewat Pemilahan dan Pengolahan Berbasis Rumah Tangga ‎ 

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com| Tigaraksa, Kabupaten Tangerang – Pemerintah Kelurahan Tigaraksa mengambil langkah strategis dan konkret dalam penanganan lingkungan hidup. Lurah Tigaraksa, Eko Suyanto, SE., secara resmi memimpin kegiatan sosialisasi inovasi pengelolaan sampah yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama pemerintah dan masyarakat untuk mencari solusi tuntas atas permasalahan sampah yang selama ini menjadi tantangan bersama.

‎Acara berlangsung dengan suasana tertib, khidmat, dan penuh antusiasme. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan lagu Mars Kabupaten Tangerang, sebagai wujud cinta tanah air dan daerah. Suasana semakin sakral saat pembacaan doa dipimpin oleh Ismail (Staf Kelurahan Tigaraksa), memohon keberkahan dan kelancaran seluruh rangkaian acara agar dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Dalam sambutan pembukaannya, Lurah Tigaraksa, Eko Suyanto, SE., menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran berbagai pihak. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Kelurahan beserta staf, narasumber dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Tangerang yakni Safrudin Tuan Kota dan Muslih, serta M. Dzaki Alfian selaku Praktisi, Pengamat, dan Pimpinan Redaksi Media GAKORPAN NEWS. Kehadiran para narasumber ini bertujuan berbagi pengetahuan, pengalaman, dan solusi efektif terkait pengelolaan sampah yang dimulai dari skala paling dasar: rumah tangga.

‎“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh tamu undangan, khususnya Ketua RW 02, para Ketua RT 01, 02, 03, dan seluruh warga yang telah meluangkan waktu. Sinergitas dengan media massa sangat kami harapkan, karena peran jurnalisme sangat vital dalam menyebarluaskan edukasi, informasi, dan membangun kesadaran publik. Bersama-sama kita harus menjadi solusi atas masalah sampah yang menjadi urusan rumah kita bersama,” tegas Eko Suyanto dalam sambutannya.

‎Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh warga yang tergabung dalam wilayah RW 02 untuk turut serta aktif dan memiliki rasa tanggung jawab kolektif. Melalui forum ini, ia menekankan pentingnya membangun semangat perubahan perilaku. “Mari kita sukseskan program ini dengan memulai langkah kecil namun berdampak besar, yaitu memilah sampah sejak dari rumah masing-masing. Kebersihan, kesehatan, dan keindahan lingkungan adalah hak sekaligus kewajiban kita semua,” ujarnya, sekaligus secara resmi membuka kegiatan sosialisasi dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim.

‎Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Muslih, Narasumber Tim Monitoring dan Evaluasi BAPPEDA Kabupaten Tangerang. Ia menyapa langsung warga RW 02, Kp. Pabuaran, yang menurut data Ketua RW setempat, Yanto, dihuni oleh sekitar 400 Kepala Keluarga. Muslih menekankan bahwa jumlah penduduk tersebut berpotensi menghasilkan volume sampah yang besar jika tidak dikelola dengan baik, namun juga berpotensi menghasilkan nilai ekonomi jika dikelola dengan benar.

‎“Ubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang bermanfaat. Kesadaran dan tanggung jawab adalah kunci utama. Kami mengajak Bapak/Ibu untuk tidak hanya membuang sampah, tapi memilah dan mengolahnya agar memiliki nilai manfaat. Langkah nyata yang harus segera dilakukan adalah pembentukan struktur kepengurusan Bank Sampah di setiap tingkat RT,” ungkap Muslih di hadapan peserta yang menyimak dengan saksama.

‎Kegiatan berjalan sangat interaktif. Warga terlihat antusias bertanya dan berdiskusi, didukung penyajian materi melalui tayangan visual di layar monitor yang memudahkan pemahaman. Dengan gaya penyampaian yang hangat, akrab, dan penuh semangat, Muslih memotivasi warga agar bangga menjaga lingkungannya. Sebagai hasil diskusi yang konstruktif, disepakati pembentukan tiga kelompok kerja Bank Sampah dengan nama yang penuh makna: Pabuaran Bersih, Pabuaran Berkah, dan Pabuaran Hijau Lestari.

‎“Bank Sampah bukan sekadar tempat menimbun sampah, melainkan wadah ekonomi warga. Di tangan yang kreatif, sampah bisa menjadi berkat dan berkah ekonomi bagi lingkungan,” tambahnya.

‎Sesi berikutnya diisi oleh Safrudin Tuan Kota, Narasumber dari BAPPEDA, yang memaparkan materi teknis secara lugas dan jelas. Melalui panduan visual, ia mengajarkan teknik pembuatan alat komposer sederhana menggunakan pipa yang ditanam sedalam 100 sentimeter. Teknik ini diklaim efektif mengolah sampah organik menjadi Pupuk Cair Organik (PCO) berkualitas tinggi. Tidak hanya itu, Safrudin juga menjelaskan perbedaan mendasar serta cara pengolahan sampah organik dan anorganik agar tidak tercampur dan rusak nilainya.

‎Lebih jauh, ia memperkenalkan inovasi pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, salah satunya adalah pembuatan Ecoenzim. Cairan serbaguna hasil olahan sampah organik ini dijelaskan memiliki banyak manfaat, mulai dari pembersih lingkungan hingga penyubur tanaman, dan dapat diperjualbelikan jika dikerjakan secara tepat dan berkelanjutan.

‎Menjelang akhir rangkaian acara, M. Dzaki Alfian (Bang Dzack), selaku Redaksi Pelaksana Media GAKORPAN NEWS dan pengamat lingkungan, turut berbagi pengalaman implementasi nyata pengelolaan sampah. Ia secara khusus mengajak warga RW 02 untuk menjadi pelopor perubahan.

‎“Mari kita tanamkan dalam hati dan pikiran: lingkungan bersih adalah tanggung jawab kita. Mulailah memilah sampah di rumah, karena kebiasaan baik akan melahirkan lingkungan yang sehat dan asri,” ujar Bang Dzack. Ia juga menegaskan peran media sebagai mitra strategis pemerintah. “Kami hadir untuk membantu menyuarakan program pemerintah dan mengedukasi masyarakat luas agar semangat peduli lingkungan menular ke seluruh lapisan masyarakat.”

‎Bang Dzack juga mengingatkan bahwa persoalan sampah kini sudah menjadi isu global. Oleh karena itu, perubahan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. “Jika satu rumah tangga berhasil mengelola sampah, maka satu keluarga selamat dari polusi. Jika satu RW berhasil, maka satu wilayah menjadi teladan. Dampaknya akan sangat besar bagi keberlanjutan lingkungan hidup kita,” tegasnya.

‎Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kelurahan Tigaraksa menegaskan tekadnya untuk terus mendampingi masyarakat. Harapannya, warga semakin paham dan mampu menerapkan inovasi pengelolaan sampah secara mandiri. Terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, asri, serta meningkatnya kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pengolahan sampah, menjadi tujuan utama yang ingin diwujudkan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ibadah Waisak Berlangsung Khidmat dan Aman, Polresta Tangerang Beri Pengamanan Optimal
Pangdam XVIII/Kasuari Kunjungi Korem 182/JO : Tegaskan Disiplin, Profesionalisme dan Kepedulian Sosial
Pergencar Komsos TNI, Satgas Yonif 521/DY Pererat Keharmonisan dan Edukasi Pelayanan Kesehatan Gratis Bersama Masyarakat Distrik Napua
Polsek Cikupa Cek Kondisi Jembatan di Desa Talaga, Pastikan Aman Dilintasi Warga
DORONG REGENERASI PETANI, BUPATI PARAMITHA GAUNGKAN PERTANIAN MODERN SEBAGAI PROFESI BERGENGSI
Yadnya Kasada Suku Tengger, Tak Hanya Melarung Sesaji Namun Ada Edukasi Untuk Generasi Penerus
DLHK Sebut, Pajak Armada Menunggak, Akibat BPKB Terselif di BPKAD

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:54 WIB

Ibadah Waisak Berlangsung Khidmat dan Aman, Polresta Tangerang Beri Pengamanan Optimal

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:16 WIB

Pangdam XVIII/Kasuari Kunjungi Korem 182/JO : Tegaskan Disiplin, Profesionalisme dan Kepedulian Sosial

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:55 WIB

Polsek Cikupa Cek Kondisi Jembatan di Desa Talaga, Pastikan Aman Dilintasi Warga

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:37 WIB

DORONG REGENERASI PETANI, BUPATI PARAMITHA GAUNGKAN PERTANIAN MODERN SEBAGAI PROFESI BERGENGSI

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:53 WIB

Berita Terbaru