Lepas 648 Santri Angkatan ke-33, Bupati Palas Pesantren Al-Mukhlisin Pilar Utama Cetak Generasi Islami Penuh Prestasi

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com I Padang lawas- Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti lingkungan II Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, pada Kamis (4/6/2026). Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Sibuhuan resmi menggelar acara Penamatan Santri dan Santriyah Angkatan ke-33 Tahun Ajaran 2025/2026. Momen istimewa ini dihadiri langsung oleh Bupati Padang Lawas, Putra Mahkota Alam Hasibuan, S.E., yang akrab disapa sahabat santri, bersama Wakil Bupati sekaligus Pimpinan Ponpes Al-Mukhlisin, H. Achmad Fauzan Nasution, S.H.I., M.Pd.I.

Mengusung tema besar “Mencetak Generasi Islami, Menuju Masa Depan yang Gemilang dan Berprestasi”, acara yang digelar secara sederhana namun penuh makna ini melepas sebanyak 648 orang santri dan santriyah dari berbagai jenjang pendidikan. Rinciannya meliputi 218 santri tingkat Aliyah, 304 santri tingkat Tsanawiyah, 51 santri tingkat Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ), dan 75 santri tingkat Taman Kanak-Kanak (TK). Di antara jumlah tersebut, sebanyak 59 orang di antaranya juga dinyatakan lulus dan ditamatkan sebagai santri Tahfidz yang telah berhasil menghafal Al-Quran.

Dalam sambutannya, Bupati Padang Lawas, Putra Mahkota Alam Hasibuan, mengucapkan selamat dan rasa bangganya yang mendalam kepada seluruh santri angkatan ke-33 yang telah menempuh masa pendidikan dan pembinaan karakter di pondok pesantren ini selama bertahun-tahun. Menurutnya, penamatan ini bukan sekadar seremoni berakhirnya masa belajar di bangku sekolah, melainkan sebuah penanda keberhasilan dari proses panjang pembinaan ilmu pengetahuan, iman, akhlak, kedisiplinan, dan pembentukan karakter yang kokoh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi kita semua. Penandatanganan berita acara penamatan ini adalah bukti bahwa kalian telah berhasil melewati berbagai tahapan dan ujian. Proses menempa diri di pesantren ini telah membentuk kalian menjadi pribadi yang tangguh, berilmu, dan berakhlak mulia. Inilah tujuan utama pendidikan yang sesungguhnya,” ujar Bupati penuh harap di hadapan ribuan hadirin.

Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih para santri tidak akan terwujud tanpa peran besar dan pengabdian tulus dari para Pimpinan Pondok, Ustadz, Ustadzah, serta dukungan dan doa tak terputus dari para orang tua. Oleh karena itu, ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendedikasikan tenaga, pikiran, dan waktu dalam mendidik generasi muda Padang Lawas agar tumbuh menjadi insan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

“Terima kasih kepada para pendidik, kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya. Kalianlah yang membentuk masa depan daerah ini melalui tangan-tangan emas pendidikan karakter,” tambahnya.

Khusus kepada 59 santri Tahfidz yang berhasil menamatkan hafalan Al-Quran, Bupati memberikan apresiasi istimewa. Ia mengingatkan bahwa menjadi seorang penghafal Al-Quran adalah sebuah nikmat sekaligus amanah yang sangat besar dari Allah SWT. Menjadi hafizh atau hafizhah bukan hanya soal kemampuan menghafal ayat demi ayat, tetapi kewajiban untuk menjaga hafalan tersebut sepanjang hayat dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjaga Al-Quran di dalam dada dan mengamalkannya dalam tindakan nyata adalah kemuliaan yang sesungguhnya. Semoga apa yang telah kalian hafal menjadi syafaat dan penerang jalan bagi diri sendiri, keluarga, serta nusa dan bangsa,” pesan Bupati.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati mengaitkan nilai-nilai pendidikan pesantren dengan visi pembangunan daerah Padang Lawas MAJU (Mandiri, Amanah, Jaya, dan Unggul). Ia menekankan bahwa moto daerah “Luruskan Niat, Teruslah Bermanfaat, Tano Adat Digomgom Ibadat”, memiliki relevansi yang sangat kuat dengan nilai-nilai yang diajarkan di lingkungan pesantren, yakni penyatuan antara adat budaya dan ketaatan beribadah.

Terakhir, Bupati berpesan agar seluruh santri yang telah tamat senantiasa menjaga kehormatan diri, menjaga nama baik almamater Al-Mukhlisin, tetap menghormati orang tua dan guru, serta menjadikan Al-Quran dan Sunnah sebagai pedoman hidup ke mana pun kaki melangkah.

Acara bersejarah ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi daerah dan tokoh masyarakat, antara lain Pj. Sekretaris Daerah H. Panguhum Nasution, S.Sos., M.AP; Anggota DPRD Padang Lawas Sufriady Halomoan Hasibuan, M.M (Fraksi PAN) dan H. Puli Parisan Lubis, Lc., M.E.Sy. (Fraksi PKS); Ketua MUI Kabupaten Padang Lawas; Ketua BSPPL; Kepala Kemenag; Ketua BAZNAS; para pimpinan OPD terkait; Ketua TP PKK Ny. Mahzalena Putra Mahkota Alam Hasibuan; Ketua DWP Ny. Hamnil Panguhum Nasution; Ketua PWI; Camat Barumun, serta para undangan terhormat lainnya.

Kehadiran para pemimpin daerah ini semakin menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Lawas dalam mendukung kemajuan pendidikan berbasis agama dan karakter sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Arman Effendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SDN 0112 Janjilobi Lepas 39 Lulusan Kelas VI, Ajakan Lanjutkan Pendidikan dan Jaga Nama Baik Almamater Menggema
Kasus Tanah Warisan Daeng Abdul Kadir Terkatung – Katung, Siti Sapurah, S.H Menyerahkan Semua Dokumen Kepada Penyidik Ditreskrimum Polda Bali
Hasil Identifikasi Jasad Pedagang Cilok, Polresta Tangerang Sebut Ada 8 Luka Diduga Sabetan Sajam
Fraksi Demokrat dan DPC Demokrat Palas, Hasan Basri Sampaikan Apresiasi Tertinggi Kepada H. Afner Nasution Atas Hibah Tanah untuk Pendidikan
Masa Depan TABAGSEL Dipertaruhkan: Universitas Sains dan Teknologi Negeri Harus Segera Hadir
Warga Desa Janjilobi Hibahkan Tanah 289 Meter Persegi untuk Pembangunan TK Negeri, Bupati Palas Ini Amal Jariyah yang Mulia
Rakyat Sudah Haqqul Yaqin Membutuhkan Pemimpin yang Siap Dikoreksi, Bukan yang Gemar Pelesiran
Ketika Pasal 33 UUD 1945 Dibajak: Kuasa Tambang, Oligarki Rente, dan Matinya Kedaulatan Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:40 WIB

Lepas 648 Santri Angkatan ke-33, Bupati Palas Pesantren Al-Mukhlisin Pilar Utama Cetak Generasi Islami Penuh Prestasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:43 WIB

SDN 0112 Janjilobi Lepas 39 Lulusan Kelas VI, Ajakan Lanjutkan Pendidikan dan Jaga Nama Baik Almamater Menggema

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:55 WIB

Kasus Tanah Warisan Daeng Abdul Kadir Terkatung – Katung, Siti Sapurah, S.H Menyerahkan Semua Dokumen Kepada Penyidik Ditreskrimum Polda Bali

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:09 WIB

Hasil Identifikasi Jasad Pedagang Cilok, Polresta Tangerang Sebut Ada 8 Luka Diduga Sabetan Sajam

Kamis, 4 Juni 2026 - 05:39 WIB

Fraksi Demokrat dan DPC Demokrat Palas, Hasan Basri Sampaikan Apresiasi Tertinggi Kepada H. Afner Nasution Atas Hibah Tanah untuk Pendidikan

Berita Terbaru

TNI POLRI

Dari Barak ke Ladang, Danramil Pasar Kemis Perkuat Pangan

Kamis, 4 Jun 2026 - 15:10 WIB

Jakarta

Kenali Prosedur dan Syarat Pemecahan Bidang Tanah

Kamis, 4 Jun 2026 - 15:07 WIB

TNI POLRI

Dandim 0506/Tgr Terima Kunjungan Tim Audit Kodam Jaya

Kamis, 4 Jun 2026 - 15:01 WIB