GarudaXpose.com I Lumajang, Lomba Posyandu Berprestasi Tingkat Kesdam V/Brawijaya yang digelar di Batalyon Infanteri (Yonif) 527/BY, Kabupaten Lumajang, Selasa (3/2/2026), menjadi gambaran nyata bahwa penguatan layanan dasar masyarakat tidak dapat dibangun secara parsial. Posyandu tidak cukup hanya dinilai dari rutinitas kegiatan, melainkan dari kemampuan membangun sistem pelayanan yang terpadu, konsisten, serta didukung kolaborasi lintas sektor yang kuat.
Keikutsertaan Posyandu Kemuning 527 dalam lomba tersebut menunjukkan bagaimana sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lumajang dan TNI dapat menghadirkan layanan dasar yang lebih terstruktur dan berdampak. Pembinaan Posyandu di lingkungan satuan tidak hanya memperkuat dukungan sumber daya, tetapi juga membangun kultur pelayanan yang disiplin, tertib administrasi, dan terukur dalam pelaksanaannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Adji Kusuma, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari proses evaluasi sekaligus pemacu peningkatan kualitas. Menurutnya, arah kebijakan nasional tentang Transformasi Posyandu menuntut Posyandu berperan sebagai pusat pelayanan masyarakat yang lebih luas, menyentuh aspek kesehatan, sosial, hingga ketahanan keluarga.
“Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga melaksanakan enam bidang Standar Pelayanan Minimal. Hal ini menjadi wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat melalui pelayanan yang terpadu, responsif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dewi Natalia menilai, kolaborasi Pemkab Lumajang dengan TNI melalui pembinaan di lingkungan satuan merupakan model kemitraan strategis yang relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini. Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia, layanan dasar seperti Posyandu menjadi garda terdepan karena bersentuhan langsung dengan kondisi riil masyarakat, mulai dari pencegahan stunting, kesehatan ibu-anak, hingga edukasi keluarga sehat.
Posyandu Kemuning 527 sendiri dinilai sebagai Posyandu binaan yang aktif dan konsisten. Sinergi kader Posyandu bersama Persit Kartika Chandra Kirana serta dukungan lintas sektor memperlihatkan bahwa layanan masyarakat akan jauh lebih kuat bila dijalankan melalui kerja kolektif yang terkoordinasi. Keterlibatan unsur TNI juga memberikan penguatan dalam aspek pendampingan, pengorganisasian kader, serta pembinaan yang berkelanjutan.
“Lomba ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi para kader yang telah bekerja dengan penuh keikhlasan. Kami berharap semangat ini terus terjaga dan dapat menjadi inspirasi bagi Posyandu lainnya di Kabupaten Lumajang,” tambahnya.
Lebih jauh, lomba ini menegaskan bahwa kualitas layanan dasar tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi oleh ekosistem pelayanan yang dibangun bersama. Pemerintah daerah berperan dalam kebijakan dan penguatan program, sementara TNI melalui pembinaan satuan dapat memperkuat pelaksanaan di lapangan melalui dukungan organisasi dan kedisiplinan. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan, memastikan keberlanjutan program, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Posyandu.
Dengan demikian, Lomba Posyandu Berprestasi Tingkat Kesdam V/Brawijaya bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi ruang pembuktian bahwa pembangunan kesehatan masyarakat dan ketahanan keluarga membutuhkan sinergi nyata.
Pemkab Lumajang berharap, model kemitraan lintas sektor seperti ini terus diperluas agar Posyandu semakin berperan sebagai pusat layanan dasar yang modern, responsif, dan berdaya guna bagi masyarakat.












