GarudaXpose.com|Probolinggo – Menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Besuk, Dr. Muzammil menutup periode pengabdiannya dengan langkah strategis dan visioner.
Berkolaborasi dengan Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton, KKMI Kecamatan Besuk menggelar kegiatan Upgrading Skill Guru dan Kepala Madrasah se-Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Wisma Dosen UNUJA Paiton ini mengangkat tema “Penguatan Peran Guru dan Kepala Madrasah dalam Kepemimpinan Pembelajaran Berbasis AI.” Wakil Rektor III UNUJA, Prof. Dr. Hasan Baharun, M.Pd., hadir sebagai narasumber utama, sementara Dr. Muzammil bertindak sebagai moderator.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Dr. Muzammil menegaskan bahwa kegiatan upgrading ini merupakan ikhtiar nyata KKMI Kecamatan Besuk dalam menyiapkan guru dan kepala madrasah agar mampu merespons dinamika dan tantangan pendidikan di era digital dan kecerdasan buatan.
“Transformasi pendidikan adalah keniscayaan. Guru dan kepala madrasah dituntut menjadi pemimpin pembelajaran yang adaptif, inovatif, serta mampu memanfaatkan teknologi termasuk AI secara bijak dan beretika,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan figur-figur pemimpin pembelajaran madrasah yang visioner dan siap membawa lembaga pendidikan Islam menuju kualitas yang lebih unggul dan berdaya saing.
“Melalui kegiatan ini, kami optimistis akan lahir pemimpin pembelajaran madrasah yang adaptif dan siap menjawab tantangan zaman,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Hasan Baharun, M.Pd. dalam pemaparannya menekankan bahwa kehadiran AI dalam dunia pendidikan harus diposisikan sebagai instrumen pendukung, bukan pengganti peran pendidik.
“AI dapat membantu guru dalam perencanaan, asesmen, hingga pengelolaan pembelajaran. Namun nilai-nilai kemanusiaan, keteladanan, dan pembentukan karakter tetap menjadi ruh utama pendidikan madrasah,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah KKMI Kecamatan Besuk yang menggandeng UNUJA dalam penguatan kapasitas akademik dan pengembangan sumber daya manusia.
Menurutnya, sinergi antara komunitas madrasah dan perguruan tinggi merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
“Ini adalah bentuk kolaborasi yang luar biasa. Perguruan tinggi tidak boleh menjadi menara gading, tetapi harus hadir di tengah masyarakat, memberikan pengabdian dan dampak nyata, khususnya bagi kepala dan guru madrasah,” tandasnya.
Kegiatan upgrading ini berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh antusiasme. Selain penyampaian materi, peserta juga terlibat aktif dalam diskusi dan berbagi pengalaman seputar tantangan kepemimpinan pembelajaran di era digital.












