Ibu Putri Koster Tegaskan Bali Harus Tetap Berakar pada Budaya

- Penulis

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ibu Koster Buka Pameran Seni Rupa “Tutur Ayu”, 

Garudaxpose.com l Denpasar-Bali –Pariwisata Bali harus tetap berakar pada budaya karena budaya merupakan fondasi utama yang memberikan keunikan, nilai jual, dan jati diri yang membedakannya dari destinasi lain di dunia. Tanpa akar budaya yang kuat, Bali berisiko kehilangan daya tariknya dan mengalami krisis identitas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, saat membuka Pameran Seni Rupa oleh Komunitas Soko Guru dengan tema Tutur Ayu yang bertempat di Griya Santrian Art Gallery, Sanur, pada Jumat (6/3) malam.

Putri Koster yang merupakan seniman multitalenta ini mengatakan bahwa Tutur Ayu dalam kehidupan orang Bali merupakan sebuah wejangan atau petuah yang digunakan sebagai landasan dalam menjalani hidup. Menurutnya, melalui pameran bertajuk Tutur Ayu ini, generasi penerus dapat mempelajari berbagai dinamika kehidupan dan budaya masyarakat yang mulai bergeser melalui goresan tangan para perupa di atas kanvas.

“Ruang-ruang perupa itu masih ada. Idealisme dan tutur-tutur itu bisa diguratkan lewat karya-karya seni. Saya berharap para seniman perupa Bali tetap memiliki idealisme yang tinggi,” ungkapnya.

Tutur Ayu, lanjut Putri Koster, harus menjadi pegangan hidup masyarakat Bali agar nilai-nilai budaya yang terkandung dalam filosofi tersebut tetap terjaga, ajeg, dan lestari secara turun-temurun bagi generasi selanjutnya.

“Pameran ini menyampaikan pesan dan nasihat yang tertanam dengan nilai-nilai moral dan kebijaksanaan bagi generasi Bali saat ini atas kondisi dan keadaan Bali yang sudah mulai bergeser,” imbuhnya.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa di tengah gempuran perkembangan zaman, Bali harus tetap berakar pada budayanya, namun juga tetap mengikuti perkembangan teknologi sehingga dapat sejajar dengan daerah lain.

Sebelumnya, penulis yang juga pemerhati seni, I Made Susanta Dwitanaya, menyampaikan bahwa pameran ini lahir dari perjalanan panjang pengabdian para seniman yang selama ini tidak hanya berkarya, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pengetahuan kepada generasi muda.

“Dalam perjalanan panjang pengabdian, ada jejak-jejak sunyi yang tak pernah benar-benar selesai dituliskan. Ada jejak yang terus hidup melalui karya, melalui nilai, dan melalui ketulusan berbagi pengetahuan,” ungkapnya.

Karya-karya yang dipamerkan dalam Tutur Ayu tidak hanya menghadirkan nilai estetika, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat sebagai pewaris kebudayaan Bali yang terus berkembang mengikuti zaman.

“Di tengah arus perubahan, Tutur Ayu menjadi pengingat bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari kebisingan, melainkan dari ketekunan merawat nilai,” terangnya.

Pameran ini menampilkan sebanyak 18 karya lukisan dari tiga perupa Bali yang juga dikenal sebagai guru seni, yakni Ketut Marra, I Wayan Santrayana, dan I Gede Budiartha. (Adi/tra6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Brebes Gemakan Ketahanan Pangan: Sinergi Baja Polres dan Pemkab Kerek Produksi Jagung, Wujudkan Asta Cita Presiden
Kasat Reskrim Polres Padang Lawas Tegas: Jangan Curang, Saya Akan Sikat Pelaku Usaha SPBU!
Pererat Silaturahmi, Bupati Bangli Gelar Buka Puasa Bersama Umat Islam Di Halaman Kantor Bupati
Ribuan Pecalang Siap Amankan Nyepi 1948 Saka 2026
Bagikan Ribuan Takjil Di Depan Balai Desa Mentor Sumberasih Ditengah Bulan puasa Yang ke-17 Hari
Sidak Gas LPG 3Kg Bersubsidi di Padang Lawas, Beberapa Tabung Diamankan Usai Jual Harga Tinggi
Pemkab Padang Lawas Ucapkan Selamat Malam Nuzulul Qur’an 1447 H: Semoga Cahaya Al-Qur’an Menerangi Hati dan Langkah Kita
Pemkab Padang Lawas Ikuti Zoom Penyerahan Bantuan Korban Bencana Hidrometeorologi 2025, Wabup: Harap Wilayah Kita Terhindar dari Musibah

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:31 WIB

Brebes Gemakan Ketahanan Pangan: Sinergi Baja Polres dan Pemkab Kerek Produksi Jagung, Wujudkan Asta Cita Presiden

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:56 WIB

Kasat Reskrim Polres Padang Lawas Tegas: Jangan Curang, Saya Akan Sikat Pelaku Usaha SPBU!

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:15 WIB

Ibu Putri Koster Tegaskan Bali Harus Tetap Berakar pada Budaya

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:22 WIB

Ribuan Pecalang Siap Amankan Nyepi 1948 Saka 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:14 WIB

Bagikan Ribuan Takjil Di Depan Balai Desa Mentor Sumberasih Ditengah Bulan puasa Yang ke-17 Hari

Berita Terbaru