GONJANG-GANJING! BANTUAN BECAK LISTRIK DARI PRESIDEN DITARIK BUMDES, PENARIK BECAK GIGIT JARI

- Penulis

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GONJANG-GANJING! BANTUAN BECAK LISTRIK DARI PRESIDEN DITARIK BUMDES, PENARIK BECAK GIGIT JARI

BREBES,GarudaXpose.com-Gonjang-ganjing! Penarik becak vs Bumdes di Desa Padakaton, Brebes, Jawa Tengah, Daklan (57), merasa tertipu setelah bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo ditarik oleh Bumdes Mekar Jaya. Daklan mengaku awalnya disuruh berangkat pelatihan dan diberi uang Rp 100 ribu, lalu menerima becak listrik di pendopo Brebes, namun kemudian becak itu ditarik oleh Bumdes.

Daklan (57), warga Desa Padakaton, Kecamatan Ketanggungan, mengaku awalnya mengaku senang saat namanya disertakan sebagai penerima bantuan. Awalnya, dia didatangi oleh Suherman, Ketua Bumdes Mekar Jaya Padakaton dan ditawari sebagai penerima becak bantuan presiden.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat itu didatangi Herman dan menawari bantuan becak listrik dari Presiden. Kemudian saya disuruh berangkat pelatihan pada 2 Desember. Waktu itu saya diberi uang Rp 100 ribu,” Daklan mengawali cerita saat ditemui di rumahnya, Kamis (18/12) siang.

Berikutnya pada Sabtu (7/12) Daklan bersama 99 orang lainnya dipanggil ke pendopo Brebes untuk menerima becak listrik. Usai penyerahan, Daklan langsung balik dengan becak barunya itu.

“Habis dapat bantuan becak, saya pulang pake becak itu. Tapi sesampai di Desa Jagalempeni Wanasari, dia dicegat oleh Herman dengan mobil bak terbuka. Disitu becak diangkut pake mobil,” tuturnya.

Sampai dengan kejadian itu, Daklan masih menyangka akan memiliki becak listrik itu. Namun hingga sore, becak itu tak kunjung sampai ke rumah. Dia pun menanyakan perihal becaknua itu.

Dari situ dia mendapat jawaban, bahwa becak itu ditarik untuk Bumdes. Daklan mengaku, setelah mengetahui jawaban itu, diberi uang Rp 50 ribu.

“Sehari setelah dari pendopo menerima becak, pegawai Bumdes datang dan menjelaskan becak itu suruh disimpan di gudang Bumdes. (Becak) Ini milik Bumdes katanya,” ujar Daklan.

Sebagai penarik becak, dia mengaku kecewa karena namanya hanya dicatut untuk menerima bantuan. Apalagi dia sudah menjalani pelatihan dan menghadiri penyerahan becak di pendopo.

“Kalau tahu becak itu bukan untuk saya, saya tidak mau meskipun dikasih seratus ribu rupiah,” keluhnya.

Penarik becak itu kemudian mengungkap, ada 3 orang dari Desa Padakaton yang mendapat bantuan ini. Hanya saja, hanya dirinya yang benar benar sebagai penarik becak. Sedangkan dua lainnya yakni Muhtadi (55) adalah seorang buruh dan Sudrajat (65) seorang karyawan Bumdes.

“Hanya saya yang tukang becak, lainnya bukan. Muhtadi itu buruh dan Sudrajat itu pegawai Bumdes yang menangani sampah,” bebernya.

Dikonfrmasi terpisah, Ketua Bumdes Mekar Jaya, Suherman menegaskan bahwa becak listrik tersebut tidak diterima Bumdes. Becak hanya dititipkan sementara di TPS 3R KSM Sejahtera Bersama.

“Diterima Bumdes itu tidak. Saat ini posisinya ada di gedung TPS 3R karena lokasinya bisa untuk garasi, untuk transit sementara,” kata Herman.

Ia menegaskan hingga kini tidak ada warga yang meminta becak tersebut. Maka dari itu, sampai saat ini becak masih disimpan.

Terkait adanya dua orang bukan penarik becak, Suherman tidak menampik hal tersebut. Dia beralasan, permintaan data nama penerima datang secara mendadak dan mepet. Sehingga dia pun memutuskan mendaftarkan tiga nama itu termasuk pegawai Bumdes.

“Karena minta datanya mendadak dan mepet. Jadi tiga nama itu kami ajukan termasuk Sudrajat Bumdes,” tegas Suherman.

Soal becak listrik masih belum dibagikan dan disimpan hingga kini, Suherman memberikan alasan karena menghindari kegaduhan di tengah masyarakat. Banyak penarik becak di desa ini yang meminta agar didata sebagai penerima bantuan. Sehingga jika ini langsung diserahkan bisa menimbulkan kecemburuan.

“Sudah koordinasi dengan pihak desa. Ini bukan keputusan pribadi. Akhirnya becak disimpan dulu. Maksudnya biar adem tidak ada gejolak di masyarakat. Kemarin sempat gaduh, karena banyak yang minta tapi jatahnya terbatas. Jadi sampai hari ini masih disimpan,” alasan Suherman.

Dia berjanji jika situasi sudah kondusif, maka becak itu akan diserahkan kepada penerimanya.

“Secepatnya kami akan meyerahkan becak listrik bantuan tersebut ke masyarakat, jika melihat sudah kondusif di tengah masyarakat,” terusnya.

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Negara Hadir di Kawasan Perbatasan, Wamen Ossy: Telah Disahkan Perpres untuk Delapan Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara
Camat Jayanti dan Kapolsek Sambangi Rumah Dua Bocah Korban Tenggelam di Kali Cidurian
DOUBLE JABATAN, KASI PELAYANAN DESA KROCOK JADI WARTAWAN: Konflik Kepentingan Mengancam?
Solidaritas Kemanusiaan, DPC Hiswana Migas Tangerang Beri Bantuan Bencana Aceh dan Sumatra
Cek Fakta: Tidak Benar Ada Helikopter Jatuh Saat Kunjungan Bencana Semeru
Razia Balap Liar, Polres Lumajang Amankan Lima Sepeda Motor
Sambut HUT Kota Tangerang Ke-33, Banksasuci Tanam 3.300 Pohon
Sampah Jadi Persoalan, Di Duga DLH Kota Tangsel Tutup Mata

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:30 WIB

Negara Hadir di Kawasan Perbatasan, Wamen Ossy: Telah Disahkan Perpres untuk Delapan Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:46 WIB

Camat Jayanti dan Kapolsek Sambangi Rumah Dua Bocah Korban Tenggelam di Kali Cidurian

Rabu, 21 Januari 2026 - 07:10 WIB

DOUBLE JABATAN, KASI PELAYANAN DESA KROCOK JADI WARTAWAN: Konflik Kepentingan Mengancam?

Senin, 19 Januari 2026 - 13:49 WIB

Solidaritas Kemanusiaan, DPC Hiswana Migas Tangerang Beri Bantuan Bencana Aceh dan Sumatra

Senin, 19 Januari 2026 - 01:22 WIB

Cek Fakta: Tidak Benar Ada Helikopter Jatuh Saat Kunjungan Bencana Semeru

Berita Terbaru