Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dan desakan keras dari masyarakat. Hasibuan Mampu menegaskan, apa yang ia lakukan murni inisiatif sendiri demi kenyamanan bersama. Namun, tugas pembersihan belum bisa dikatakan selesai jika sampah sisanya dibiarkan menumpuk begitu saja.
Kami sudah bergerak duluan, sudah potong dan rapikan. Sekarang tinggal diangkut saja! Kami minta Dinas Lingkungan Hidup segera turunkan armada pengangkut sampah. Jangan biarkan jalan ini semrawut dan menghambat lalu lintas,” tegas Hasibuan Mampu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tuntutan serupa juga disuarakan Ketua DPC PWRI Kabupaten Padang Lawas, Aswin Kurnia. Ia menilai kelambanan ini mencerminkan kurangnya keseriusan dinas terkait dalam menjaga keindahan dan kebersihan kota.
Warga sudah peduli dan bekerja keras, pemerintah harusnya lebih sigap. Jangan sampai hasil kerja keras ini menjadi sia-sia dan justru menjadi pemandangan memalukan karena sampahnya dibiarkan menumpuk. Ini soal komitmen dan keseriusan dalam melayani masyarakat,” ujar Aswin Kurnia dengan nada tegas.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan pihak PWRI masih menunggu bukti nyata. Harapannya, DLH Padang Lawas tidak lagi menunda-nunda dan segera bertindak profesional agar lokasi tersebut benar-benar bersih, layak lalui, dan nyaman dipandang.
Dan Hasibuan Mampu juga menambahkan terkait sampah batang dan pelepah potongan kelapa sawit yang di duga dari lokasi kantor kemenag atau kantor kementerian haji kabupaten Padang lawas agar tidak membuang sembarangan apalagi ini wilayah kota kabupaten Padang lawas ucapnya!
Arman Effendi











