BREBES,GarudaXpose.com-Jawa Tengah //-Di tengah gejolak global dan urgensi akan ketersediaan pangan yang mandiri, Pemerintah Kabupaten Brebes bersama Kepolisian Resor Brebes melancarkan sebuah gebrakan signifikan, menegaskan komitmen mereka yang tak goyah dalam mengawal kedaulatan pangan nasional. Sebuah demonstrasi penanaman bibit jagung serentak yang tak hanya masif namun juga terorganisir rapi berhasil dipentaskan di hamparan persawahan Desa Wangandalem, Kecamatan Brebes, pada hari Sabtu (7/3/2026) sore. Aksi ini bukan sekadar rutinitas agraris, melainkan sebuah deklarasi langkah konkret yang secara presisi menyelaraskan diri dengan ruh Asta Cita Presiden, mengarahkan roda pembangunan agraria menuju swasembada pangan yang kokoh dan berkelanjutan.
Hadir memimpin langsung ekspedisi agraria yang strategis ini adalah Wakil Bupati Brebes, Wurja SE, yang dengan tangkasnya turut serta menancapkan bibit pertama ke bumi pertiwi. Beliau didampingi oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya, yang kehadirannya memancarkan aura soliditas dan kebersamaan. Momen simbolis ini menjadi penanda vital dimulainya Penanaman Serentak Kuartal I di seluruh wilayah Bumiayu, sebuah langkah awal yang diharapkan memicu efek domino positif. Kehadiran para pemangku kebijakan di garis depan penanaman tak hanya memberikan legitimasi dan semangat, namun juga secara gamblang memancarkan sinyal kuat akan prioritas pemerintah daerah terhadap sektor pertanian. Tak berhenti pada seremonial lapangan yang membumi, seluruh peserta kemudian mengonsolidasikan diri mengikuti arahan langsung yang begitu krusial dari Mabes Polri melalui sambungan konferensi video Zoom Meeting. Ini adalah sebuah langkah strategis yang secara tegas menggarisbawahi betapa sentralnya agenda nasional ini, yang dipastikan meresap hingga ke akar rumput di daerah, menyentuh setiap elemen masyarakat yang terlibat.
Wakapolres Brebes, Kompol Purbo Adjar Waskito, dengan retorika yang lugas dan penuh semangat, tak ragu menekankan urgensi partisipasi aktif dari seluruh spektrum masyarakat. Beliau menguraikan visi besar di balik gerakan ini: “Pemanfaatan lahan produktif, dengan prioritas khusus pada komoditas jagung, menargetkan capaian ambisius: satu juta hektar lahan akan digarap secara sistematis selama lima tahun ke depan,” ungkap Kompol Purbo, menyuntikkan optimisme yang menular kepada hadirin. Beliau juga menegaskan bahwa Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri bergerak laksana denyut nadi yang selaras dengan irama program Asta Cita Presiden, yang bermuara pada satu tujuan luhur: memastikan ketersediaan pangan yang merata dan berkelanjutan di setiap sudut nusantara, dari Sabang sampai Merauke. Ini bukan hanya janji, melainkan sebuah komitmen yang diterjemahkan menjadi serangkaian aksi nyata di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program ambisius yang digulirkan ini, dengan segala kompleksitasnya, bukanlah upaya yang berdiri sendiri. Ia ditopang penuh oleh konsentrasi kekuatan dari pemerintah pusat, yang termanifestasi secara konkret melalui ketersediaan alat mesin pertanian (alsintan) mutakhir serta pasokan bibit unggul berkualitas dari Kementerian Pertanian. Dukungan ini menjadi katalisator penting bagi percepatan dan modernisasi pertanian di daerah. Di wilayah Brebes, implementasi visioner ini terajut apik melalui sebuah kolaborasi yang intensif dan sinergis. Di dalamnya, personel Polri yang berdedikasi tinggi bahu-membahu dengan kelompok-kelompok tani yang menjadi ujung tombak produksi, serta perangkat pemerintah daerah yang secara proaktif berperan sebagai fasilitator utama. Model kolaborasi tripartit ini diharapkan menjadi prototipe keberhasilan program serupa di daerah lain.
Menyambut inisiatif pro-rakyat yang berdimensi jangka panjang ini, Wakil Bupati Brebes, Wurja SE, tak dapat menyembunyikan apresiasinya yang mendalam. Beliau menggarisbawahi bahwa sinergi yang terbangun kokoh antara institusi Polri, Pemerintah Kabupaten, dan para petani adalah fondasi tak tergantikan dalam membangun sebuah sistem ketahanan pangan yang tidak hanya tangguh dalam menghadapi goncangan, tetapi juga berkelanjutan untuk generasi mendatang. “Harapan saya, upaya kolektif ini tak sekadar menaikkan deret angka produksi jagung dalam lembar statistik semata, namun lebih jauh lagi, membuahkan dampak ekonomi yang konkret dan signifikan bagi peningkatan kesejahteraan para petani di Kabupaten Brebes,” harapnya, menyentuh esensi keadilan ekonomi dan pemberdayaan bagi masyarakat tani yang menjadi tulang punggung bangsa. Harapan ini mencerminkan visi yang lebih luas, di mana keberhasilan program diukur tidak hanya dari kuantitas produksi, tetapi juga dari kualitas hidup petani.
Sebagai penutup, Polres Brebes, bersama dengan dinas-dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, BPS, dan Bulog, telah berikrar dan berjanji untuk terus mengintervensi langsung di lapangan. Ini mencakup kegiatan monitoring berkala, pendampingan teknis, penyuluhan, dan penyediaan akses terhadap informasi dan teknologi terbaru. Tujuannya jelas: demi memastikan bahwa setiap potensi pertanian yang melimpah di daerah ini dapat dimanfaatkan secara optimal, efisien, dan berkelanjutan. Ini adalah komitmen jangka panjang yang tak tergoyahkan, sebuah janji untuk terus bekerja keras demi mengukir masa depan pangan yang lebih mandiri, lebih kuat, dan pada akhirnya, lebih sejahtera bagi seluruh rakyat Brebes, serta menjadi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional. (red)
(Agus)













