
Oleh: H. Syahrir Nasution
Tokoh Masyarakat Mandailing Natal, Putra Asli Batang Natal
Garudaxpose.com l Medan ( Sumut)—
Lebih dari sebulan pascabanjir dan longsor yang melanda kawasan Jembatan Merah Simpang Gambir, Batang Natal, kondisi jalan lintas provinsi itu masih memprihatinkan. Tidak ada tanda penanganan serius. Yang tersisa hanyalah jalan rusak, kecemasan pengguna, dan rasa terabaikan di tengah masyarakat Pantai Barat Mandailing Natal.
Padahal, jalan ini bukan sekadar bentangan aspal. Ia adalah urat nadi bagi sedikitnya tujuh kecamatan di Pantai Barat yang setiap hari bergantung pada akses ini untuk menuju ibu kota kabupaten. Di atas jalan ini, roda ekonomi bergerak, anak-anak pergi sekolah, dan warga mengakses layanan kesehatan. Ketika jalan ini lumpuh, kehidupan masyarakat ikut tersendat.
Sebagai masyarakat Pantai Barat, kami merasa perlu mengingatkan: kami adalah bagian utuh dari Mandailing Natal. Sejak daerah ini mekar dari Tapanuli Selatan sekitar 26 tahun lalu, wilayah Pantai Barat dikenal sebagai salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, jika pembangunan dijadikan cermin, pantulan yang kami lihat hari ini justru timpang.
Pertanyaannya sederhana: mengapa wilayah yang berkontribusi besar justru kerap tertinggal dalam prioritas pembangunan?
Persoalan Jembatan Merah Simpang Gambir sesungguhnya bukan sekadar soal rusaknya jalan, tetapi soal kejelasan kewenangan dan keberpihakan kebijakan. Jika ruas ini memang berstatus jalan provinsi, maka pemerintah kabupaten semestinya aktif dan tegas mengusulkan penanganan kepada pemerintah provinsi. Negara tidak boleh kalah oleh prosedur, apalagi oleh pembiaran.
Saya percaya, kritik ini bukanlah bentuk perlawanan, melainkan panggilan tanggung jawab. Pemerintah daerah ada untuk memastikan tidak ada satu wilayah pun yang merasa dianaktirikan.
Apalagi Pantai Barat, yang sejak awal ikut membesarkan Mandailing Natal.
Jangan biarkan Jembatan Merah menjadi simbol kerusakan yang lebih besar: rusaknya rasa keadilan, kepercayaan, dan harapan masyarakat terhadap pemerintahnya sendiri. Jalan bisa diperbaiki. Tetapi jika kepercayaan publik runtuh, ongkosnya jauh lebih mahal.
(AB.BB)
Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow