Antrean Pupuk Subsidi Terjadi di Brebes, Petani : Antre Berhari-hari

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com-Para petani di Kabupaten Brebes, harus mengantre berhari hari untuk mendapatkan pupuk subsidi. Bahkan banyak petani yang menunggu jatah sejak 2 Januari lalu,Senin (12/1/2026)

Antrean petani dalam mendapatkan pupuk hampir terjadi di semua KPL (Kios Pupuk Lengkap). Salah satu kios yang terjadi antrean cukup panjang berada di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Brebes.

Di kios ini, antrean sudah ada sejak awal tahun 2026. Rahmat (63) warga Kluwut mengaku sudah membayar untuk dua jenis pupuk subsidi, Urea dan Phonska. Rahmat sudah membayar pada 2 Januari dan sampai hari ini belum mendapatkannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Antrean Pupuk Subsidi Terjadi di Brebes, Petani : Antre Berhari-hari

“Sudah bayar sejak 2 Januari. Tiap hari harus antre disini sampai tanaman padi saya tinggal, ga pernah ditiliki. Kalau tidak antre nanti diserobot orang,” ungkap Rahmat di sela antrean di Kios Pupuk Brebes Putra.

Petani lain, Eni (59) juga mengalami hal sama. Demi dapat pupuk Urea dan Phonska, harus datang pagi tiap hari. Menurut dia, untuk dapat jatah, sudah membayar dari tanggal 3 Januari.

“Harus dibela belain antre pagi pagi. Kalau tidak dipupuk pertumbuhan padi tidak maksimal, hasilnya sedikit,” ucapnya.

Admin Kios Pupuk Lengkap Brebes Putra, Agus menyebutkan, antrean petani ini karena keterlambatan distribusi pupuk dari distributor ke kios. Admin ini menjelaskan, permintaan pupuk tiap hari rata rata 50 ton, sedangkan pengiriman pupuk dalam sehari hanya tiga kali.

“Tiap hari hanya tiga kali kiriman, padahal kebutuhan banyak. Tiap hari 50 ton, sementara tiap kali kirim untuk satu armada hanya 8 ton, jadi sehari 24 ton untuk tiga kali kirim,” beber Agus.

Agus meminta agar distributor menambah armada untuk mempercepat distrbusi pupuk. Mengingat permintaan pupuk dari petani sangat banyak setiap harinya.

“Jadi yang baru membayar hari ini tidak akan langsung dapat. Harus antre lama karena memang armada pengiriman pupuk sangat kurang memadai. Harus diperbamyak armadanya,” sambung Agus.

Menanggapi banyaknya antrean pupuk, Juwari, Ketua KUD Wanasari selaku distributor pupuk wilayah Kecamatan Bulakamba menjelaskan, penyebab masalah tersebut karena jadwal tanam padi dilakukan hampir bersamaan. Khusus wilayah pantura Bulakamba, lanjut Juwari, diakui mengalami peningkatan cukup tinggi.

Meski ada kenaikkan permintaan, Juwari menegaskan stok pupuk untuk petani sangat cukup. Ditegaskan pula, antrean itu bukan karena adanya kelangkaan.

“Memang terjadi peningkatan luar biasa, ini disebabkan mereka menanam padi hampir bersamaan. Antran ini bukan kelangkaan, stok pupuk sangat cukup untuk para petani,” tegas Juwari.

Soal distribusi diakui Juwari memang kekurangan armada. Saat ini pihaknya hanya memiliki 3 truk dengan kapasitas masing masing 8 ton. Sedangkan dalam sehari, tiap armada hanya bisa mengangkut maksimal 3 rit.

“Kami ada 3 truk dan sangat kurang. Jadi imbasnya kurang maksimal dalam pengiriman ke kios kios,” terangnya.

Untuk membantu meningkatkan pengiriman, KUD Wanasari sudah menambah 2 unit truk dengan sistem sewa. Namun dengan kondisi tersebut tetap masih belum bisa memenuhi permintaan tiap kios.

“Dengan tambahan armada, dalam sehari bisa menambah distribusi pupuk jadi 50 ton ke kios,” pungkasnya.

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seminggu Jelang Lebaran, Jalinsum Jembatan Merah–Simpang Gambir Rusak Parah: Mengapa Gubernur Sumut Bungkam?
Kepala SPPG Yayasan “Indonesia Terang benderang” batunadua Jae Diduga ajang korupsi dari Program MBG !
Sengkarut Sertifikat KPR BTN Palembang: Nasabah Lunas Sejak 2025, Hak Milik Masih “Disandera”
POLRES PALAS GELAR RAKOR LINSEK, SIAPKAN OPERASI KETUPAT TOBA 2026 UNTUK AMANKAN IDUL FITRI
Dugaan Tindak Pidana Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Banyuasin di Laporkan oleh PST Ke Kejati Sumsel
Mudik Nyaman Bersama Pegadaian, 238 Warga Diberangkatkan dari Palembang
Proyek Pelebaran Jalan Nasional Pantai Barat Disorot Keras: Tanpa Plang Proyek, Dugaan Material Tak Standar, Berpotensi Dilaporkan ke KPK
Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadhan, Brimob Polda Sumut Hadir Berbagi Sembako Untuk Santri Mandailing Natal

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:23 WIB

Seminggu Jelang Lebaran, Jalinsum Jembatan Merah–Simpang Gambir Rusak Parah: Mengapa Gubernur Sumut Bungkam?

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:08 WIB

Kepala SPPG Yayasan “Indonesia Terang benderang” batunadua Jae Diduga ajang korupsi dari Program MBG !

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:01 WIB

Sengkarut Sertifikat KPR BTN Palembang: Nasabah Lunas Sejak 2025, Hak Milik Masih “Disandera”

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:32 WIB

POLRES PALAS GELAR RAKOR LINSEK, SIAPKAN OPERASI KETUPAT TOBA 2026 UNTUK AMANKAN IDUL FITRI

Kamis, 12 Maret 2026 - 05:17 WIB

Dugaan Tindak Pidana Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Banyuasin di Laporkan oleh PST Ke Kejati Sumsel

Berita Terbaru

Bali

Rakor Program Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Kamis, 12 Mar 2026 - 16:27 WIB