Proyek Tandon Rp9,7 Miliar Diperumahan Puri Bintaro Diduga Sangat Tidak Berkualitas

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Tangsel – Proyek pembangunan Tandon dan Long Storage Puri Bintaro Indah senilai Rp9,78 miliar yang bersumber dari APBD Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran 2025 sangat tidak masuk akal. Hingga memasuki tahun 2026, proyek yang dikerjakan CV Stara Maju Perkasa tersebut belum juga rampung, meski telah melewati batas waktu kontrak.

Keterlambatan dan ketidaksesuaian kualitas pekerjaan justru mendapat pembelaan dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangerang Selatan. Sikap ini memicu dugaan adanya kompromi atau pembiaran terhadap pelaksanaan proyek yang dinilai bermasalah.

Dari hasil investigasi dilokasi proyek di Jalan Flamboyan, Perumahan Puri Bintaro Indah, menemukan banyak kejanggalan serius. Papan informasi proyek tidak mencantumkan nama konsultan pengawas, padahal peran itu merupakan bagian yang wajib dalam proyek konstruksi pemerintah. Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar terkait fungsi pengawasan dan kontrol mutu pekerjaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih gawatnya lagi pada pekerjaan jalan lingkungan yang akan dicor beton, kondisi dasar jalan tampak masih berupa tanah merah tanpa pemadatan memadai dan tanpa lapisan agregat batu pecah. Praktik ini secara teknis berpotensi menurunkan kualitas konstruksi dan menimbulkan kerusakan dini.

Kabid Sumber Daya Air Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Cipta Karya (DSDABMBK) Kota Tangsel, Eka Pribawa dalam klarifikasi tertulis menyebut pekerjaan jalan sebagai pengembalian kondisi semula yang menjadi tanggung jawab pelaksana dan tidak masuk item kontrak. Namun, saat dikonfirmasi lebih lanjut, yang bersangkutan tidak mampu menjelaskan dasar hukum dan teknis pekerjaan tersebut,serta belum adanya lubang akses dengan penutup dalam kontrak.

Temuan investigasi ini membuat publik memastikan bahwa dugaan proyek bernilai hampir Rp10 miliar tersebut tidak dikelola secara profesional dan transparan. Masyarakat meminta dengan tegas kepada pemerintah kota Tangerang Selatan untuk bertindak tegas,karena dengan nilai anggaran yang besar itu berasal dari keringat rakyat.

 

(Nix)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana “Gotong Royong Infak Anak-Anak” Rp950 Ribu per Tahun di SMPN 3 Genteng Dipertanyakan
Jutaan Batang Rokok Ilegal Jadi Abu, Bea Cukai Sibolga: Kami Tidak Tinggal Diam
Gema Wayang Santri di Luwungragi: Lakon Sayidin Macan Gembong dan Tamparan Keras untuk ‘Londo Ireng’ Masa Kini
Hilangkan Ruang Pungli, Perlu Optimalkan Digitalisasi Pelayanan Publik
Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori
Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro
Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan
Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:55 WIB

Dana “Gotong Royong Infak Anak-Anak” Rp950 Ribu per Tahun di SMPN 3 Genteng Dipertanyakan

Kamis, 17 September 2026 - 08:19 WIB

Jutaan Batang Rokok Ilegal Jadi Abu, Bea Cukai Sibolga: Kami Tidak Tinggal Diam

Kamis, 17 September 2026 - 08:10 WIB

Gema Wayang Santri di Luwungragi: Lakon Sayidin Macan Gembong dan Tamparan Keras untuk ‘Londo Ireng’ Masa Kini

Kamis, 17 September 2026 - 02:17 WIB

Hilangkan Ruang Pungli, Perlu Optimalkan Digitalisasi Pelayanan Publik

Rabu, 16 September 2026 - 19:04 WIB

Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori

Berita Terbaru