Pemuda Pancasila: Lahir dari Zaman yang Tak Mudah

- Penulis

Kamis, 25 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxposs.com | Palembang, –  Organisasi ini tidak lahir di ruang nyaman. Pemuda Pancasila tumbuh dari masa ketika bangsa ini sedang mencari jati dirinya.

Pemuda Pancasila lahir pada 28 Oktober 1959, di tengah situasi bangsa yang belum sepenuhnya stabil. Saat itu, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan: konflik ideologi, ancaman disintegrasi, dan kegelisahan akan arah masa depan bangsa. Dalam kondisi inilah, sekelompok pemuda merasa terpanggil untuk menjaga nilai dasar negara—Pancasila.

Pemuda Pancasila tidak lahir sebagai simbol kekerasan, melainkan sebagai wadah pemuda yang ingin berdiri di garis depan menjaga ideologi bangsa. Mereka hadir sebagai reaksi terhadap kondisi sosial dan politik yang rawan, ketika Pancasila perlu dibela bukan hanya lewat kata-kata, tetapi juga keberanian dan sikap tegas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada masa awal, Pemuda Pancasila berperan sebagai kekuatan moral dan sosial. Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang, namun disatukan oleh satu tekad: Indonesia harus tetap berdiri di atas Pancasila. Mereka bukan sekadar penonton sejarah, tetapi bagian dari perjalanan bangsa itu sendiri.

Seiring waktu, perjalanan Pemuda Pancasila mengalami pasang surut. Ada masa kejayaan, ada pula masa penuh kritik. Namun satu hal yang tak bisa dihapus dari sejarah: Pemuda Pancasila adalah organisasi yang lahir dari kegelisahan mencintai bangsa.

Memahami sejarah lahirnya Pemuda Pancasila berarti memahami bahwa organisasi ini dibangun bukan dari niat main-main. Ia lahir dari kebutuhan zaman, dari rasa tanggung jawab pemuda terhadap negaranya.

Kalau kita ingin menilai hari ini, mari pahami dulu sejarahnya.(*)

 

Oleh : Permana Saputra
Aktivis Pemuda Pancasila
Kegiatan Sosial dan Kebersamaan
Belajar Mengabdi Untuk Lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati, DPRD dan Kapolres Muba Kompak Cari Solusi Minyak Rakyat, Legalisasi Jadi Bahasan
Kepala KPPN teguh irwono piagam langsung di terima sama Wakapolres Kompol A.Effan Sulaiman jember
Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang
HASIBUAN MAMPU SULAP TITIK SAMPAH JADI TAMAN DI DEPAN TK NEGERI BARUMUN
Sejak 2011, Beasiswa Pemkab Banyuwangi Bantu 3.920 Mahasiswa
Noor Arief Prasetyo terpilih Aklamasi sebagai ketua umum KJJT indonesia  
KASAT RESKRIM POLRES PADANG LAWAS TABUH GENDERANG, BERANGKATKAN GERAKAN BERSIHKAN PASAR DARI SPEKULASI DAN KECURANGAN PANGAN
Pererat Sinergi, Kepala Rutan Kelas I Palembang Audiensi dengan Pemerintah Kota Palembang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:11 WIB

Bupati, DPRD dan Kapolres Muba Kompak Cari Solusi Minyak Rakyat, Legalisasi Jadi Bahasan

Rabu, 9 September 2026 - 14:06 WIB

Kepala KPPN teguh irwono piagam langsung di terima sama Wakapolres Kompol A.Effan Sulaiman jember

Rabu, 9 September 2026 - 10:55 WIB

Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang

Rabu, 9 September 2026 - 07:12 WIB

HASIBUAN MAMPU SULAP TITIK SAMPAH JADI TAMAN DI DEPAN TK NEGERI BARUMUN

Rabu, 9 September 2026 - 02:05 WIB

Sejak 2011, Beasiswa Pemkab Banyuwangi Bantu 3.920 Mahasiswa

Berita Terbaru