Garudaxpose.com | Pakpak Bharat — Curah hujan ekstrem disertai badai yang mengguyur wilayah Kabupaten Pakpak Bharat dalam beberapa hari terakhir memicu bencana longsor di hampir seluruh wilayah kecamatan. Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga 27 November 2025 pukul 16.40 WIB tercatat 143 titik longsor tersebar di 8 kecamatan dan 52 desa. Dari jumlah tersebut, 102 titik telah ditangani, sementara 47 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Kepala BPBD Pakpak Bharat, Agusman Harapan Padang, ST M.Si menyampaikan bahwa bencana longsor kali ini termasuk kategori luar biasa karena terjadi secara merata di banyak lokasi. “Intensitas cuaca ekstrem menyebabkan curah hujan dan badai sangat tinggi sehingga memicu longsor besar-besaran,” ujarnya.
Musibah ini juga menelan korban jiwa. Dua warga dilaporkan meninggal dunia, sementara lima rumah mengalami kerusakan. Tidak hanya itu, sektor pertanian pun terdampak parah. Di Kecamatan STTU Jehe, tepatnya Dusun I Desa Tanjung Meriah, lebih dari dua hektare sawah rusak, ditambah terputusnya irigasi yang mengaliri lahan pertanian di kawasan Prongil Julu. Sejumlah data kerusakan pertanian lainnya masih dalam proses verifikasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk percepatan penanganan, BPBD bersama PUPR, Dinas Pertanian, BPJN, serta dukungan alat berat dari provinsi telah mengerahkan berbagai jenis armada, mulai dari beko loader, excavator, loader, trado, hingga chainsaw. Proses pembersihan material longsor juga melibatkan personel BPBD, Tagana, TNI/Polri, dan masyarakat setempat.
Hingga hari ini, penanganan diperluas ke beberapa ruas penting seperti Jalan Lagan–Pagindar, Jalan Kuta Tinggi–Sibongkaras, serta sejumlah titik di Kecamatan STTU Jehe yang belum terselesaikan. Selain itu, BPBD juga menyiapkan 30 paket bantuan sembako berisi beras, minyak goreng, telur, matras, selimut, dan perlengkapan dasar lainnya untuk disalurkan kepada warga yang paling terdampak.
“Penanganan masih terus berlangsung. Kami memprioritaskan wilayah dengan dampak terparah dan akses vital masyarakat,” ujar Kepala BPBD dalam keterangannya.
Penulis : Jembri M Padang
Editor : Kaperwil Sumut
Sumber Berita: BPBD Pakpak Bharat













