Mosi Tidak Percaya !, Puluhan Guru dan Karyawan Mendesak Pencopotan Kepala Sekolah SMAN 1 Tanggul

- Penulis

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

GarudaXpose.com I Jember — Puluhan guru dan karyawan SMA Negeri 1 Tanggul, Kabupaten Jember, menyuarakan ketidakpuasan atas kepemimpinan Kepala Sekolah Martha Mila Sugesti melalui sebuah petisi resmi yang disusun pada 27 November 2025. Petisi tersebut memuat keberatan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “kesalahan dan kebijakan yang tidak berpihak pada iklim kerja yang sehat”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan dokumen yang diterima Tim wartawan media ini, sebanyak 54 guru dan karyawan menandatangani petisi tersebut sebagai bentuk protes. Mereka menilai gaya kepemimpinan kepala sekolah cenderung menimbulkan tekanan psikologis dan suasana kerja yang tidak kondusif.

Petisi itu memuat tujuh poin keberatan, sebagaimana berikut :

1. Kepala sekolah diduga sering mengintimidasi guru dan karyawan dengan bahasa ancaman dan ucapan kasar.

2. Guru dan karyawan mengaku kerap ditekan secara psikologis tanpa alasan jelas, termasuk ancaman mutasi.

3. Pemberian beban kerja dinilai sering tidak sesuai tupoksi maupun jabatan, serta dianggap tidak mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

4. Dugaan keterlibatan guru dan karyawan dalam urusan pribadi kepala sekolah, termasuk pembersihan rumah pribadi.

5. Dugaan praktik KKN dalam penerimaan pegawai atau karyawan, termasuk tudingan pemalsuan tanda tangan berlaku mundur untuk kepentingan keluarga kepala sekolah.

6. Guru dan karyawan mengaku sering dimarahi di depan umum tanpa penjelasan dan bukti yang jelas.

7. Dugaan sejumlah program sekolah tidak dijalankan sebagaimana tercantum dalam dokumen perencanaan.

Para guru menyebut bahwa kondisi tersebut sudah menimbulkan keresahan dan gangguan terhadap kenyamanan bekerja.

Perwakilan guru, inisial A, ketika dikonfirmasi pada 28 November 2025, menegaskan bahwa seluruh guru dan karyawan telah bersepakat mendesak kepala sekolah mundur.

“Bu Martha sangat arogan, sering mengancam guru dan berkata kasar, bahkan memarahi guru di depan umum. Semua guru sudah tanda tangan dan sepakat meminta Kacabdin Wilayah Jember serta Kepala Dinas Pendidikan mengambil tindakan tegas,” ujar A.

Ia mengatakan bahwa apabila tidak ada tindak lanjut, para guru akan melaporkan persoalan tersebut kepada Gubernur Jawa Timur dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Guru lainnya, inisial B, juga menyampaikan keberatannya. Menurut dia, sejumlah kebijakan kepala sekolah dinilai terlalu kaku dan tidak mempertimbangkan dinamika pembelajaran di sekolah.

“Banyak aturan dibuat tanpa komunikasi, terlalu kaku, dan sering berubah-ubah. Situasi ini membuat kami kesulitan bekerja dan berdampak pada kenyamanan seluruh guru,” ujar B.

Hingga laporan ini dibuat, Kepala SMA Negeri 1 Tanggul, Martha Mila Sugesti, belum memberikan komentar resmi atas petisi tersebut.

Pihak Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember-Lumajang juga belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai langkah evaluasi atau tindak lanjut atas laporan para guru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satreskrim Polres Lumajang Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Rumah Warga
Miliki Sabu, Sat Resnarkoba Polres Tebing Tinggi Ringkus Dua Pria di Jalan Kutilang
Ironis! Polisi di Deli Serdang Curi Motor Rekan Sendiri Saat Korban Shalat di Masjid Polresta
Usai Diperiksa Polres Dairi, Syahdan Sagala Sebut Laporan Nuridah Puspita Pasi Diduga Upaya Pembenaran Diri
Polres Lumajang Amankan Pelaku Pencurian Rumah dengan Modus Pinjam Peralatan
Proyek Pemeliharaan Gedung Kantor Inspektorat Lumajang Terkesan Asal Jadi, LP-KPK Desak Inspektorat Provinsi untuk Mengaudit secara Menyeluruh
Kasus Penganiayaan Syahdan Sagala Mencuat ke Publik, Korban Mengaku Laporan Berulang Tak Ditindak
Polres Pasuruan Bakar Arena Perjudian Sabung Ayam di Pandaan

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 01:12 WIB

Satreskrim Polres Lumajang Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Rumah Warga

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:36 WIB

Miliki Sabu, Sat Resnarkoba Polres Tebing Tinggi Ringkus Dua Pria di Jalan Kutilang

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:49 WIB

Ironis! Polisi di Deli Serdang Curi Motor Rekan Sendiri Saat Korban Shalat di Masjid Polresta

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:18 WIB

Usai Diperiksa Polres Dairi, Syahdan Sagala Sebut Laporan Nuridah Puspita Pasi Diduga Upaya Pembenaran Diri

Rabu, 7 Januari 2026 - 00:44 WIB

Polres Lumajang Amankan Pelaku Pencurian Rumah dengan Modus Pinjam Peralatan

Berita Terbaru