Banjir & Longsor Melanda Tapanuli Selatan: 8 Warga Tewas, Ribuan Mengungsi, Status Tanggap Darurat Ditetapkan

- Penulis

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaexpose.com | Tapsel — Bencana banjir dan tanah longsor kembali menghantam sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur sejak Senin (24/11/2025) pagi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB itu menimbulkan korban jiwa, kerusakan parah, serta ribuan warga terpaksa mengungsi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapsel yang dipimpin Julkarnaen Siregar, sedikitnya 11 kecamatan terdampak, yakni Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Timbangan Angkola, serta Angkola Muaratais.

“Sejumlah titik mengalami banjir, sementara beberapa kawasan lain tertimbun longsor,” ujar Julkarnaen dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BPBD melaporkan sebanyak 8 warga meninggal dunia, terdiri dari satu orang di Sipirok, satu di Angkola Barat, dan enam orang di Batangtoru. Selain itu, puluhan warga lainnya mengalami luka berat dan ringan, dengan rincian satu korban di Sipirok, satu di Angkola Barat, serta 56 orang di Batangtoru.

Hingga Selasa (25/11/2025), sekitar 3.000 kepala keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam dan wilayah tempat tinggal tidak lagi aman. Sementara itu, pendataan kerusakan bangunan dan infrastruktur masih terus berlangsung hingga Rabu (27/11/2025).

BPBD Tapsel bersama TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, dan Basarnas telah melakukan kajian cepat serta evakuasi korban. Proses evakuasi warga yang masih terjebak banjir juga masih dilakukan menggunakan perahu karet, mengingat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih mengguyur wilayah Tapsel hingga hari ini.

Atas kondisi tersebut, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung mulai Selasa (25/11/2025), sementara proses penerbitan surat keputusan tengah berlangsung.

Sejumlah kebutuhan mendesak telah diajukan untuk mempercepat penanganan di lapangan, seperti 3.000 paket sembako, perlengkapan keluarga dan dapur, tenda pengungsi, kasur dan selimut, perahu karet, chainsaw, paket peralatan kebersihan, makanan siap saji, serta permintaan tambahan personel.

Pusdalops BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari ke depan. Risiko banjir susulan dan tanah longsor terutama mengancam daerah rawan serta wilayah di sepanjang aliran sungai.

Penulis : Ibnu Saad

Editor : Ibnu Saad

Sumber Berita: BPBD Kabupaten Tapsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perampokan Berdarah di Jember Kota, Pemilik Toko Emas Murni Dibacok Dua Pelaku
Puncak Hari Santri Nasional 2026 di Kab Tangerang Berlangsung Meriah
FORJI Lumajang: Santri Berdaya, Indonesia Jaya, Momentum HSN 2026 Perkokoh NKRI
Gubernur Koster Terima Aspirasi Aksi Kamisan dan Serikat Pekerja Terkait UMP Bali 2027
Ketua Umum PW KPMDB BREGAS Desak Pemerintah Ambil Langkah Taktis Atasi Krisis Hutan Kalimantan
Malam Bersejarah di Tempeh, K.H. Imron Fauzi Satukan Ribuan Santri dalam Kirab HSN Perdana
Cegah Karhutla di Lereng Argopuro, TNI-Polri dan Perhutani Patroli Gabungan di Jalur Terpanjang se-Jawa
Kecelakaan Lalu Lintas melibatkan Dua Dump Truk Terjadi di Badan Jalan Candipuro Lumajang, Laka Material Diselesaikan Mediasi di Polsek

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Perampokan Berdarah di Jember Kota, Pemilik Toko Emas Murni Dibacok Dua Pelaku

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:13 WIB

Puncak Hari Santri Nasional 2026 di Kab Tangerang Berlangsung Meriah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:06 WIB

FORJI Lumajang: Santri Berdaya, Indonesia Jaya, Momentum HSN 2026 Perkokoh NKRI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:53 WIB

Gubernur Koster Terima Aspirasi Aksi Kamisan dan Serikat Pekerja Terkait UMP Bali 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Ketua Umum PW KPMDB BREGAS Desak Pemerintah Ambil Langkah Taktis Atasi Krisis Hutan Kalimantan

Berita Terbaru