Garudaxpose.com | Kabupaten Tangerang – Proyek Perkuatan Tebing Saluran Pembuang di Sukamurni kini berubah menjadi sorotan panas bak bara. Publik menggugat keras karena proyek yang dibiayai APBDP Kabupaten Tangerang dan dikerjakan oleh CV BETAS itu diduga kuat jauh dari standar, bahkan terkesan seperti proyek abal-abal yang dipaksakan selesai.
Saat awak media turun langsung ke lokasi, pemandangan yang muncul bukan seperti proyek pemerintah, melainkan seperti pekerjaan serampangan tanpa kendali. Batu kali dipasang dalam kondisi tergenang air, seolah pekerja tidak memiliki pedoman teknis atau sekadar tidak peduli.
Tidak ada pembendungan, tidak ada pengeringan, tidak ada satu pun prosedur teknis yang layak terlihat. Yang ada justru kesan bahwa proyek dikebut tanpa perhitungan demi menggugurkan kewajiban semata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih provokatif lagi—papan proyek hilang tanpa jejak. Tidak terpasang, tidak terlihat, tidak ditemukan. Seolah-olah proyek ini ingin berjalan dalam gelap, tanpa transparansi dan tanpa pertanggungjawaban. Publik pun mulai bertanya-tanya: Ada apa? Kenapa disembunyikan? Siapa yang bermain?
Pengawasan? Nihil. Pihak pelaksana tidak tampak, DBMSDA tidak hadir, pengendali teknis tidak terlihat. Proyek yang seharusnya berada dalam kontrol ketat justru seperti dibiarkan bergulir tanpa komando.
Aktivis sosial kontrol, Sukirman, meledak dengan kritik kerasnya.
> “Ini uang rakyat! Bukan uang sodakoh! Kalau proyek pemerintah dikerjakan model begini, itu sudah keterlaluan. Dinas jangan cuma duduk manis di kantor—turun ke lokasi dan sikat pelaksana yang main-main!” tegasnya dengan nada tinggi.
Publik kini menanti:
Apakah DBMSDA akan turun tangan menertibkan dugaan kecerobohan ini?
Atau justru membiarkan proyek yang dinilai ‘asal jadi’ ini terus berjalan tanpa konsekuensi?
(Spi)














