“Menjaga Tanah Mandailing: Tanggung Jawab Bersama Mengakhiri PETI dan Merawat Masa Depan Madina”

- Penulis

Sabtu, 22 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : H. Syahrir Nasution, SE., MM.
Gelar Sutan Kumala Bulan — Wakil Ketua HIKMA Sumut (Putra Asli Batang Natal).

Mandailing Natal adalah tanah yang dianugerahi hutan, sungai, dan kekayaan alam yang melimpah. Namun dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menjadi tantangan besar yang memengaruhi lingkungan, ekonomi masyarakat, serta kepercayaan publik terhadap tata kelola sumber daya alam.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, akademisi, pemuda, dan unsur sosial lainnya menyadari bahwa persoalan PETI bukan hanya persoalan hukum. Ini menyangkut masa depan generasi, kesehatan sungai, dan marwah Madina sebagai tanah warisan leluhur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan ini disusun dengan menghimpun pandangan tokoh serta data lapangan, untuk menggambarkan dinamika PETI secara utuh—bukan untuk menyalahkan pihak mana pun, tetapi mengajak seluruh elemen bersatu menghadirkan solusi yang adil dan berkelanjutan.

KRONOLOGI PERKEMBANGAN PETI DI MADINA (2019–2025)

2019
Aktivitas PETI mulai meningkat di sejumlah titik sungai di Batang Natal dan Kotanopan. Upaya penertiban dilakukan, namun masih bersifat sporadis.

2020
Pandemi melemahkan ekonomi masyarakat. Banyak warga kehilangan pekerjaan dan beralih ke pendulangan emas. Aktivitas PETI meningkat sekitar 35% dibanding tahun sebelumnya.

2021
Operasi terpadu kembali dilakukan. Namun karena keterbatasan sumber daya dan medan geografis, aktivitas PETI muncul kembali setelah penertiban.

2022
Kerusakan sungai mulai terlihat jelas—air berubah warna, tingkat pencemaran naik, dan habitat ikan menurun. Akademisi dan komunitas lingkungan mulai menyuarakan keprihatinan.

2023
Alat berat semakin sering ditemukan. Pemerintah daerah meminta dukungan pengawasan dari pemerintah provinsi. Beberapa penertiban terlaksana namun belum menghentikan aktivitas.

2024
Pemerintah mulai merumuskan gagasan kebijakan baru, termasuk wacana proyek alternatif ekonomi di wilayah rawan PETI.

2025
Perhatian publik memuncak setelah video aktivitas PETI viral. Pemerintah Kabupaten menerbitkan Surat Edaran Penertiban PETI disertai ajakan moral menjaga lingkungan.
Meski demikian, aktivitas PETI masih ditemukan, menunjukkan perlunya langkah kolaboratif yang lebih kuat di tahun berjalan.

PANDANGAN PARA TOKOH

Tokoh Adat: “Bupati sudah memulai langkah, mari kita lanjutkan bersama”

Tokoh adat melihat surat edaran Bupati sebagai awal penting. Mereka berharap ada komunikasi lebih intens antara pemerintah dan komunitas adat di wilayah rawan PETI.

Tokoh Masyarakat: “Butuh kekompakan pemerintah dan rakyat”

Menurut tokoh masyarakat, persoalan PETI melibatkan aspek ekonomi dan sosial. Mereka berharap pemerintah lebih sering turun ke lapangan untuk memberi kepastian bahwa penyelamatan lingkungan adalah agenda utama.

Akademisi: “Perlu strategi jangka panjang yang dipimpin langsung Bupati”

Akademisi menilai langkah administratif pemerintah adalah awal yang baik, namun perlu disertai roadmap pemulihan lingkungan jangka panjang dengan kepemimpinan kuat dari kepala daerah.

Aktivis Lingkungan: “Ada niat pemerintah, tinggal konsistensi”

Aktivis melihat pemerintah berada di jalur yang benar. Mereka menekankan pentingnya konsistensi, terutama dalam patroli lingkungan dan pelibatan masyarakat lokal.

Tokoh Pemuda: “Kami siap membantu, beri kami ruang”

Pemuda Mandailing ingin dilibatkan lebih besar dalam upaya pencegahan PETI. Mereka siap menjadi garda depan jika mendapat arahan dan ruang gerak yang jelas.

ANALISIS PEMERINTAH: Tantangan Besar, Namun Solusi Ada

1. PETI adalah persoalan kompleks
Menyentuh aspek sosial, ekonomi, budaya, dan geografis.

2. Penertiban harus diperkuat
Termasuk koordinasi lintas lembaga dan pengawasan berkelanjutan.

3. Ekonomi alternatif sangat penting
Untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap PETI.

4. Teknologi pengawasan perlu digunakan
Seperti drone, pemetaan, dan sistem pelaporan cepat.

5. Pemerintah harus lebih hadir di lapangan
Untuk berdialog, mengawasi, sekaligus memberi contoh moral.

PENUTUP: Pesan untuk Warga Madina

Mandailing Natal adalah rumah warisan leluhur.
Sungai-sungai yang kini keruh adalah tempat anak-anak kita bermain.
Hutan yang rusak adalah tempat generasi masa depan menggantungkan harapan.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal berkomitmen untuk:

memperkuat penertiban PETI,

membangun solusi ekonomi berkelanjutan,

melibatkan tokoh adat serta masyarakat,

dan menjalankan pemulihan lingkungan secara bertahap.

Perubahan tidak terjadi dalam semalam, namun dengan kebersamaan, setiap tantangan dapat dihadapi.

Madina adalah tanah yang kita cintai.
Mari kita jaga bersama demi anak cucu kita.

TAMBAHAN KRITIS

Sampai saat ini, masyarakat Madina belum melihat secara jelas adanya solusi ekonomi konkret dari Bupati dan Wakil Bupati untuk warga yang hampir putus harapan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kinerja pemerintah masih jauh dari harapan.

Karena itu, pemerintah perlu segera melibatkan orang-orang yang berintegritas dan bermoral, bukan mereka yang hanya menjadi penjilat, pencari muka, atau panglima talam, guna menciptakan lapangan kerja baru sebagai pengganti PETI secara cepat dan terukur.

Semoga apa yang diharapkan masyarakat Madina dapat terwujud dengan ridho Allah SWT. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Banten dan Walikota Tangerang Tinjau Banjir Diwilayah Kecamatan Periuk, Warga Diminta Waspada
Aban SH Tunjukkan Kepedulian Pemuda Pancasila Kabupaten Tangerang Terhadap Warga Terdampak Banjir
Raja Lubis: Jangan Salahkan Publik bila Ada Oknum yang Memelihara Mafia Obat di Tangsel
Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Jayanti Tahun 2026 Digelar
Kades Talagasari Apresiasi Kinerja Kompol Johan Armando: “Cepat Ungkap Kasus, Wilayah Kami Jadi Kondusif
Cuaca Ekstrem Picu Banjir, Pemkot Tangerang Berlakukan PJJ di Sekolah Terdampak
Petugas Gabungan Pemkot Tangerang Intensif Tangani Banjir Akibat Luapan Kali Sabi
Tanggap Bencana Banjir, Pemkot Tangerang Bangun Dapur Umum hingga Tingkat Kelurahan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:05 WIB

Gubernur Banten dan Walikota Tangerang Tinjau Banjir Diwilayah Kecamatan Periuk, Warga Diminta Waspada

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:46 WIB

Aban SH Tunjukkan Kepedulian Pemuda Pancasila Kabupaten Tangerang Terhadap Warga Terdampak Banjir

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:50 WIB

Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Jayanti Tahun 2026 Digelar

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:59 WIB

Kades Talagasari Apresiasi Kinerja Kompol Johan Armando: “Cepat Ungkap Kasus, Wilayah Kami Jadi Kondusif

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:12 WIB

Cuaca Ekstrem Picu Banjir, Pemkot Tangerang Berlakukan PJJ di Sekolah Terdampak

Berita Terbaru