Proyek Bangunan Gedung Parkir RSUD Kota Tangerang Senilai 24.11 Miliar Diduga Sarat Korupsi

- Penulis

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Tangerang – Proyek pembangunan gedung parkir RSUD Kota Tangerang senilai Rp 24,11 Miliar menjadi sorotan utama atas dugaan kecurangan terstruktur dan kegagalan total manajemen. Bukti-bukti yang ada menguatkan dugaan tindak pidana korupsi yang mengancam APBD Kota Tangerang.

Pelaksana Proyek, Ashari, melakukan dugaan sabotase perencanaan secara terang-terangan. Ashari mengakui tidak memegang dokumen Curva S dan tidak mengetahui Kubikasi Beton. Hal ini menjadi bukti kuat dugaan pemalsuan data dan klaim 80% progres yang tidak berdasar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan kejahatan keselamatan juga terungkap. Ashari mengakui K3 gagal karena “Pekerjanya Bandel.” Pelaksana diduga sengaja mengabaikan nyawa pekerja, mempertaruhkan keselamatan di proyek 430 ton material hanya untuk memangkas biaya.

Indikasi dugaan persekongkolan tidak terbantahkan. Konsultan Pengawas, Aryanto dari PT Bayu Berlian Mandiri, namanya tidak terpasang di papan proyek. Pelanggaran transparansi ini diduga kuat menjadi sandi untuk menutupi semua cacat operasional Pelaksana.

Menanggapi skandal ini, Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS) menuntut verifikasi total. Holida Nuriah ST, Koordinator Tangerang Raya GMAKS, menyatakan, “Ini adalah dugaan perampokan APBD. Kami meminta pihak berwenang segera memproses dan memverifikasi semua klaim progres agar akuntabilitas publik terjaga.”. Jumat(21/11/2025)

Oleh karena itu, APH dituntut segera membekukan dana untuk keperluan audit, dan memulai verifikasi menyeluruh terhadap Pelaksana Ashari serta Konsultan Pengawas Aryanto. Tuntutan ini sejalan dengan desakan Holida Nuriah ST (GMAKS). Klarifikasi atas dugaan kegagalan yang terbukti ini penting demi menghindari kerugian APBD dan memastikan keamanan struktur bangunan.

Holida juga meminta Dinas Perumahan dan Pertanahan Kota Tangerang segera turun langsung kelapangan untuk memastikan dugaan kecurangan yang telah terjadi.

 

(Nix)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Libatkan Komunitas Nelayan dan Pesisir dalam Pengelolaan Potensi Bahari, Banyuwangi Diapresiasi Delegasi ASEAN ID Blue
Ke Banyuwangi, Kepala Bakom RI Luncurkan Radio Koperasi Merah Putih
Bupati Tangerang Resmikan Renovasi SDN Lontar 2, Kolaborasi Pemkab dan PLTU Lontar
Warga Tukka Protes Keras, Pejabat Kementerian PU Dicegat Saat Tinjau Proyek Banjir
Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Kapolresta Tangerang: Sinergi Polri-Kejaksaan Kunci Tegaknya Hukum Berkeadilan
FPRB Jrebeng Kulon Resmi Terbentuk, Penutupan Destana Tandai Penguatan Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat
Sinergi Rutan Kraksaan dan Posbakumadin, Hadirkan Penyuluhan Bantuan Hukum
Kemendagri Gelar Gerakan Indonesia Asri di Banyuwangi, Ribuan Peserta Gotong Royong Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 03:24 WIB

Libatkan Komunitas Nelayan dan Pesisir dalam Pengelolaan Potensi Bahari, Banyuwangi Diapresiasi Delegasi ASEAN ID Blue

Kamis, 23 Juli 2026 - 03:09 WIB

Ke Banyuwangi, Kepala Bakom RI Luncurkan Radio Koperasi Merah Putih

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:13 WIB

Warga Tukka Protes Keras, Pejabat Kementerian PU Dicegat Saat Tinjau Proyek Banjir

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:39 WIB

Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Kapolresta Tangerang: Sinergi Polri-Kejaksaan Kunci Tegaknya Hukum Berkeadilan

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:03 WIB

FPRB Jrebeng Kulon Resmi Terbentuk, Penutupan Destana Tandai Penguatan Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat

Berita Terbaru