Garudaxpose.com | Probolinggo – Polres Probolinggo Polda Jatim terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Salah satunya dengan meningkatkan kemampuan personel di bidang kehumasan.
Melalui Pelatihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) bertajuk Probolinggo Creative Media Workshop 2026, puluhan personel dibekali keterampilan media kreatif dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Kegiatan tersebut digelar di Ruang Berkah Polres Probolinggo, Rabu (21/10/2026). Peserta merupakan perwakilan satuan fungsi (Satfung) dan Polsek jajaran yang diproyeksikan menjadi operator media kreatif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Workshop menghadirkan dua narasumber kompeten dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).
Mereka adalah Jauari Akhmad Nur Hasim, Kaprodi D3 Multimedia dan Broadcasting sekaligus Ketua Research Group Multimedia Imaging, serta Aji Sapta Pramulen, dosen D3 Teknologi Multimedia Broadcasting yang juga berprofesi sebagai AI Engineer di PT Integrasi Bisnis Eksekutif.
Berbagai materi strategis disampaikan dalam workshop tersebut. Mulai dari digital publishing, manajemen media sosial, produksi konten kreatif, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan aplikasi pendukung untuk pembuatan produk digital.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar melalui Plt. Kasihumas Polres Probolinggo Ipda Widy Purwa Apriantoro mengatakan, pelatihan ini menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan era digital.
Menurutnya, kebutuhan informasi masyarakat yang semakin cepat menuntut personel Polri mampu menyajikan informasi yang kreatif, akurat, dan mudah dipahami.
“Melalui workshop ini, kami berharap personel mampu menghasilkan konten publikasi yang kreatif, informatif dan menarik dengan memanfaatkan teknologi digital dan AI secara tepat, tanpa mengesampingkan akurasi informasi, etika komunikasi serta ketentuan yang berlaku,” ujar Ipda Widy.
Dengan adanya pelatihan ini, Polres Probolinggo berharap kemampuan personel dalam mengelola media sosial dan memproduksi konten semakin profesional.
“Sehingga penyampaian informasi publik dapat berlangsung secara profesional, positif dan edukatif,” pungkasnya.
(Septyan)















