Garudaxpose.com | Probolinggo – Upaya membangun lingkungan yang lebih hijau dan produktif di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, dilakukan melalui gerakan yang melibatkan banyak unsur masyarakat.
Salah satu bentuknya diwujudkan melalui penanaman bibit kelor secara serentak di 17 RW pada Minggu (27/09/2026) pagi. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Kelurahan Mangunharjo mengajak masyarakat mengambil peran langsung dalam pemanfaatan lingkungan di wilayah masing-masing.
Bukan hanya perangkat kelurahan maupun warga yang bergerak. Destana Kelurahan Mangunharjo juga ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan menempatkan personelnya di RW 12.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman Muphus Seafood di Jalan Ahmad Yani dipilih menjadi titik pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Destana. Sejumlah personel datang dan langsung berbaur dalam aktivitas penanaman.
Bagi Destana, keterlibatan tersebut bukan sekadar memenuhi rangkaian kegiatan kelurahan. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap program yang dinilai membutuhkan keterlibatan bersama, terutama karena hasilnya berkaitan dengan kondisi lingkungan dalam jangka panjang.
Belasan personel Destana kemudian bergerak secara bergantian. Ada yang mempersiapkan tanah dan menggali lubang, ada yang menyiapkan bibit, sementara personel lainnya melakukan penanaman dan penyiraman.
Pekerjaan dilakukan dengan pola gotong royong. Tidak ada pembagian tugas yang kaku karena seluruh personel saling membantu menyesuaikan kondisi pekerjaan di lapangan.
Ketua Destana Kelurahan Mangunharjo, Rudi Purwanto, menyebut keterlibatan anggotanya merupakan bentuk komitmen untuk ikut mendukung berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Destana di tengah masyarakat tidak sebatas ketika terjadi bencana atau kondisi darurat. Destana juga memiliki ruang untuk terlibat dalam kegiatan yang bertujuan memperkuat kepedulian sosial dan lingkungan.
“Destana merupakan bagian dari masyarakat. Jadi ketika ada kegiatan yang membawa manfaat untuk lingkungan, kami tentu berupaya ikut mengambil bagian. Hari ini teman-teman turun langsung untuk mendukung kelorisasi di RW 12,” ujar Rudi.
Ia menilai gerakan penanaman seperti ini memiliki nilai penting karena mempertemukan kepedulian terhadap lingkungan dengan semangat kebersamaan. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut terlibat sejak proses awal.
Rudi juga mengingatkan bahwa pekerjaan sebenarnya tidak berhenti ketika bibit selesai ditanam. Menurutnya, tanaman membutuhkan perhatian agar dapat tumbuh dan berkembang.
“Menanam memang bisa dilakukan dalam satu hari, tetapi merawatnya membutuhkan waktu. Karena itu, kami berharap setelah kegiatan ini ada perhatian bersama terhadap bibit yang sudah ditanam,” katanya.
Ia berharap tanaman kelor yang berada di sekitar lingkungan warga nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal. Keberadaan tanaman tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas ketika sudah tumbuh.
Dari sisi pemerintah kelurahan, kegiatan serentak tersebut dipandang sebagai upaya membangun pola kepedulian yang dimulai dari lingkungan terdekat masyarakat.
Lurah Mangunharjo, Ikrom Wida Utama, mengatakan pelaksanaan kelorisasi di 17 RW menunjukkan bahwa program lingkungan dapat dijalankan melalui kolaborasi banyak pihak.
“Ketika seluruh wilayah bergerak bersama, program seperti ini tidak lagi menjadi kegiatan milik satu kelompok. Ini menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah kelurahan dan masyarakat,” ujar Ikrom.
Ia mengatakan pemilihan kelor sebagai tanaman yang dikembangkan di lingkungan warga juga memiliki pertimbangan dari sisi pemanfaatan. Selain mendukung penghijauan, kelor dikenal sebagai tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.
Karena itu, Ikrom berharap masyarakat tidak hanya melihat kegiatan tersebut dari sisi penanaman. Lebih jauh, masyarakat diharapkan mulai memperhatikan bagaimana tanaman yang sudah ada dapat dipelihara dan dimanfaatkan.
“Yang kami bangun adalah kesadaran bersama. Lingkungan bukan hanya untuk dilihat, tetapi juga bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Kelor menjadi salah satu tanaman yang bisa dikembangkan untuk tujuan tersebut,” jelasnya.
Khusus keterlibatan Destana di RW 12, Ikrom menyampaikan apresiasi atas kesediaan personel untuk turun langsung ke lapangan. Menurutnya, dukungan dari kelompok masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan program kelurahan.
“Teman-teman Destana hari ini ikut bekerja langsung. Ini menunjukkan bahwa program kelurahan bisa didukung oleh banyak unsur. Kami tentu mengapresiasi semangat gotong royong tersebut,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, Staf Kelurahan Mangunharjo turut memberikan pendampingan di lokasi. Kehadiran staf kelurahan dimaksudkan untuk memantau jalannya proses penanaman sekaligus memastikan koordinasi kegiatan berjalan dengan baik.
Pendampingan tersebut juga menjadi bentuk komunikasi langsung antara kelurahan dengan unsur masyarakat yang berada di lapangan. Setiap proses penanaman dapat dipantau mulai dari persiapan hingga bibit selesai ditanam dan disiram.
Di tengah kesibukan tersebut, suasana gotong royong menjadi bagian yang paling terlihat. Para personel Destana bekerja secara bergantian tanpa membedakan tugas, sementara proses penanaman berlangsung di titik yang telah disiapkan.
Kegiatan di RW 12 pada akhirnya menjadi satu bagian dari rangkaian besar kelorisasi yang berlangsung serentak di seluruh Kelurahan Mangunharjo. Sebanyak 17 RW mengambil bagian dengan titik penanaman di wilayah masing-masing.
Gerakan tersebut sekaligus memberikan gambaran bahwa program lingkungan dapat dibangun dari kegiatan sederhana. Sebuah bibit yang ditanam hari ini membutuhkan kepedulian banyak pihak agar kelak dapat tumbuh dan memberikan manfaat.
Bagi Destana Mangunharjo, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian yang dilakukan bersama masyarakat. Sementara bagi pemerintah kelurahan, dukungan tersebut memperkuat semangat kolaborasi dalam menjalankan program yang menyentuh langsung kehidupan warga.
Tahap berikutnya menjadi tidak kalah penting, yakni memastikan bibit-bibit yang telah ditanam mendapatkan perawatan. Dengan perhatian secara berkelanjutan, kelorisasi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan serentak dalam satu hari.
Melalui kolaborasi pemerintah kelurahan, Destana dan masyarakat, gerakan tersebut diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan baru dalam memanfaatkan ruang lingkungan secara produktif. Dari satu titik di RW 12, semangat yang sama kemudian menyebar ke seluruh wilayah Kelurahan Mangunharjo. (Septyan)













