Garudaxpose.com | TANGERANG – Langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan rekonstruksi Jalan Cangkudu–Cisoka mendapat apresiasi sekaligus sorotan dari Aliansi Peduli Banten. Meski menyambut baik pembangunan infrastruktur yang sempat ditinjau langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid tersebut, Aliansi dengan tegas meminta Pemkab Tangerang tidak mengabaikan pertanyaan publik terkait transparansi anggaran sebesar Rp12,1 Miliar.
Berdasarkan data dari Pemkab Tangerang, ruas jalan Cangkudu-Cisoka yang mengalami kerusakan mencapai 1,581 kilometer. Pemerintah daerah saat ini tengah melakukan rekonstruksi sepanjang 1,380 kilometer yang dibagi dalam dua segmen. Proyek ini memakan APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp12.117.354.000 dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender.
Transparansi Harus Berjalan Beriringan
Perwakilan Aliansi Peduli Banten menegaskan bahwa dukungan masyarakat terhadap pembangunan fisik tidak boleh mematikan fungsi kontrol sosial. Sebelumnya, Aliansi telah melayangkan sejumlah pertanyaan publik mengenai transparansi proyek, namun hingga kunjungan Bupati ke lokasi, belum ada klarifikasi substantif yang diberikan oleh instansi terkait.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Apakah pemerintah hanya akan menyampaikan progres pembangunan kepada publik, sementara pertanyaan mengenai transparansi proses pengadaan dan pelaksanaan proyek sebelumnya belum dijawab? Bagi kami, kedua hal tersebut harus berjalan beriringan,” tegas perwakilan Aliansi Peduli Banten dalam rilis resminya.
Aliansi menekankan bahwa sorotan ini bukanlah bentuk tuduhan adanya penyimpangan, melainkan desakan agar pemerintah membuka data dan dokumen resmi. Hal ini penting agar masyarakat dapat menilai secara objektif apakah seluruh proses telah berjalan sesuai regulasi.
10 Poin Pertanyaan Publik
Dengan nilai anggaran yang mencapai lebih dari Rp12 miliar untuk konstruksi beton ketebalan 30 sentimeter (mutu Fs 45 MPa), Aliansi Peduli Banten menuntut keterbukaan informasi atas 10 hal krusial berikut:
- Siapa penyedia pekerjaan untuk masing-masing segmen?
- Berapa nilai kontrak dari masing-masing segmen tersebut?
- Berapa Harga Perkiraan Sendiri (HPS) masing-masing paket?
- Bagaimana proses pemilihan penyedia dilakukan?
- Siapa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan konsultan pengawasnya?
- Apa dasar perhitungan volume dan harga satuan pekerjaan?
- Bagaimana spesifikasi teknis dituangkan secara rinci dalam kontrak?
- Bagaimana mekanisme pembayaran berdasarkan progres pekerjaan?
- Bagaimana sistem pengawasan mutu beton dan ketebalan konstruksi di lapangan?
- Bagaimana mekanisme pemeliharaan setelah pekerjaan selesai?
Selain kesepuluh poin di atas, Aliansi juga mempertanyakan sisa jalan sepanjang 201 meter yang rusak namun belum ditangani pada tahun 2026 dan ditunda hingga 2027. Publik meminta penjelasan teknis mengenai dasar perencanaan anggaran sehingga ada bagian jalan yang harus ditunda perbaikannya.
Kunjungan Lapangan Bukan Jawaban Pengadaan
Aliansi Peduli Banten menghormati kunjungan lapangan Bupati Tangerang sebagai bentuk perhatian terhadap infrastruktur, namun mengingatkan bahwa hal tersebut bukanlah jawaban atas pertanyaan mengenai proses pengadaan.
Masyarakat menuntut Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang untuk memberikan klarifikasi terbuka dan membuka dokumen seperti RUP, HPS, BOQ, dokumen penetapan pemenang, SPPBJ, kontrak, SPMK, hingga dokumen serah terima pekerjaan.
Menutup pernyataannya, Aliansi Peduli Banten memberikan pesan tegas kepada Pemkab Tangerang:
“Kami mendukung Jalan Cangkudu–Cisoka dibangun dan diselesaikan tepat waktu. Tetapi kami juga meminta pertanyaan masyarakat yang sebelumnya telah disampaikan jangan dibiarkan tanpa jawaban. Kalau semua proses sudah sesuai aturan, buka datanya dan jelaskan kepada publik. Transparansi bukan ancaman bagi pemerintah, melainkan bukti bahwa pembangunan benar-benar berpihak kepada rakyat.”














