GARUDAXPOSE.COM | LUMAJANG – Satuan Samapta Polres Lumajang menggelar latihan peningkatan kemampuan pengendalian massa (Dalmas) untuk meningkatkan kesiapan dan profesionalisme personel dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Latihan tersebut berlangsung di halaman Mapolres Lumajang, Sabtu (8/8/2026), dan diikuti 26 personel. Mereka terdiri dari 15 personel Sat Samapta Polres Lumajang serta 11 personel dari sejumlah Polsek jajaran.
Kasat Samapta Polres Lumajang AKP Agus Sugiharto mengatakan, latihan Dalmas dilakukan secara bertahap dan berulang melalui metode drill. Hal itu bertujuan agar setiap personel mampu melaksanakan gerakan secara seragam, disiplin, serta responsif terhadap setiap aba-aba komandan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Latihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel dalam melaksanakan tugas Dalmas. Kami tekankan agar setiap gerakan dilakukan secara seragam, terukur dan sesuai perintah komandan peleton,” kata Agus.
Kegiatan diawali dengan apel dan pengecekan personel. Selanjutnya, instruktur memberikan arahan mengenai tujuan latihan, mekanisme pelaksanaan, pembagian kelompok, penggunaan perlengkapan Dalmas hingga aspek keselamatan personel.
Personel kemudian mengikuti sejumlah materi Dalmas Awal, mulai dari sikap dasar di tempat hingga gerakan berjalan secara perorangan maupun kelompok atau peleton.
Beberapa gerakan dasar yang dilatihkan antara lain sikap sempurna, istirahat di tempat, sikap pokok, sikap siaga, perubahan arah, penggunaan tali Dalmas, sikap tangan berkait hingga gerakan maju dan menghentikan barisan.
Setiap gerakan dilakukan berulang-ulang. Pelatih memberikan koreksi terhadap personel yang masih melakukan kesalahan agar gerakan seluruh anggota semakin seragam.
Menurut Agus, aspek yang menjadi perhatian dalam latihan bukan hanya kemampuan mengikuti aba-aba, tetapi juga kekompakan barisan, ketepatan waktu, kedisiplinan formasi dan kemampuan personel mempertahankan posisi saat bergerak.
“Metode drill ini penting untuk membentuk respons yang cepat dan tepat. Ketika menghadapi situasi di lapangan, personel harus memahami perintah dan mampu melaksanakannya secara bersama-sama tanpa mengabaikan keselamatan,” ujarnya.
Latihan juga mencakup materi Dalmas Lanjut, termasuk pemahaman mengenai tahapan menghadapi perubahan situasi massa serta pelaksanaan lapis ganti sesuai perintah.
Dalam pelaksanaan latihan masih ditemukan sejumlah kesalahan teknis, terutama terkait keseragaman gerakan dan ketepatan respons terhadap aba-aba. Karena itu, latihan secara berkala dan berkesinambungan dinilai penting untuk menjaga kemampuan personel.
Agus menegaskan, kemampuan Dalmas tidak cukup hanya diperoleh melalui satu kali latihan. Keterampilan tersebut harus terus dipelihara dan ditingkatkan sehingga personel selalu siap ketika dibutuhkan dalam pengamanan kegiatan masyarakat.
“Kemampuan yang sudah dilatihkan harus terus dipelihara. Dalam pelaksanaan tugas, kami juga menekankan profesionalisme, disiplin, keselamatan personel dan masyarakat, komunikasi yang baik serta kepatuhan terhadap ketentuan dan perintah pimpinan,” tegasnya.
Setelah seluruh materi selesai, kegiatan ditutup dengan apel konsolidasi dan evaluasi. Pelatih menyampaikan sejumlah catatan kepada personel sebagai bahan perbaikan pada latihan berikutnya.
Secara keseluruhan, latihan berjalan tertib dan lancar. Personel dinilai mampu mengikuti tahapan latihan sesuai arahan instruktur. Kemampuan menerima dan melaksanakan aba-aba, kekompakan barisan, kedisiplinan serta pemahaman terhadap penggunaan perlengkapan Dalmas juga menunjukkan peningkatan.
“Evaluasi ini menjadi bahan untuk latihan selanjutnya. Harapannya, seluruh personel semakin siap dan memiliki kemampuan yang baik ketika melaksanakan tugas pengamanan di lapangan,” pungkas Agus.













