Saat Media Center, KIM, dan AI Menyatu : Wajah Baru Komunikasi Humanis Lumajang

- Penulis

Selasa, 4 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com I Lumajang – Di era banjir informasi yang kian cepat dan tak terbendung, Media Center daerah tidak lagi cukup hanya berfungsi sebagai kanal publikasi, tetapi harus tampil sebagai penggerak ekosistem komunikasi publik yang kredibel, inklusif, dan berakar di masyarakat.

Kesadaran inilah yang menjadi ruh partisipasi Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang dalam Forum Group Discussion (FGD) Audit Komunikasi Media Center bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) yang digelar secara daring, Senin (3/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

FGD ini mempertemukan sepuluh Media Center dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota untuk membahas penguatan tata kelola komunikasi publik melalui optimalisasi tiga kanal nasional: Indonesia.go.id, InfoPublik.id, dan IndonesiaBaik.id. Forum ini juga menyoroti pentingnya integrasi peran Media Center daerah dalam memperluas jangkauan informasi pembangunan yang mencerahkan masyarakat di tingkat akar rumput.

Kepala Diskominfo Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menegaskan bahwa Media Center di daerah memiliki posisi strategis sebagai promotor utama komunikasi pemerintah daerah yang menggerakkan masyarakat untuk menjadi bagian dari rantai informasi publik.

“Di Lumajang, Media Center bukan hanya menyebarkan informasi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa masyarakat adalah subjek komunikasi, bukan sekadar objek. Kami mengembangkan pola komunikasi partisipatif, di mana Media Center berperan sebagai promotor pemerintah daerah yang menghidupkan jaringan promotor informasi berbasis masyarakat, seperti Komunitas Informasi Masyarakat (KIM),” tegasnya.

Menurut Mustaqim, pola ini menjadikan arus informasi publik lebih adaptif terhadap kebutuhan warga. Media Center bertindak sebagai pusat narasi dan penyedia data kebijakan, sedangkan KIM menjadi agen perubahan yang meneruskan pesan pembangunan ke komunitas desa, lingkungan, dan kelompok produktif masyarakat dengan gaya komunikasi yang kontekstual.

“Dengan melibatkan KIM, kami memastikan informasi pemerintah tidak berhenti di layar ponsel atau laman berita, tapi benar-benar hidup di tengah masyarakat. Di sinilah esensi komunikasi publik yang sesungguhnya: membangun pemahaman, kepercayaan, dan partisipasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mustaqim menegaskan bahwa setiap narasi yang dihasilkan Media Center Lumajang dirancang berdasarkan prinsip 3E+1N, Educating (mendidik), Empowering (memberdayakan), Enlightening (mencerahkan), dan Nationalism (nasionalisme). Prinsip ini menjadi arah moral sekaligus strategi komunikasi agar setiap pesan pemerintah memiliki nilai pencerahan, inspirasi, dan semangat kebangsaan yang dapat menyentuh masyarakat secara humanis.

“Informasi yang kami sampaikan tidak boleh berhenti di tataran data dan fakta, tapi juga harus mengandung nilai. Mendidik masyarakat agar cerdas, memberdayakan agar tangguh, mencerahkan agar tidak mudah terprovokasi, dan menumbuhkan nasionalisme agar tetap solid dalam kebinekaan. Inilah komunikasi publik yang menyentuh hati dan membangun kesadaran kolektif,” ujar Mustaqim.

Perwakilan pengelola Media Center Lumajang, Muhamad Khoirul Anam, menambahkan bahwa pendekatan humanis berbasis 3E+1N membuat Media Center lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Setiap publikasi yang kami buat diupayakan berbicara dengan empati. Kami tidak hanya menyampaikan kebijakan, tapi juga menceritakan maknanya bagi kehidupan warga. Di situ kami menghadirkan sisi kemanusiaan dalam kerja komunikasi publik dan membangun hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat,” jelas Anam.

Ia menegaskan bahwa sinergi dengan KIM bukan sekadar kolaborasi teknis, melainkan strategi membangun komunikasi dua arah. Melalui KIM, pemerintah daerah mendapatkan umpan balik langsung dari masyarakat tentang efektivitas kebijakan dan kebutuhan informasi lokal.

“KIM adalah mata dan telinga pemerintah di lapangan, sekaligus corong rakyat di ruang kebijakan. Mereka menjadi penghubung alami antara narasi pembangunan dan realitas sosial. Dengan peran aktif KIM, informasi tidak hanya sampai, tetapi juga dipahami dan diinternalisasi oleh masyarakat,” katanya.

Selain itu, inovasi Pengaduan Sambat Bunda berbasis AI di Lumajang juga menjadi instrumen penting dalam menjaring isu publik secara cepat, akurat, dan efektif. Sistem ini memungkinkan pemerintah daerah menerima, memproses, dan menindaklanjuti keluhan maupun aspirasi masyarakat secara real time, sekaligus menyesuaikan respons dengan prioritas dan urgensi isu yang muncul di lapangan, sehingga komunikasi publik menjadi lebih responsif dan berdampak nyata.

FGD Audit Komunikasi juga menekankan pentingnya audit berbasis data untuk memastikan efektivitas kanal komunikasi publik. Setiap Media Center didorong untuk mengukur keterjangkauan, keterbacaan, dan kepercayaan masyarakat terhadap pesan pemerintah.

Dalam konteks Lumajang, pendekatan berbasis data tersebut diintegrasikan dengan sentuhan sosial dan kearifan lokal. Diskominfo Lumajang memahami bahwa masyarakat pedesaan membutuhkan gaya komunikasi yang lebih naratif dan emosional agar pesan pembangunan mudah diterima dan memberi inspirasi.

“Karena itu, kami tidak hanya fokus pada kecepatan, tetapi juga kedalaman pesan. Kami ingin setiap informasi yang keluar dari Media Center Lumajang membawa nilai, mendekatkan pemerintah dengan rakyatnya, memotivasi partisipasi, dan menumbuhkan kesadaran kritis,” tegas Mustaqim.

Kemkomdigi menilai pola komunikasi Lumajang dapat menjadi model praktik baik nasional, karena berhasil menggabungkan pendekatan top-down (pesan pemerintah pusat) dan bottom-up (partisipasi masyarakat melalui KIM dan inovasi AI) dalam satu sistem komunikasi publik yang saling melengkapi.

Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat literasi media masyarakat, memperkecil ruang hoaks, dan memperluas jangkauan pesan pembangunan hingga pelosok daerah.

“Media Center, KIM, dan Pengaduan Sambat Bunda berbasis AI adalah tiga simpul penting dalam satu jaringan komunikasi nasional. Jika ketiganya berfungsi optimal, maka pesan pembangunan bukan hanya terdengar, tapi juga dirasakan, dipahami, dan diinternalisasi oleh masyarakat,” tungkas Mustaqim.

Dengan prinsip 3E+1N sebagai fondasi, jejaring KIM sebagai penggerak di akar rumput, dan dukungan sistem AI untuk menjaring isu publik secara cepat dan akurat, Media Center Diskominfo Lumajang berkomitmen menjadi promotor komunikasi publik yang humanis, inklusif, dan mencerahkan menghadirkan informasi yang tidak hanya memberi tahu, tetapi juga menginspirasi, memberdayakan, menyentuh hati, dan mempersatukan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Banten dan Walikota Tangerang Tinjau Banjir Diwilayah Kecamatan Periuk, Warga Diminta Waspada
Aban SH Tunjukkan Kepedulian Pemuda Pancasila Kabupaten Tangerang Terhadap Warga Terdampak Banjir
Raja Lubis: Jangan Salahkan Publik bila Ada Oknum yang Memelihara Mafia Obat di Tangsel
Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Jayanti Tahun 2026 Digelar
Kades Talagasari Apresiasi Kinerja Kompol Johan Armando: “Cepat Ungkap Kasus, Wilayah Kami Jadi Kondusif
Cuaca Ekstrem Picu Banjir, Pemkot Tangerang Berlakukan PJJ di Sekolah Terdampak
Petugas Gabungan Pemkot Tangerang Intensif Tangani Banjir Akibat Luapan Kali Sabi
Tanggap Bencana Banjir, Pemkot Tangerang Bangun Dapur Umum hingga Tingkat Kelurahan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:05 WIB

Gubernur Banten dan Walikota Tangerang Tinjau Banjir Diwilayah Kecamatan Periuk, Warga Diminta Waspada

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:46 WIB

Aban SH Tunjukkan Kepedulian Pemuda Pancasila Kabupaten Tangerang Terhadap Warga Terdampak Banjir

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:50 WIB

Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Jayanti Tahun 2026 Digelar

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:59 WIB

Kades Talagasari Apresiasi Kinerja Kompol Johan Armando: “Cepat Ungkap Kasus, Wilayah Kami Jadi Kondusif

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:12 WIB

Cuaca Ekstrem Picu Banjir, Pemkot Tangerang Berlakukan PJJ di Sekolah Terdampak

Berita Terbaru