GarudaXpose.com |BANYUWANGI – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Banyuwangi menggelar Pembinaan Imam dan Takmir Masjid se-Kabupaten Banyuwangi Tahun 2026 dengan mengusung tema “Penghijauan Berbasis Masjid/Eco Green Masjid”. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum pembinaan kelembagaan masjid, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan menghadapi dampak perubahan iklim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 hingga 13.45 WIB, bertempat di Taman Meru Cafe, Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi.
Konsep yang diusung DMI Banyuwangi terbilang strategis. Masjid tidak hanya ditempatkan sebagai pusat kegiatan ibadah, tetapi juga diharapkan mampu menjadi pusat edukasi dan gerakan sosial dalam menjaga kelestarian lingkungan.


Melalui konsep Eco Green Masjid, para imam dan takmir didorong untuk mengambil bagian dalam gerakan penghijauan, termasuk penanaman pohon sebagai salah satu langkah nyata mendukung mitigasi perubahan iklim.

Dihadiri Lintas Unsur
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari jajaran DMI, pemerintah daerah, TNI-Polri, Kementerian Agama, Perhutani, Dinas Lingkungan Hidup, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Jatim, organisasi keagamaan, hingga pemerintahan desa.
Di antaranya Dr. H. Rahmat Hidayat, SE., MT selaku Sekjen PP DMI, Drs. Suhadi selaku Sekretaris PW DMI Jawa Timur, Suratno, S.Pd., MM selaku Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, KBP Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H selaku Kapolresta Banyuwangi, serta sejumlah pejabat dan tokoh agama lainnya.
Hadir pula perwakilan Kodim 0825 Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, Polresta Banyuwangi, Polsek Kabat, Kemenag Banyuwangi, Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Dinas Lingkungan Hidup, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Jatim, MUI, PCNU, PDM, FKUB, BAZNAS, BWI, BKPRMI, BKMM DMI, LDII serta unsur pemerintahan Kecamatan Kabat dan Desa Tambong.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa isu lingkungan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau lembaga tertentu. Gerakan penghijauan membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas, termasuk lembaga keagamaan dan pengurus masjid.
Dari Ekoteologi hingga Gerakan Menanam Pohon
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta. Selanjutnya peserta mengikuti diskusi panel mengenai Penghijauan Berbasis Masjid, materi ekoteologi tentang merawat alam sebagai bagian dari ibadah, serta materi mengenai konsep Eco Green Masjid.
Forum kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.
Konsep ekoteologi yang dibawa dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bagian penting. Pesannya cukup jelas: menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan teknis maupun program pemerintah, tetapi juga dapat dipahami sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.
Dengan posisi masjid yang berada dekat dengan masyarakat, gerakan tersebut diharapkan mampu diterjemahkan menjadi kegiatan nyata, seperti penanaman pohon, pengelolaan lingkungan sekitar masjid, pengurangan sampah, hingga membangun budaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Penyerahan Sejumlah Bantuan
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan sejumlah penyerahan bantuan dan dukungan kepada DMI Banyuwangi.
Bantuan tersebut meliputi uang kehormatan masjid Tahun 2026, jaminan kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan, laptop bagi PD DMI Kabupaten Banyuwangi, serta bibit pohon alpukat kepada tujuh PC DMI Kecamatan.
Penyerahan bibit pohon menjadi salah satu bagian yang paling relevan dengan tema kegiatan. Bibit tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai simbol dalam sebuah acara seremonial, tetapi benar-benar ditanam dan dirawat hingga memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat.
Dalam konteks inilah, keberhasilan program Eco Green Masjid nantinya tidak semata-mata dapat diukur dari jumlah bibit yang dibagikan, melainkan dari seberapa banyak pohon yang benar-benar tumbuh dan terpelihara.
Masjid Didorong Menjadi Pusat Gerakan Lingkungan
Kegiatan juga diisi santunan anak yatim, lantunan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan doa, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars DMI.
Sambutan disampaikan Ketua PD DMI Kabupaten Banyuwangi, Sekretaris PW DMI Jawa Timur, Kapolresta Banyuwangi, serta Sekjen PP DMI.
Kehadiran Kapolresta Banyuwangi dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa pembangunan kesadaran masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara unsur keamanan, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
Bagi DMI, masjid memiliki potensi besar untuk menjadi ruang penguatan kepedulian sosial. Jika konsep tersebut diterapkan secara konsisten, masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat edukasi masyarakat mengenai kebersihan, penghijauan, pengelolaan lingkungan dan kepedulian terhadap perubahan iklim.
Jangan Berhenti pada Seremonial
Namun demikian, semangat Eco Green Masjid juga perlu dibuktikan melalui langkah konkret dan berkelanjutan.
Pembagian bibit pohon dan pelaksanaan penanaman tentu merupakan langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan bibit tersebut benar-benar ditanam di lokasi yang tepat, dirawat, mendapatkan air yang cukup dan memiliki sistem pemantauan.
Karena itu, DMI bersama pemerintah daerah, Perhutani, organisasi keagamaan dan pihak terkait perlu memiliki mekanisme tindak lanjut yang jelas. Setiap bibit yang dibagikan idealnya memiliki lokasi penanaman dan pihak yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaannya.
Dengan demikian, program tersebut tidak berhenti menjadi kegiatan seremonial yang selesai setelah acara ditutup dan foto bersama dilakukan.
Justru ukuran keberhasilan Eco Green Masjid berada pada tahap setelah kegiatan: berapa pohon yang hidup, berapa masjid yang menerapkan konsep ramah lingkungan, serta seberapa jauh masyarakat merasakan manfaatnya.
Sinergi Masjid, Pemerintah dan Masyarakat
Kegiatan pembinaan Imam dan Takmir Masjid se-Kabupaten Banyuwangi tersebut akhirnya ditutup dengan foto bersama.
Secara keseluruhan, kegiatan menjadi momentum untuk memperluas peran masjid dalam persoalan sosial dan lingkungan. DMI Banyuwangi menempatkan penghijauan sebagai bagian dari gerakan bersama untuk menjaga lingkungan sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
GarudaXpose.com memandang gagasan Eco Green Masjid memiliki nilai strategis apabila dilanjutkan dengan program yang terukur dan transparan. Masjid memiliki jaringan sosial yang kuat di tingkat masyarakat sehingga dapat menjadi motor perubahan perilaku dari lingkungan paling dekat.
Kini tantangannya tinggal bagaimana gagasan tersebut diterjemahkan menjadi gerakan nyata dan berkelanjutan—bukan sekadar menanam pohon pada saat acara, tetapi memastikan pohon tumbuh dan masjid benar-benar menjadi pusat kepedulian terhadap lingkungan.
GARUDAXPOSE.COM
Mengungkap Fakta, Mengawal Transparansi













