Karhutla di Lereng Bromo Masih Berlangsung, Kapolres Probolinggo Pastikan Personel Gabungan Terus Berjibaku Padamkan Api

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Sebelum matahari terbenam pada Rabu (5/8/2026), upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Kobaran api yang membakar kawasan Blok Bantengan hingga Pusung Jantur, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.

Sejak titik api pertama terpantau pada Selasa (4/8/2026), aparat gabungan bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus membatasi penyebaran api. Langkah tersebut dilakukan agar kebakaran tidak meluas ke kawasan konservasi lain di sekitar Gunung Bromo.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar, S.I.K., M.I.S. turun langsung meninjau lokasi kebakaran. Kehadirannya bertujuan memastikan seluruh personel yang bertugas memperoleh dukungan maksimal selama proses penanganan berlangsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi pemadaman di lapangan dikoordinasikan oleh Wakapolres Probolinggo Kompol Yanuar Rizal Ardianto, S.H., S.I.K. bersama personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Balai Besar TNBTS, Perhutani, BPBD, Satpol PP, Tagana, serta warga sekitar.

Seluruh unsur bahu-membahu melakukan pemadaman menggunakan peralatan manual. Selain memukul kobaran api, petugas juga membuat sekat bakar di sejumlah titik untuk memperlambat laju api yang terus merambat akibat kondisi vegetasi yang mengering.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh terbakarnya ilalang dan rumput kering. Cuaca panas yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir, ditambah embusan angin yang cukup kencang, membuat api dengan cepat menjalar ke area lain.

Kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan. Kawasan perbukitan dengan kemiringan yang cukup terjal serta terbatasnya sumber air membuat proses pemadaman belum dapat dilakukan secara maksimal sehingga petugas masih mengandalkan cara-cara manual.

Hingga Rabu sore, api masih terlihat di beberapa titik kawasan TNBTS yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang. Meski demikian, lokasi kebakaran dipastikan masih berada jauh dari permukiman warga sehingga belum mengancam keselamatan masyarakat.

Petugas juga memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Sementara luas lahan yang terdampak masih dalam proses pendataan oleh tim gabungan.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar menegaskan bahwa seluruh personel akan tetap berada di lapangan hingga kebakaran benar-benar dapat dikendalikan.

“Keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam setiap proses pemadaman. Namun kami juga berkomitmen mengerahkan seluruh kemampuan yang ada bersama unsur TNI, Balai Besar TNBTS, BPBD, Perhutani, Satpol PP, Tagana, dan masyarakat untuk menekan agar api tidak semakin meluas. Koordinasi lintas instansi terus kami lakukan sehingga penanganan dapat berjalan efektif,” ujar AKBP Asmida Rizki Siregar.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca saat ini menjadi tantangan besar dalam proses penanganan karhutla. Vegetasi yang sangat kering serta angin yang berubah-ubah membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan arah rambatan api.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar rumput, membuang puntung rokok sembarangan, ataupun menyalakan api di kawasan hutan. Apabila menemukan kepulan asap atau titik api sekecil apa pun, segera laporkan kepada petugas agar bisa segera ditangani sebelum membesar,” tegasnya.

Kapolres menambahkan, sinergi seluruh pihak menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana kebakaran hutan selama musim kemarau. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar kawasan konservasi TNBTS tetap terjaga dan dampak kebakaran dapat diminimalkan. (Septyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Ketahanan Pangan dari Desa, Polsek Sumberasih Intensifkan Pendampingan Petani Jagung Laweyan
Wujud Sinergi TNI dan Warga Jaga Keamanan Lewat Patroli Malam
Kawal Produktivitas Pangan dari Tingkat Kelurahan, Polisi Pantau Budidaya Jagung di Kanigaran
Patroli Malam, Polsek Lumajang Kota Sisir Sejumlah Titik Rawan Kriminalitas
Polres Lumajang Periksa Kesehatan Warga Terdampak Banjir Lahar Semeru Secara Door to Door
Polres Lumajang Gelar Razia Mendadak, Periksa Seluruh Anggota untuk Pastikan Tak Gunakan Vape
Bantu Warga Terdampak Banjir Tempursari, Kapolres Lumajang Berangkatkan 100 Paket Sembako dan Puluhan Personel Polri
Ngobrol Santai Satlantas Polres Brebes Bersama Ojol dan Wartawan: Pelanggaran Operasi Patuh Candi 2026 Turun 55 Persen

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 03:04 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan dari Desa, Polsek Sumberasih Intensifkan Pendampingan Petani Jagung Laweyan

Kamis, 5 November 2026 - 08:40 WIB

Kawal Produktivitas Pangan dari Tingkat Kelurahan, Polisi Pantau Budidaya Jagung di Kanigaran

Kamis, 5 November 2026 - 03:36 WIB

Patroli Malam, Polsek Lumajang Kota Sisir Sejumlah Titik Rawan Kriminalitas

Rabu, 4 November 2026 - 13:45 WIB

Polres Lumajang Periksa Kesehatan Warga Terdampak Banjir Lahar Semeru Secara Door to Door

Rabu, 4 November 2026 - 13:29 WIB

Polres Lumajang Gelar Razia Mendadak, Periksa Seluruh Anggota untuk Pastikan Tak Gunakan Vape

Berita Terbaru