​Prioritas Yang Dipertanyakan: Bobby Nasution Berkantor di Nias Saat Jalur Ekonomi Pantai Barat Madina Lumpuh Hampir Setahun

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com I MEDAN — Pertanyaan besar kini mengemuka di tengah publik Sumatera Utara: Seberapa mendesak agenda berkantor di Pulau Nias hingga harus mengesampingkan krisis infrastruktur vital yang menghimpit puluhan ribu warga di Mandailing Natal?

 

Di saat Presiden RI Prabowo Subianto terus menekankan efisiensi anggaran negara, kebijakan Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution bersama OPD berkantor sementara di Nias dinilai sangat kontras dengan realita lapangan. Di sisi lain, masyarakat Pantai Barat Mandailing Natal (Madina) telah hampir satu tahun lamanya menanggung dampak ekonomi yang parah akibat kerusakan fatal pada jalan lintas provinsi ruas Jembatan Merah – Simpang Gambir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Jalan bukan sekadar hamparan aspal, melainkan urat nadi roda perekonomian rakyat. Lumpuhnya jalur Jembatan Merah – Simpang Gambir akibat gerusan air sungai dan longsor tebing tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga melumpuhkan mobilitas barang, hasil pertanian, serta akses kesehatan masyarakat.

 

Ketidakpedulian Pemprov dan Bayang-Bayang Opsi Bergabung ke Sumatera Barat

 

Aspirasi warga Pantai Barat Madina sebenarnya sudah bergema berulang kali melalui aksi damai hingga rekomendasi resmi. DPRD Madina bahkan melahirkan 20 item rekomendasi perubahan status jalur ini menjadi jalan nasional, sementara DPRD Sumut mendesak percepatan pengerjaan sebelum akses ini putus total. Namun, hingga kini respon Pemprov Sumut dinilai minim dan jauh dari solusi nyata.

 

Sikap dingin dan belum tersentuhnya perbaikan jalan provinsi ini memicu spekulasi sensitif di tengah masyarakat. Muncul isu bahwa ketidakpedulian ini dilatari oleh hasil perolehan suara Pilkada di wilayah tersebut. Jika spekulasi ini benar, sangat disayangkan seorang pemimpin berdarah asli Mandailing dan bermarga Nasution terkesan mengabaikan tanah leluhurnya sendiri hanya karena kalkulasi politik praktis.

 

Akibat kekecewaan mendalam dan ketimpangan pembangunan yang terkesan dibiarkan, di tingkat akar rumput kini mulai bertiup wacana ekstrem: Masyarakat Pantai Barat Madina menyuarakan opsi untuk berpisah dari Sumatera Utara dan bergabung dengan Provinsi Sumatera Barat. Wilayah Sumatera Barat yang berbatasan langsung (seperti Kabupaten Pasaman) dinilai lebih responsif terhadap kondisi infrastruktur daerah garis depan. Wacana ini menjadi sinyal peringatan keras (red flag) bagi keutuhan administratif Sumatera Utara jika ketidakadilan pembangunan ini terus berlanjut.

 

Urgensi Teguran dari Presiden Prabowo dan Keberanian Para Bupati

 

Melihat dinamika sosial yang kian memanas di wilayah perbatasan selatan Sumut, Presiden Prabowo Subianto didesak untuk turun tangan mengevaluasi serta mengoreksi gaya kepemimpinan Gubernur Sumut. Evaluasi ini penting agar sikap ego sektoral atau ketidakdewasaan politik kepemimpinan daerah tidak sampai memicu tindakan masyarakat di luar nalar logika—sebagaimana contoh ketegangan sosial yang pernah terjadi di Nepal akibat pemimpin yang abai terhadap jeritan rakyat.

 

Di samping itu, para Bupati di seluruh Sumatera Utara diimbau untuk tidak hanya berdiam diri melihat kejanggalan skala prioritas pembangunan provinsi. Sebagai kepala daerah yang paling dekat dengan rakyat, memberikan teguran, saran, dan nasihat terbuka kepada Gubernur adalah langkah konkrit demi menyelamatkan keadilan pembangunan regional dan mencegah disintegrasi wilayah di Sumatera Utara.

 

(Tim Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Rusak Madina vs Kantor Sementara Nias: Ujian Efisiensi Prabowo dan Etika Kepemimpinan Bobby Nasution
Laba Nasional Melonjak 84,4 Persen, Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Ikut Catat Pertumbuhan Bisnis Signifikan
Kasdim 0825/Banyuwangi Hadiri Pelantikan HIPMI, Pesan Kolaborasi Pengusaha Muda Jadi Sorotan
Perkuat Akses Masyarakat, Pangdam IX/Udayana Resmikan Jembatan Perintis Garuda Desa Saba
DPRD Banyuwangi Desak Kejelasan SPMB, Cabdindik Janji Sampaikan ke Pimpinan
Pengcab JMSI Banyuwangi Resmi Dilantik, Ini Pesan Penting Bupati Ipuk untuk Perusahaan Media
Peringati Hari Anak Nasional 2026, Wabup Bangli Tekankan Pentingnya Ketahanan Mental Generasi Muda
Model Cilik Banyuwangi Tampil Memukau di Indonesia Fashion Week 2026

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:42 WIB

​Prioritas Yang Dipertanyakan: Bobby Nasution Berkantor di Nias Saat Jalur Ekonomi Pantai Barat Madina Lumpuh Hampir Setahun

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:33 WIB

Jalan Rusak Madina vs Kantor Sementara Nias: Ujian Efisiensi Prabowo dan Etika Kepemimpinan Bobby Nasution

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:56 WIB

Laba Nasional Melonjak 84,4 Persen, Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Ikut Catat Pertumbuhan Bisnis Signifikan

Jumat, 31 Juli 2026 - 03:03 WIB

Kasdim 0825/Banyuwangi Hadiri Pelantikan HIPMI, Pesan Kolaborasi Pengusaha Muda Jadi Sorotan

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:12 WIB

Perkuat Akses Masyarakat, Pangdam IX/Udayana Resmikan Jembatan Perintis Garuda Desa Saba

Berita Terbaru