Imigrasi Gandeng KPK Untuk Pembenahan Instansi

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Garudaxpose.com | Bali – Direktorat Jenderal Imigrasi menghadirkan Kepala Satuan Tugas Program Pengendalian Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nensi Natalia untuk memberikan pembekalan penguatan integritas kepada jajaran internal keimigrasian dalam rangka pembenahan instansi.

Kehadiran perwakilan KPK ini menjadi agenda utama dalam Sosialisasi Penguatan Kepatuhan Internal Terintegrasi yang digelar di Surabaya, Jawa Timur pada Rabu sampai Jumat 1 sampai dengan 3 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti 272 peserta, yang terdiri dari jajaran pimpinan tinggi pratama hingga kepala unit pelaksana teknis keimigrasian dari seluruh Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, Nensi menekankan pentingnya tahap pencegahan dalam pengendalian gratifikasi. Diantaranya adalah menjaga integritas, menghindari konflik
kepentingan, taat melaporkan kekayaan secara berkala dan melaporkan kepada yang berwenang jika menerima gratifikasi.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko yang hadir membuka acara memberikan penekanan bahwa setiap aparatur sipil negara di lingkungan imigrasi harus mengutamakan moralitas kerja yang baik saat melayani masyarakat. Hal ini disebabkan kinerja institusi dipantau secara langsung oleh publik dari segi output maupun proses pelayanan.

Hendarsam mengingatkan bahwa integritas menjadi hal fundamental untuk menjaga muruah organisasi. “Integritas dan kepatuhan harus menjadi fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian. Masyarakat tidak hanya menilai hasil kerja kita, tetapi juga menilai bagaimana proses pelayanan itu diberikan,” kata Hendarsam.

Agenda sosialisasi ini berfokus pada penguatan kurikulum pencegahan penyimpangan, salah satunya melalui implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Seluruh jajaran dibekali materi penegakan kode etik, budaya kerja antikorupsi, kepatuhan terhadap Standar
Operasional Prosedur (SOP), serta efisiensi fungsi penegakan hukum keimigrasian. Penguatan
ini dirancang agar instansi mampu mendeteksi potensi maladministrasi sejak dini melalui manajemen risiko benturan kepentingan dan optimalisasi mekanisme pelaporan pelanggaran
whistleblowing system.

Selain perwakilan KPK, Ditjen Imigrasi juga menghadirkan sejumlah narasumber dari lembaga negara lainnya. Diantaranya adalah Direktur Pengawasan Bidang Politik dan Penegakan Hukum pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Moch. Fachrudin, serta anggota Ombudsman Republik Indonesia, Robertus Na Endi Jaweng.

Kehadiran para pejabat ini ditujukan untuk memperkuat sinergi pengawasan internal dan eksternal keimigrasian. Dirjen Imigrasi menekankan agar fungsi kepatuhan internal tidak dijadikan sekadar formalitas. Kepatuhan ini semestinya menjadi landasan budaya kerja yang dipraktikkan secara konsisten mulai dari level pimpinan tinggi struktural hingga petugas pelaksana di lapangan sehari – hari.

“Kepatuhan internal tidak boleh dipandang semata – mata sebagai fungsi pengawasan atau penindakan terhadap pelanggaran. Kepatuhan internal harus menjadi budaya kerja yang hidup dalam setiap organisasi, mulai dari pimpinan hingga pelaksana,” ujar Hendarsam.

Pada akhir pemaparannya, Direktur Jenderal Imigrasi meminta agar seluruh kepala kantor wilayah dan unit pelaksana teknis keimigrasian segera mengimplementasikan hasil forum di lingkungan kerja masing – masing. Evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk menekan angka potensi penyimpangan kedinasan demi mewujudkan reformasi birokrasi. Keberhasilan instansi keimigrasian ke depan akan diukur secara objektif berdasarkan tingkat kepercayaan publik yang berhasil diraih.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat tata kelola keimigrasian yang bersih, transparan, akuntabel, profesional dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas,” ucap Hendarsam menutup penjelasannya. @ (suriasih)

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apel Perdana Kepala Rutan Kelas I Palembang, Aris Supriyadi: Jaga Marwah dan Nama Baik Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Menyambut HUT Ke-25, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Denpasar Mengajak Masyarakat Menjaga Keseimbangan Alam Melalui Menanam Dan Merawat Pohon
Serah Terima Jabatan Kepala Rutan Kelas I Palembang, Aris Supriyadi Resmi Lanjutkan Kepemimpinan dari M. Rolan
Seniman Cilik Jembrana, Adu Kreativitas Di Lomba Gong Kebyar Anak – Anak
Kapolres Gianyar Tatap Muka Dengan Bhayangkari Dan Polwan, Tekankan Dukungan Keluarga Dan Bijak Bermedia Sosial
Olahraga Bersama Semarakkan HKGB Ke-74 Dan Hari Jadi Polwan Ke-78 Di Polres Gianyar
Kawal Prosesi Ngaben Warga Binaan, Bhabinkamtibmas Penatih Dangin Puri Pastikan Berjalan Lancar
Pantau Keamanan Panangkaran Tukik, Polsek Dentim Sambangi Komunitas Penyu Di Pantai Biaung

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Apel Perdana Kepala Rutan Kelas I Palembang, Aris Supriyadi: Jaga Marwah dan Nama Baik Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Menyambut HUT Ke-25, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Denpasar Mengajak Masyarakat Menjaga Keseimbangan Alam Melalui Menanam Dan Merawat Pohon

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:27 WIB

Serah Terima Jabatan Kepala Rutan Kelas I Palembang, Aris Supriyadi Resmi Lanjutkan Kepemimpinan dari M. Rolan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:16 WIB

Seniman Cilik Jembrana, Adu Kreativitas Di Lomba Gong Kebyar Anak – Anak

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:01 WIB

Kapolres Gianyar Tatap Muka Dengan Bhayangkari Dan Polwan, Tekankan Dukungan Keluarga Dan Bijak Bermedia Sosial

Berita Terbaru